6 Kandidat Mendadak Mundur saat Pilkada Sudah di Depan Mata, Kenapa?

Date:

Pilkada 2024 menjadi ajang politik yang penuh dinamika dan kejutan, terutama dengan mundurnya sejumlah tokoh populer yang sebelumnya diharapkan maju dalam kontestasi ini.

Dikutip dari berbagai sumber, berbagai alasan dikemukakan, mulai dari pertimbangan keluarga hingga penugasan khusus dari partai, menambah kompleksitas dan ketidakpastian menjelang pemungutan suara.

Berikut ini adalah ulasan tentang tokoh yang mendadak memutuskan mundur dari pencalonan mereka di Pilkada 2024.

1. KPGAA Mangkunegaran X atau Gusti Bhre: Prioritaskan Keluarga dan Status Adat

Gusti Bhre, yang semula diunggulkan sebagai bakal calon Wali Kota Solo, mengejutkan banyak pihak dengan keputusannya untuk mundur.

Pengunduran dirinya disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada partai pengusung, yaitu PSI, pada detik-detik terakhir pendaftaran. Ketua

DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, mengungkapkan bahwa keputusan Gusti Bhre diambil berdasarkan pertimbangan pribadi, khususnya terkait tanggung jawabnya sebagai Mangkunegara X.

“Tidak baik juga kalau dipaksakan, apalagi beliau nanti yang menjabat,” ujar Antonius.

“Kita tetap menghormati keputusan beliau dan akan segera mencari calon pengganti,” tambahnya.

2. Ahmad Riza Patria, Penugasan Khusus dari Gerindra

Ahmad Riza Patria, Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, juga memilih mundur dari Pilkada Tangerang Selatan.

Langkah ini dibenarkan oleh Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, yang menyebut adanya peralihan dukungan partai dari Riza-Marshel ke pasangan Benyamin-Pilar.

“Ini dinamika yang lazim terjadi pada Pilkada. Demokrat kini kembali mengakomodir aspirasi struktur partai di seluruh tingkatan di Tangerang Selatan,” kata Kamhar.

3. Marshel Widianto, Dinamika Politik yang Tak Terduga

Langkah Riza Patria diikuti oleh calon wakilnya, Marshel Widianto, yang juga memutuskan mundur dari kontestasi Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).

Komika ini mengaku bahwa keputusan ini diambil setelah adanya penugasan khusus dari Partai Gerindra kepada Riza.

“Ini yang sudah kita teguhkan karena hal seperti ini sering terjadi di politik sangat dinamis di Indonesia. Apapun yang terjadi kami tetap berada dalam barisan,” ujar Marshel.

4. Dico Ganinduto, Penugasan Baru di Jakarta

Bupati Kendal, Dico Ganinduto, juga memilih untuk tidak melanjutkan pencalonannya di Pilkada Kota Semarang 2024.

Ketua Bappilu Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono, mengungkapkan bahwa Dico mendapat tugas baru di Jakarta, sehingga tidak bisa melanjutkan kampanye di Semarang.

“(Mundurnya Dico) memberikan kesempatan kepada calon yang sudah berbuat banyak kepada masyarakat dan diyakini akan menang,” jelas Iqbal.

Padahal baliho Dico sudah tersebar di seluruh Jawa Tengah, bahkan sampai ke pelosok kampung. Tak hanya itu sosoknya juga sudah demen blusukan.

5. Aulia Rachman, Tekanan Politik yang Berat

Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, menyatakan batal maju dalam Pilkada Medan setelah tiga partai pendukungnya menarik dukungan di saat-saat terakhir.

Ketua tim pemenangannya, Ardian Denny, menyebut bahwa keputusan ini diambil karena adanya tekanan kuat dari petinggi partai.

“Banyaknya tekanan para petinggi partai kepada seluruh partai pendukung dan pengusung untuk menarik dukungannya dan mengalihkan ke pasangan lain,” ungkap Denny.

Keputusan ini, menurut Denny, menunjukkan betapa kuatnya intervensi politik dalam proses Pilkada, yang pada akhirnya mempengaruhi peluang Aulia untuk maju.

6. Rahmat Imanda, Pertimbangan Keluarga dan Loyalitas Partai

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Banyumas, Rahmat Imanda, juga memutuskan mundur dari pencalonannya sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang diusung partai tersebut dalam Pilkada Banyumas 2024.

Rahmat mengumumkan pengunduran dirinya dengan permohonan maaf dan berterima kasih kepada para tokoh dan pendukungnya.

“Terima kasih kepada para pihak, para tokoh, para kiai, dan pendukung relawan. Mohon maaf jika selama proses ada yang kurang berkenan,” kata Rahmat dalam keterangan pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Rahmat Imanda menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan hasil rapat keluarga dan perkembangan dinamika politik.

Meskipun mundur dari pencalonan, Rahmat menegaskan komitmennya untuk tetap melayani masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyumas periode 2024-2029.

Dengan mundurnya Rahmat, sementara ini hanya ada satu pasangan calon bupati-cawabup yang akan maju dalam Pilkada Banyumas 2024, yaitu pasangan Sadewo Tri Lastiono-Dwi Asih Budi Lintarti dari Koalisi Banyumas Bersatu (KBB), yang mendapat dukungan dari berbagai partai besar, termasuk Gerindra.

Dinamika Politik yang Terus Berubah

Mundurnya tokoh populer dari Pilkada 2024 menunjukkan bahwa dinamika politik di Indonesia sangat cair dan penuh dengan kejutan.

Alasan-alasan yang dikemukakan, baik itu terkait penugasan khusus, tekanan politik, maupun pertimbangan pribadi, mencerminkan betapa kompleks dan tak terduganya situasi politik menjelang Pilkada 2024.

Meskipun demikian, partai-partai pengusung kini dihadapkan pada tantangan untuk segera menemukan calon pengganti yang dapat bertarung dalam kontestasi yang semakin dekat.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...