Perang Bintang di Pilkada Jateng, Benarkah Rawan Gesekan? Simak Kata Pengamat

Date:

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024 menjadi salah satu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) paling disorot. Pasalnya, dua bintang bertarung memperebutkan Jateng 1.

Pilkada Jateng juga menjadi battleground KIM Plus versus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Di kubu KIM Plus, ada Komjen Pol Ahmad Luthfi berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen. Ahmad Luthfi adalah Irjen Kemendag, yang juga mantan Kapolda Jateng nyaris lima tahun. Sedangkan Taj Yasin adalah anak KH Maimoen Zubair (alm), ulama terkemuka di Rembang.

Sementara, PDIP mengusung Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, mantan Panglima TNI. Andika Perkasa didampingi oleh Hendrar Prihadi, mantan Wali Kota Semarang.

Pilkada Jateng juga disebut sebagai kontestasi antara TNI dengan Polri. Ini lantaran Ahmad Luthfi adalah jenderal polisi, sementara Andika Perkasa adalah jenderal TNI.

Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengungkapkan, kondisi ini menimbulkan risiko benturan massa serta potensi politisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelenggara pemilu.

Lebih lanjut Titi mengatakan, lantaran seingtnya pertarungan politik di Jateng ada potensi intimidasi, politisasi hegemoni identitas.

“Itu yang harus diwaspadai,” ucap Titi.

Menurut dia, pertarungan tersebut benar-benar jadi battleground antara kekuatan politik mayoritas di Jawa Tengah, yakni PDIP, dengan kekuatan politik yang setidaknya saat ini menang di sisi eksekutif, yakni Koalisi Indonesia Maju atau KIM, yang disebut partai pusaran Jokowi.

Purnawirawan TNI Pecah?

Pengamat Politik dari Undip Semarang, Wahid Abdulrahman perang bintang di Pilkada Jateng jadi pembuktian kualitas antar kandidat dalam Pilgub Jateng.

Ia mengatakan pemaknaan perang bintang sendiri ada dua, yang pertama merujuk ke kualitas antar kandidat. Sedangkan pemaknaan kedua perang bintang sebagai persaingan kepangkatan dan kedudukan di institusi.

Ia juga mengatakan, perang bintang yang diartikan perang dua jenderal dari TNI dan Polri juga memiliki effek negatif. Di mana masyarakat menganggap seharusnya institusi TNI Polri netral namun justru mengikuti kontestasi politik.

Ia juga mengatakan, belum tentu sosok berbintang banyak seperti Andika Perkasa bisa memenangkan kontestasi politik. Hal tersebut juga berlaku pada sosok Ahmad Luthfi yang didukung banyak Partai yang tergabung dalam KIM Plus.

Wahid mengatakan, ada beberapa hal menarik saat pendaftaran Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di KPU Provinsi Jateng beberapa waktu lalu.

Di mana Gibran Rakabuming Raka dan Binit Waluyo mengawal pendaftaran Paslon Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.

Menurutnya hadirnya Gibran menjadi bukti Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen mendapat restu penuh dari Presiden Joko Widodo.

Sementara kehadiran Bibit Waluyo menjadi gambaran jika suara antara purnawirawan TNI terpecah atau kurang solid.

“Mungkin sebelum 20 Oktober Gibran juga akan melakukan kampanye masif untuk Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. Hal tersebut sesuai survei beberapa lembaga survei, di mana 60 persen pilihan Presiden Joko Widodo jadi pilihan masyarakat,” terang Wahid.

Banyaknya parpol pendukung dalam KIM Plus dikatannya memiliki effek domino bagi PDIP maupun Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. Pasalnya pihak PDIP merasa dikeroyok oleh Parpol yang tergabung dal KIM Plus.

Sementara bagi Ahmad Luthfi, jika tak bisa merangkul berbagai Parpol yang tergabung dalam KIM Plus, akan kesulitan mendapatkan suara.

Alternatif Pilihan

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Pangi Syarwi menyampaikan, dua paslon Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luhfi-Taj Yasin Maimoen memberikan pilihan yang beragam bagi masyarakat.

Menurut Pangi, kedua pensiuanan aparat negara itu bisa jadi sama kuatnya dalam memikat suara masyarakat.

“Kami lihat dari elektoral sektor dari Voxpol beberapa kali survei, bahkan dua kali survei memang masih aman Ahmad Lutfi. Kalau kans masih besar, berarti masih berkesan, masyarakat punya anggapan beliau sudah layak,” jelas Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...