Juru Bicara Anies Baswedn, Sahrin Hamid, memastikan Anies Baswedan tidak akan berlaga di Pilkada Jawa Barat sesuai pinangan PDIP Jawa Barat. Keputusan itu disebut sebagai keputusan final Gubernur Jakarta periode 2017-2022.
“Keputusan sudah selesai, bahwa Pak Anies tidak maju Pilkada Jawa Barat. Sudah final,” kata Sahrin, Kamis (29/8/2024), dalam sebuah tayangan langsung televisi swasta nasional.
Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, menyebutkan bahwa bahwa partainya dipastikan akan mendaftar ke KPUD Jabar dengan membawa pasangan calon Anies Baswedan-Ono Surono. Ono membagikan informasi tersebut melalui akun instagramnya, Kamis (29/8/2024) malam.
“95 persen (mengusung Anies-Ono),” kata dia.
“Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan diusung adalah figur yang akan memberikan kejutan untuk rakyat Jawa Barat,” imbuh Ono.
Pernyataan serupa juga disampaikan bendahara DPC PDIP Kota Bandung, Folmer Siswanto.
“Hampir dipastikan bahwa malam hari ini DPD PDIP Jabar akan mendaftarkan secara resmi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yaitu Anies Baswedan dan Kang Ono Surono,” kata Folmer.
Adapun alasan Anies memilih tidak maju di Pilkada Jawa Barat, menurut Sahrin Hamid, yaitu tidak adanya aspirasi dari warga Jawa Barat.
“Perbedaan antara di Jawa Barat dan di Jakarta, kalau di Jakarta kan ada aspirasi baik itu dari warga maupun dari partai politik,” kata Sahrin.
Sementara pertimbangan lainnya, Sahrin menambahkan, akan disampaikan langsung oleh Anies, Jumat (30/8/2024) besok.


