Berkaca dari Erina Gudono: Wahai Content Creator Fokus pada Inspirasi Bukan Sensasi!

Date:

Saat ini setiap orang adalah media. Selain sebagai objek atau pembaca, kita juga sekaligus produsen berita. Mau menulis apa saja bebas disesuaikan dengan tujuannya. Kita saling mengamati perilaku orang lain (sekaligus diawasi). Apalagi perilaku public figure, influencer dan tokoh populer lainnya.

Seperti yang sedang heboh akhir-akhir ini. Di tengah hiruk pikuk ribuan mahasiswa dan rakyat berdemontrasi menolak RUU Pilkada, Erina Gudono mencuri perhatian warga kerena postingan-postingan-nya di media sosial.

Dalam unggahannya, menantu Presiden Jokowi itu seolah pamer kehidupan glamornya. Dia dikabarkan menyewa jet pribadi ke Amerika yang menelan biaya ratusan juta rupiah per jamnya. Selain itu, dia juga mem-posting sedang makan berada di sebuah restaurant mahal. dengan nada mengeluh ia menyampaikan mahalnya beli roti seharga Rp 400 ribu.

Dia pergi ke Amerika karena mendapat beasiswa parsial untuk program Master of Science di Fakultas Social Policy and Practice (SP2) di University of Pennsylvania, Amerika Serikat.

Di Amerika, Erina Gudono bersama suami, Kaesang Pangarep, dikabarkan juga sedang mempersiapkan calon anak pertamanya. Beredar informasi, mereka juga membeli perlengkapan kebutuhan bayi. Salah satunya adalah stroller premium seharga sekitar 23 jutaan rupiah.

Unggahan itu menuai kontroversi. Sebagai menantu presiden sekaligus public figure tiap langkah Erina dipantau netizen. Apa yang dilakukannya dianggap sebagai bentuk ketidakpeduliannya terhadap kehidupan netizen. Ia tidak peka. Meskipun mungkin ia tak bermaksud seperti yang dituduhkan netizen.

Erina sebagai konten kreator mestinya lebih sensitif dan bertanggungjawab terhadap konten yang diunggahnya. Terutama dampaknya terhadap netizen.

Bagi para pengikutnya, terutama di Indonesia yang sedang bergolak dengan protes anti-oligarki, konten tersebut menjadi simbol dari kesenjangan sosial yang ada.

Sebagai konten kreator, dia abai bahwa dan konteks adalah segalanya. Di Indonesia, situasi sosial-politik sedang genting, yang disimbolkan dengan garuda biru.

Ketika banyak orang turun ke jalan untuk memprotes ketidakadilan ekonomi dan oligarki, konten yang menonjolkan kemewahan bisa menjadi boomerang.

Audiens bisa marah dan muak dengan perilaku yang dianggap pamer kemewahan itu. Kemarahan netizen itu disampaikan dalam bentuk serangan ke personal Erina. Menantu presiden Jokowi ini diisukan mempunyai masalah dengan bau badan.

Isu yang beredar ini berasal dari unggahan foto masa lalu Erina bersama anak SD sewaktu berkunjung di sekolah. Pose anak di dalam foto bersama Erina tersebut sedang menutupi hidungnya. Netizen mempersepsikan, anak tersebut tidak tahan dengan bau badan Erina.

Beberapa orang mengirimkan komentar seolah menegaskan isu yang beredar itu memang benar adanya. Tampaknya netizen sudah tidak peduli hal itu benar atau salah. Unggahan itu viral, banyak yang membahasnya di media sosial.

Tentu saja hal ini bisa merusak reputasi Erina Gudono sebagai seorang konten kreator.

Konten yang tidak sensitif terhadap situasi sosial bisa merusak reputasi Erina. Hal ini bisa menimpa siapa saja yang tidak berhati-hati dalam memilih apa yang akan diunggah ke publik.

Oleh karena itu, setiap konten kreator sebelum posting harus selalu bertanya: apakah konten ini relevan, sensitif, dan pantas untuk dibagikan sekarang? Karena itu adalah salah satu kunci sukses sebagai konten kreator, mampu membaca audiens.

Mengamati respons audiens terhadap konten Erina Gudono bisa menjadi pembelajaran berharga. Sebagian besar netizen merasa bahwa pameran kemewahan ini tidak pada tempatnya, terutama saat Indonesia sedang tidak baik-baik saja seperti sekarang ini.

Di sinilah letak pentingnya mendengarkan dan memahami perasaan audiens. Konten kreator harus bisa berempati dengan audiensnya dan menawarkan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dan penuh makna. Bukan konten caper atau sensasional.

Erina telah terlanjur mem-posting kehidupan mewahnya dan memicu amarah netizen. Sebagai konten kreator dia mestinya segera meminta maaf yang tulus kepada follower-nya.

Permintaan maaf ini harus menunjukkan, dia memahami alasan kemarahan netizen dan menyesali jika postingannya dianggap tidak sensitif, pamer kemewahan atau cari sensasi.

Permintaan maaf bisa dilakukan melalui video atau posting di media sosial dengan durasi agak panjang sehingga ia bisa menjelaskan niatnya serta menyatakan penyesalan karena telah menyebabkan ‘huru-hara’.

Kedua, dia juga bisa memulai mem-posting konten yang menunjukkan empati terhadap situasi sulit yang sedang dialami banyak orang di Indonesia.

Sebagai seoerang intelektual dan punya privilege sebagai menantu presiden ia mestinya bisa melakukan aksi nyata dengan membuat program-program atau gerakan-gerakan dalam jangka panjang yang lebih memberdayakan netizen.

Hal lain yang perlu dilakukan konten kreator untuk memperbaiki reputasinya adalah dengan berinteraksi langsung dengan pengikutnya. Dia bisa mengadakan sesi tanya jawab, di mana dia secara terbuka mendiskusikan isu ini dan menerima masukan.

Agar peristiwa buruk itu tak menimpa kita, perlu mengelola personal branding.
Setiap posting, story, atau tweet bisa membentuk bagaimana orang lain mempersepsikan kita. Bagi seorang public figure seperti Erina Gudono, dan bahkan bagi konten kreator dengan audiens yang besar, personal branding ini harus dikelola secara serius.

Bagi Erina, personal brand sebagai seseorang yang menikmati kemewahan di tengah penderitaan rakyat bisa merusak reputasi dan kepercayaan publik, bukan hanya pada dirinya tetapi juga orang-orang di sirkelnya.

Di dunia yang semakin terhubung ini, konten kreator memiliki peran penting dalam membentuk opini publik. Sebagai konten kreator, harus bertanggung jawab pada setiap konten yang kita bagikan. Konten kita idealnya tidak hanya menghibur atau memberikan informasi, tetapi juga mempengaruhi cara orang berpikir dan merasakan tentang isu-isu tertentu.

Bagi konten kreator, ini adalah pengingat bahwa etika harus selalu menjadi bagian dari proses kreatif. Memahami dampak dari apa yang kita bagikan, terutama dalam konteks sosial yang lebih luas, adalah kunci untuk tetap relevan dengan audiens.

Bertanggung jawab itu bukan berarti tidak boleh berbagi momen bahagia atau kesuksesan pribadi. Namun, ada cara yang lebih bijak dan sensitif untuk melakukannya.

Sebagai contoh, konten kreator bisa memposting momen-momen tersebut dengan pesan empati atau dukungan terhadap mereka yang sedang berjuang.
Misalnya, jika seorang kreator ingin berbagi tentang perjalanan ke luar negeri, mereka bisa menyertakan refleksi tentang perbedaan kondisi antara negara yang mereka kunjungi dan negara asal mereka.

Ini bisa menjadi cara berbagi kebahagiaan pribadi, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan pemahaman terhadap situasi yang dihadapi oleh banyak orang di tanah air.

Jadi bukan pamer, tapi memberikan inspirasi. Apa bedanya? Konten yang berpotensi pamer adalah konten yang isinya menceritakan diri sendiri. Konten yang inspiratif memberikan informasi baru soal selain dirinya.

Di tengah gelombang protes penolakan oligarki, menjadi konten kreator yang berpihak pada rakyat bisa menjadi nilai jual yang kuat. Alih-alih memamerkan kemewahan yang bisa memperlebar jurang antara kreator dan audiens, fokus pada konten yang memberdayakan. Misalnya edukasi soal literasi digital yang saat ini mendesak untuk diajarkan.

Konten kreator juga memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan membawa perubahan. Daripada sekadar berbagi gaya hidup mewah yang hanya bisa dicapai oleh segelintir orang, konten kreator bisa berfokus pada konten yang menginspirasi audiens untuk bermimpi, bekerja keras, dan mewujudkannya.

Atau berbagi soal perjalanan para tokoh sukses yang memulai dari nol, tantangan yang mereka hadapi, dan bagaimana mereka mengatasi rintangan untuk mencapai apa yang mereka miliki sekarang.

Di dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan ketidakadilan ini, menjadi konten kreator yang peduli dan etis adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan bermakna dengan audiens.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...