Legenda Dewi Intan, Sosok Mistis di Balik Popularitas Curug Cipendok Banyumas

Date:

Curug Cipendok hanyalah salah satu di antara ribuan air terjun di sabuk Gunung Slamet yang meliputi lima kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Namun, curug ini bisa jadi adalah yang terpopuler.

Curug Cipendok menjadi air terjun legendaris karena ketinggiannya yang mencapai 93 meter, dengan debit air yang nyaris selalu besar sepanjang tahun. Air terjun ini juga dikenal dengan airnya yang jernih.

Dibandingkan dengan destinasi wisata sejenis, Curug Cipendok relatif lebih lengkap. Rumah makan, kedai, hingga penginapan tersedia di curug yang berlokasi di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas ini.

Barangkali, popularitas Curug Cipendok ditunjang kisah mistis yang melingkupinya. Diakui atau tidak hingga saat ini, hal-hal gaib masih menjadi daya tarik sebagian masyarakat.

Di Curug Cipendok, sejak lama berkembang mitos sosok peri penunggu Curug Cipendok. Namanya Nyi Sudem, yang memiliki nama kehormatan Dewi Intan.

Sosok mistis ini dipercaya akan menampakkan diri di waktu-waktu tertentu. Lebih dari itu, sebagian orang memercayai, Dewi Intan bisa memberikan keberkahan.

Ada pasangan yang belum memiliki anak, maka dia akan mandi dan bermalam di penginapan sekitar curug dengan suaminya. Ada pula yang sakit namun tak sembuh-sembuh dan berharap keajaiban dengan mandi di air yang berasal dari Curug Cipendok.

Budayawan Banyumas, Titut Edi Purwanto menjelaskan, sosok Dewi Intan adalah nama yang disematkan merujuk kepada jernihnya aliran Kali Prukut dan Curug Cipendok. Sebab itu pula warga Desa Karang Tengah Cilongok mengadakan ritual budaya di Curug Cipendok.

Salah satu yang rutin dilakukan adalah Gerebek Suran. Ritual ini digelar setiap tahun untuk menghormati Dewi Intan.

“Wedono Ajibarang yang bernama Raden Ranusentika menikahi Peri Dewi Intan yang menunggui curug itu,” kata Titut.

Tentang Dewi Intan

Sang dewi mempunyai nama asli Sudem. Di samping curug, ada sebuah bukit yang diberi nama Bukit Sudem. Masyarakat percaya, di bukit itulah sang peri tinggal.

Nama Cipendok juga tak bisa dipisahkan dari sejarah Perang Diponegoro. Karena kalah perang, Belanda memerintahkan penguasa Banyumas untuk membuka lereng Gunung Slamet yang saat itu masih hutan belantara untuk dijadikan perkebunan.

Saat itu, Raden Ranusentika berupaya membuka hutan Gunung Slamet namun selalu gagal. Delapan bulan lamanya pekerjaannya sia-sia karena pohon yang sudah ditebang, esok harinya berdiri tegak kembali.

Kejadian iitu terjadi berulang-ulang sehingga membuat bingung dan pusing Raden Ranusentika.

Ia lalu bersemedi di bawah curug. Di bawah curug itulah, ia menemukan kerangka keris yang juga dinamakan pendok. Setelah memiliki keris itu, ia bisa melihat makhluk halus di hutan itu.

“Sejak saat itulah, curug tersebut dinamakan Curug Cipendok,” kata Titut.

Tragedi Keruhnya Curug Cipendok

Dikenal karena kejernihan air dan debitnya yang selalu terjaga, Curug Cipendok pernah mengalami mati suri. Hutan di hulu aliran Cipendok dibabat sehingga memicu banjir bandang dan keruhnya air.

Peristiwa itu terjadi pada 2017 dan membuat masyarakat terdampak. Masyarakat pun memprotes penebangan dan pembukaan lahan untuk proyek nasional yang dianggap tak memperhatikan dampak yang ditimbulkan.

Lintas elemen menggelar aksi, seperti juga dilakukan oleh komunitas budaya, dengan Titut sebagai inisiatornya.

Titut mengungkapkan, keruhnya aliran Cipendok atau Prukut itu menyebabkan banyak masyarakat terimbas. Ribuan orang di sejumlah desa mengalami krisis air bersih, budi daya perikanan terganggu, peternakan dan industri kecil terpaksa mencari sumber air bersih lainnya. Bahkan, sektor pariwisata yang menjadi urat nadi kehidupan warga Kawasan Cipendok pun nyaris berhenti total.

Perlahan Curug Cipendok pulih. Kini, Cipendok kembali banyak dikunjungi wisawatan dari berbagai daerah.

 

Penulis: Mikail Dzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...