Dituding Rasis lantaran Melarang Nakes Berhijab, Ini Klarifikasi RS Medistra

Date:

Rumah Sakit Medistra, sebuah rumah sakit swasta ternama di Jakarta Selatan, sedang menjadi pusat perhatian setelah muncul dugaan larangan penggunaan hijab bagi dokter dan perawat.

Isu ini mencuat setelah Dr dr Diani Kartini, SpB Subsp.Onk (K), seorang dokter spesialis yang bekerja di sana, melayangkan surat protes kepada direksi RS Medistra pada 29 Agustus 2024.

Dalam suratnya, Dr. Diani mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap pertanyaan yang diajukan kepada kandidat dokter umum dalam sesi wawancara, yang meminta agar hijab dibuka jika diterima bekerja di RS Medistra.

Ia menilai pertanyaan ini tidak pantas dan berbau rasisme, apalagi di era modern ini.

Tidak lama setelah surat protes itu dilayangkan, Dr. Diani memutuskan untuk mengundurkan diri dari RS Medistra, tempat di mana ia telah bekerja selama 14 tahun.

Keputusan ini diambil karena kekecewaan mendalam terhadap kebijakan rumah sakit yang dianggap mendiskriminasi tenaga medis berhijab.

Keputusan Dr. Diani ini menambah sorotan publik terhadap RS Medistra. Hingga Senin, 2 September 2024, isu ini menjadi perbincangan hangat di media sosial X (sebelumnya Twitter), dan menjadikan RS Medistra trending topic.

Tanggapan Anggota DPR RI

Mengutip fraksi.pks.id, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Alifudin, mengecam keras dugaan pembatasan penggunaan hijab bagi dokter dan perawat Muslimah di Rumah Sakit Medistra.

Ia menyatakan bahwa dugaan ini sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan adanya pola diskriminasi berbasis agama yang tidak dapat diterima dalam institusi kesehatan yang bertaraf internasional.

“Kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan hak dasar setiap warga negara Indonesia yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun, termasuk oleh institusi kesehatan. Ini adalah bentuk diskriminasi yang tidak bisa kita biarkan,” ujar Alifudin.

Ia juga meminta agar Kementerian Kesehatan segera mengambil tindakan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran ini dan memastikan bahwa setiap tenaga medis dapat bekerja tanpa adanya diskriminasi atau pelanggaran terhadap hak-hak mereka.

RS Medistra Sampaikan Permohonan Maaf

RS Medistra, Senin (2/9/2024), menyampaikan permohonan maafnya terkait dugaan pembatasan penggunaan jilbab bagi dokter dan perawatnya.

RS Medistra mempersilakan siapa pun yang ingin bekerja sama untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterima media pada hari yang sama. Berikut adalah isinya:

Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat isu diskriminasi yang dialami oleh salah seorang kandidat tenaga kesehatan dalam proses rekrutmen. Hal tersebut kini tengah dalam penanganan manajemen.

RS Medistra inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja sama untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Ke depan, kami akan terus melakukan proses kontrol ketat terhadap proses rekrutmen ataupun komunikasi, sehingga pesan yang kami sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak,”

Surat tersebut ditandatangani dr Agung Budisatria, MM, FISQua, direktur.

Sejarah dan Reputasi RS Medistra

Darti data yang dirangkum, RS Medistra, yang mulai beroperasi pada 28 November 1991, dikenal sebagai salah satu rumah sakit dengan standar internasional di Jakarta Selatan.

Rumah sakit ini memiliki 40 klinik rawat jalan dan melayani sekitar 90.000 pasien setiap tahunnya. Lima pusat keunggulan yang menjadi andalan rumah sakit ini adalah kardiovaskular, penyakit pencernaan & onkologi GI, ortopedi, ilmu saraf, serta penyakit tropis & infeksi.

Namun, di balik reputasi tersebut, RS Medistra juga pernah terlibat dalam beberapa kontroversi besar. Pada tahun 2004, rumah sakit ini dilaporkan atas dugaan malapraktik yang menyebabkan kondisi pasien memburuk.

Tuduhan lain terkait salah diagnosis dan dugaan malapraktik terhadap beberapa pasien terkenal, termasuk Sukma Ayu, juga sempat mencoreng nama baik rumah sakit ini.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...