Ternyata Anies Pernah Tawarkan Diri jadi Kader Partai tapi Ditolak, Mengapa?

Date:

Mantan Gubernur Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan sejak mulai terjun ke politik praktis hingga sekarang tidak pernah menjadi kader partai manapun. Anies konsisten independen, tapi partai-partai tertarik mengusung dia di kontestasi politik.

Misalnya, pada Pilkada Jakarta 2017, Anies yang tidak berpartai diusung oleh Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS juga mengusung Anies di Pilpres 2024 bersama dua partai lainnya, yaitu NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Anies yang independen apakah tidak pernah menawarkan diri menjadi kader salah satu partai? Dalam acara siniar milik Najwa Shihab, Anies mengaku pernah menawarkan diri sebagai kader salah satu partai yang mengusungnya di pilpres.

“Salah satu dari tiga partai pengusung ketika pilpres kemarin saya sampaikan bahwa karena saya sudah diusung makan saya siap untuk menjadi kader,” ungkap Anies dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Senin (2/9/2024).

Namun, para pimpinan partai pengusungnya justru tidak mengharuskan Anies masuk salah satu partai. Pasalnya, jadi kader ataupun tidak, Anies menyebut dia tetap diusung oleh partai-partai tersebut.

“Justru kalau Anda tidak jadi kader, maka tiga-tiga ini bisa mengusung leluasa tanpa beban, karena Anda bukan menjadi bagian dari salah satu,” tutur Anies menirukan ucapan pimpinan partai pengusungnya saat itu.

Menurut Anies, opsi menawarkan diri sebagai kader partai perlu dilakukan sebagai usaha memberikan dukungan kepada partai pengusung. Karena partai mengusung dia, maka Anies dukung partai tersebut dengan menjadi anggotanya.

“Tapi ternyata malah justru, sudahlah Anda jadi milik semua saja. Milik tiga-tiganya. Jangan milik salah satu sehingga Anda bisa pakai seragam tiga-tiganya. Bukan seragam satu saja,” kata Anies.

Kendati demikian, Anies mengakui bahwa partai politik adalah institusi untuk mengikuti kontestasi. Seseorang bisa mencalonkan kepala daerah bahkan presiden sekalipun harus melalui partai politik sebagai kendaraannya, meskipun melalui jalur independen pun terbuka.

Anies Dianggap Kutu Loncat

Selama terjun ke politik praktis, Anies pernah menjadi salah satu konvensi capres Demokrat tahun 2013. Kemudian Gerindra dan PKS di Pilkada Jakarta 2017, lalu NasDem, PKS, dan PKB di Pilpres 2017. Anies juga nyaris maju di Pilkada 2024 lewat PDI Perjuangan.

Melihat fakta tersebut, sebagian menganggap Anies kutu loncat, pindah-pindah partai untuk mendapatkan tiket pencalonan panggung politik. Apa kata Anies? 

Menurut pengakuan Anies, dia tidak pernah menawarkan diri untuk menjadi salah satu kandidat yang diusung oleh partai, melainkan diundang oleh partai untuk maju di kontestasi politik. 

“2013 saya diundang untuk mengikuti konvensi. Waktu itu saya juga termasuk berpandangan bahwa proses nominasi (capres) harus ada proses seleksinya,” kata Anies.

“Ketika Pilkada 2017, jelas saya dalam posisi diundang untuk ikut di last minute. Saya bukan menjadi bagian Gerindra ataupun PKS. Saya diundang menjadi calon dan saya terima undangan itu. Jadi posisinya saya mendapat undangan untuk ikut,” tambah mantan Mendikbud itu.

Pun saat pilpres. Anies mengaku dilirik oleh NasDem dan dideklarasikan sebagai bacapres pertama kali oleh partai tersebut. Posisi dia saat itu diundang, tidak pernah meminta NasDem untuk mengusungnya.

“Ketika pilpres kemarin dimulai dari Partai NasDem. Pak Surya Paloh melakukan langkah yang sangat berani pada waktu itu karena beliau mengundang saya untuk menjadi calon. Beliau menetapkan saya jadi calon. Belum ada calon lain. Dan konsekuensi dia menetapkan Anies sebagai calon, dia mengalami tekanan politik yang luar biasa,” ujar Anies. 

Anies Bakal Membentuk Partai Baru

Anies mengakui jika ingin tampil di panggung politik, maka harus masuk sebagai anggota partai. Akan tetapi, ia menilai partai-partai saat ini tersandera oleh penguasa, sehingga dia tidak bisa masuk ke partai tersebut.

“Kalau masuk partai, pertanyaannya, partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan? Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam, agak berisiko juga bagi yang mengusulkan. Jadi, ini adalah sebuah kenyataan. Jadi, kita lihat saja kedepannya,” ungkap Anies dikutip dari YouTube Anies Baswedan.

Ketimbang masuk partai, Anies cenderung ingin mendirikan ormas atau partai baru. Dia merasa semangat perubahan semakin hari makin besar. Menurut Anies, kekuatan tersebut perlu diwadahi dalam bentuk ormas maupun partai.

“Diperlukan menjadi gerakan, maka membangun ormas atau membangun partai baru mungkin itu jalan yang akan kami tempuh. Kita lihat sama-sama ke depan,” tutur Anies.

Anies berharap, dengan dibentuknya ormas atau partai politik baru dapat mewujudkan langkah-langkah konkret untuk mewadahi gerakan yang menginginkan Indonesia lebih setara, demokrasi yang lebih sehat, serta politik yang lebih mengedepankan kebijakan dan gagasan.

Penulis: Chairil Mustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...