CEO Telegram Pavel Durov ditangkap di bandara Paris pada Sabtu pekan lalu atas sejumlah dugaan kejahatan dunia maya yang terjadi melalui platformnya. Sebelum bosnya ditangkap di Prancis, Telegram telah lama diketahui mengabaikan kelompok-kelompok advokasi yang memerangi isu eksploitasi anak.
Tiga dari kelompok pengawasan dan perlindungan anak, Pusat Nasional untuk Anak Hilang & Tereksploitasi (NCMEC) yang berbasis di Amerika Serikat, Pusat Perlindungan Anak Kanada, dan Internet Watch Foundation yang berbasis di Inggris, menyatakan Telegram mengabaikan sebagian besar sosialisasi tentang pelecehan seksual pada anak. Berbagai materi pelecehan seksual pada anak (CSAM) selalu diabaikan di platform tersebut.
John Shehan, wakil presiden senior di salah satu divisi NCMEC, merasa senang dengan keputusan Prancis menangkap Durov karena Telegram sepertinya telah menjadi tempat berlindung CSAM.
“Telegram benar-benar seperti berada di liga mereka sendiri melihat sangat kurangnya moderasi konten atau bahkan keinginan untuk mencegah aktivitas eksploitasi seksual anak di platform mereka,” tutur Shehan.
Ia mengaku gembira melihat pemerintah dan kepolisian Prancis turut bertindak untuk memperbaiki aktivitas tertentu di Telegram
Situs Telegram Web menyatakan pihaknya memang tidak pernah menanggapi laporan apapun tentang segala jenis aktivitas ilegal dalam obrolan pribadi atau grup, bahkan jika laporannya dari pengguna.
Telegram menerangkan, pihaknya tidak seperti platform teknologi besar lainnya, yang secara rutin mematuhi perintah pengadilan dan surat perintah untuk data pengguna.
“Kami telah mengungkapkan 0 byte data pengguna kepada pihak ketiga, termasuk pemerintah,” tulisnya dalam sebuah pernyataan.
Kejaksaan Paris hingga belum mengumumkan dakwaan apapun. Penangkapannya merupakan bagian dari penyelidikan atas laporan adanya keterlibatan Durov dalam transaksi ilegal dan kepemilikan serta penyebaran materi pelecehan seksual anak di aplikasinya.
Dalam sebuah pernyataan di X, Telegram menulis pihaknya mematuhi hukum Uni Eropa dan Durov tidak menyembunyikan apapun. Tidak masuk akal untuk mengklaim bahwa sebuah platform atau pemiliknya bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform tersebut.


