Tiga dinasti politik yang menguasai beberapa daerah di Banten akan bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Adalah klan Natakusumah yang menguasai Pandeglang, klan Jayabaya di Lebak, serta klan Ratu Atut Chosiyah sang penguasa Tanah Jawara dan beberapa kabupaten/kota di Banten.
Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Banten, klan Ratu Atut diwakilkan oleh Airin Rachmi Diany. Airin adalah istri dari Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) yang tidak lain adalah adik Ratu Atut mantan Gubernur Banten.
Wawan dan Ratu Atut pernah tersandung kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Suami Airin ini juga terjerat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada 2005-2010.
Di Pilgub Banten, Airin yang merupakan kader Partai Golongan Karya (Golkar) dipasangkan dengan Ade Sumardi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ade Sumardi pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Lebak dua periode berturut-turut (2014-2019 dan 2019-2024).
Lawan Airin-Ade adalah klan Natakusumah yakni Achmad Dimyati Natakusumah yang menjadi wakil Andra Soni. Pasangan Andra Soni-Dimyati diusung oleh koalisi gemuk Banten Maju yang merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, kecuali Golkar.
Andra Soni adalah Ketua DPP Partai Gerindra Banten sekaligus menjabat Ketua DPRD Banten (2019-2024). Wakilnya, Dimyati Natakusumah merupakan pengusaha Pandeglang sekaligus politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Dimyati pernah menjadi Bupati Pandeglang dua periode sejak 2000 hingga 2009. Istrinya, Irna Narulita meneruskan tahta suaminya menjadi Bupati Pandeglang dari tahun 2015 hingga 2025. Anak-anaknya juga terjun ke politik. Salah satunya kini menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Rizki Aulia Rahman Natakusumah.
Sementara, klan Jayabaya tidak menurunkan wakilnya di Pilgub Banten tahun ini. Anak-anak Mulyadi Jayabaya akan meneruskan kejayaan di Kabupaten Lebak dan memperebutkan tahta Pandeglang 1 di Pilkada 2024.
Seteru Dinasti Politik Banten hingga Pilbup dan Pilwali
Tarung sengit suara dinasti politik di Banten tidak hanya di lingkup pilgub. Pemilihan bupati-wakil bupati (pilbup) dan pemilihan wali kota dan wakil wali kota (pilwali) pun dihiasi oleh pasangan calon yang terafiliasi dengan dinasti politik.
- Pilbup Pandeglang
Klan Ratu Atut yang berkoalisi dengan Jayabaya akan berseteru dengan dinasti politik Natakusumah untuk memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.
Politisi Golkar, Fitron Nur Ikhsan yang pernah menjadi juru bicara keluarga Ratu Atut berpasangan dengan anak Mulyadi Jayabaya, Diana Jayabaya. Fitron-Diana akan melawan adik Dimyati Natakusumah, Raden Dewi Setiani yang berpasangan dengan Iing Andri Supriadi dari Demokrat.
Selain Fitron-Diana dan Dewi-Iing, Pilbup Pandeglang juga diikuti dua calon independen, yakni Uday Suhada-Pujiyanto dan Aap Aptadi-Nurul Qomar.
- Pilbup Lebak
Dinasti Jayabaya selama dua dekade menguasai Kabupaten Lebak. Dimulai dari Mulyadi Jayabaya yang menduduki Bupati Lebak dua periode sejak 2003 hingga 2013. Kemudian tahta Bupati Lebak dilanjutkan oleh anaknya, Iti Octavia Jayabaya dari 2013 hingga 2023.
Pada Pilbup Lebak 2024, klan Jayabaya kembali menurunkan wakilnya. Adalah Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya yang berpasangan dengan Amir Hamzah. Hasbi-Amir diusung oleh partai besar, yaitu PDI Perjuangan, Demokrat, Perindo, PPP, PKB, dan Golkar.
Di Pilbup Lebak, Hasbi-Amir akan menghadapi Sanuji Pentamarta-Dita Fajar Bayhaqi dan Dede Supriyadi-Virnie Ismail.
Sanuji dari PKS merupakan Wakil Wali Kota Cilegon yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lebak dua periode (1999-2004 dan 2004-2009) dan Anggota DPRD provinsi Banten dua periode (2009-2014 dan 2014-2019).
Sementara, Dita Fajar merupakan pengusaha sekaligus kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia pernah pernah menjadi ketua relawan GibranKu pada Pilpres 2024.
Penantang ketiga, Dede Supriyadi adalah seorang pengusaha dan wakilnya Virnie Ismail merupakan seorang aktris sekaligus kader Partai Amanat Nasional (PAN).
- Pilwali Serang
Serang termasuk wilayah kekuasaan klan Ratu Atut. Kali ini, adik tiri Ratu Atut, Ratu Ria Maryana yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Serang maju sebagai Calon Wali Kota Serang bersama wakilnya, Subadri Ushuluddin adalah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pernah menjadi Wakil Wali Kota Serang periode 2018-2023.
Ratu Ria-Subadri diusung oleh Golkar, PDIP, PPP, PKB, Partai Demokrat, Partai Prima, Partai Perindo, dan Partai Gelora. Pasangan ini akan ditantang oleh Budi Rustandi-Nur Agis Aulia yang diusung Gerindra, PKS, PSI, dan PBB. Kemudian Syafrudin-Heriyanto Citra Buana yang diusung dan didukung PAN, NasDem, dan Partai Ummat.
- Pilbup Serang
Di Pilbup Serang, Andika Hazrumy yang merupakan putra Ratu Atut maju sebagai Calon Bupati Serang bersama wakilnya, Nanang Supriatna. Andika sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022.
Andika maju di Pilbup Serang untuk mempertahankan kekuasaan dinasti politik Ratu Atut. Sebelumnya, Ratu Tatu Chasanah yang tidak lain adalah adik Ratu Atut menduduki kursi Bupati Serang selama dua periode sejak 2016 hingga sekarang.
Andika yang didukung empat partai besar yaitu Golkar, PDIP, Demokrat, dan PKB akan menantang pasangan Ratu Zakiah Yandri dan Najib Hamas yang diusung oleh ratu zakiah dan Najib Hamas.
- Pilwali Tangerang Selatan
Dinasti politik Ratu Atut akan berusaha melanggengkan tahta Wali Kota Tangerang Selatan yang sebelumnya dijabat oleh Airin Rachmi Diany selama dua periode.
Di Pilwali Tangerang Selatan 2024, petahana Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dipasangkan dengan keponakan Ratu Atut, Pilar Saga Ichsan. Pasangan ini akan bersaing dengan Ruhamaben-Shinta Wahyuni Chairudin.
Kesimpulan
Pilkada di daerah Banten yang digelar setiap lima tahun sekali tidak luput dari usaha melanggengkan kekuasaan dinasti politik. Pilkada di Tanah Jawara ini merupakan cerminan bagaimana politik dinasti masih mendominasi banyak daerah di Indonesia.
Penulis: Chairil Mustami


