Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PKS, Nasdem, PKB, PSI, Demokrat, PAN, Garuda, Gelora, Perindo, dan PPP kompak mengusung Ridwan Kamil dan Suswono di Pilkada Jakarta 2024.
Ridwan Kamil adalah kader Golkar. Dia pernah mengemban Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Sementara, Suswono adalah kader PKS dan pernah menjadi Menteri Pertanian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) mengetuk putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 tentang ambang batas pencalonan kepala daerah, KIM Plus digadang-gadang bakal melawan kotak kosong meski muncul nama Dharma Pongrekun-Kun Wardana dari jalur perseorangan. Pasalnya, PDIP yang menjadi tandingannya tidak cukup kursi untuk meramaikan Pilkada Jakarta.
KIM Plus merasa optimistis bisa memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta, terlebih didukung oleh koalisi gemuk. Satu di antara partai yang berada di barisan KIM Plus adalah pemenang pemilihan legislatif di Jakarta, yakni PKS.
Namun, situasi berubah ketika putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 diadopsi menjadi Peraturan KPU (PKPU) yang diterapkan di Pilkada 2024, meski melewati drama di DPR. Dengan PKPU yang baru, PDIP punya peluang besar ikut di kontestasi Pilkada Jakarta setelah ambang batas pencalonan kepala daerah diturunkan dari 25 persen suara pileg menjadi 7,5 persen.
PKPU yang baru juga memungkinkan partai yang tergabung di KIM Plus mengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 2024-2029 sendiri tanpa berkoalisi. Ada tujuh partai, yakni PKB (7,76 persen), Gerindra (12 persen), Golkar (8,53 persen), NasDem (8,99 persen), PKS (16,68 persen, PAN (7,51 persen), dan PSI (7,68 persen).
Pascaputusan MK, ada partai di KIM Plus yang disebut-sebut bakal pindah haluan. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberi sinyal PKS yang bisa mengusung sendiri memungkinkan balik kanan dari KIM Plus.
“Jakarta itu ya RK (Ridwan Kamil), Pak Suswono. Kecuali kalau PKS berubah ya, kan dia cukup mengusung sendiri. Kalau kami kan putus, memang saya RK, Koalisi Indonesia Maju (KIM), kan? Jadi, KIM-RK dari awal itu ya,” kata Zulhas, sapaan akrabnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (23/8/2024) lalu.
PKS Keluar dari KIM Plus di Jabar dan Tangsel
Jika berkaca pada Pilkada Jawa Barat, PKS dan NasDem kompak tidak ikut KIM Plus mengusung Dedi Mulyadi. Dua partai yang pernah berkoalisi di Pilpres Februari 2024 ini mengusung Ahmad Syaikhu dan putra Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Ilham Habibie.
Politikus PKS, Tifatul Sembiring mengunggah foto Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersama Ilham Habibie di media sosial X (dulu Twitter). Dalam gambar tersebut tertulis Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024-2029.
Ilham Habibie beberapa waktu lalu juga pernah berkunjung ke markas PKS bersama petinggi NasDem, di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hermawi Taslim.
“Sebagaimana yang pernah disampaikan Pak Ketua Umum Nasdem (Surya Paloh) kepada saya beberapa waktu lalu, beliau secara spesifik menyebut nama Kang Ilham Habibie ini. Dan Alhamdulillah ini sekarang bisa kehadiran beliau,” kata Syaikhu dikutip dari laman pks.id.
“Mudah-mudahan ada titik temu untuk membangun kebersamaan di antara PKS dengan Nasdem, baik di Jabar maupun Jakarta,” lanjutnya.
Bukan hanya itu, PKS juga menarik dukungan terhadap Ahmad Riza Patria dan Marshel Widianto di Pilwalkot Tangsel. Riza-Marshel sebelumnya diusung oleh Gerindra, NasDem, PSI, dan Demokrat. Tapi kini, partai berwarna oranye itu bakal mengusung kadernya sendiri, yakni Ruhamaben-Shinta.
“Sebagaimana kita pahami dinamika politik yang luar biasa terjadi akhir-akhir ini adalah bentuk kepedulian kader partai dan publik dalam ruang demokrasi kita. Ada juga keputusan MK serta PKPU terbaru yang diterima oleh DPTP untuk dilaksanakan,” kata Syaikhu dalam keterangannya, Senin (26/8/2024).
“PKS sebagai partai politik tunduk patuh pada konstitusi dan menghargai aspirasi kader dan masyarakat, sehingga akhirnya DPTP PKS telah menetapkan pasangan calon Ruhamaben-Shinta untuk Pilkada Tangsel dan Amarullah-Bonnie pada Pilkada Tangerang tahun 2024,” lanjutnya.
Dengan pernyataan Syaikhu, bukan tidak mungkin di Pilkada Jakarta partainya bakal mengusung sendiri, mengingat PKS punya suara yang cukup untuk mencalonkan kadernya tanpa berkoalisi.
Aspirasi PKS Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta
Di sisi lain, banyak aspirasi yang menginginkan PKS mengusung sendiri di Pilkada Jakarta. Salah satunya disuarakan oleh influencer Sherly Annavita melalui Instagram pribadinya.
“Yuk, sebelum terlambat. Lanjutkan ubah dukungan di Jakarta juga. Semua masih bisa diubah sebelum mendaftar ke KPU,” tulisnya saat mengunggah berita PKS batal dukung Riza-Marshel di Pilwalkot Tangsel.
“Semua pintu masih terbuka. Kembali menggandeng Pak Anies yang sekarang belum resmi diusung partai manapun bisa mengubah peta pilkada dan stigma negatif terhadap PKS yang sudah mulai berkembang. Apalagi sekarang PKS sendirian pun sudah bisa mencalonkan,” lanjutnya.
KIM Plus Disebut Masih Solid Usung Ridwan Kamil-Suswono
Namun demikian, Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengklaim KIM Plus masih solid mengusung Ridwan Kamil-Suwono. Ia mengatakan, putusan MK soal pilkada tidak memengaruhi kerja sama KIM Plus di Pilkada Jakarta.
“Insya Allah solid. Insya Allah Kami sudah melakukan koordinasi, tidak ada masalah dengan keputusan MK,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2024).
Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Syaiful Huda menyatakan partainya tetap konsisten mendukung pasangan calon Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta. Ia mengatakan partainya tidak bisa membatalkan kerja sama politik dengan Gerindra dan KIM Plus.
“PKB sudah keburu bareng sama Gerindra,” kata Huda di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Minggu (25/8/2024).
Penulis: Chairil Mustami


