Netanyahu Minta Maaf Pada Keluarga 6 Sandera Hamas yang Tewas

Date:

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan permohonan maaf ke keluarga enam sandera yang ditemukan tewas akhir pekan lalu. Keenam jenazah tawanan yang dieksekusi Hamas itu ditemukan di terowongan bawah tanah di Gaza.

“Hati saya dan hati seluruh bangsa ini hancur berkeping-keping,” ungkap Netanyahu dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip dari New York Post, Selasa (3/9/2024).

Pemimpin Israel tersebut menyatakan dirinya tengah terus bekerja keras mencapai kesepakatan demi membebaskan seluruh tawanan lain yang masih berada di tangan Hamas. Pernyataan ini dilontarkan di tengah maraknya kritik dan protes pada pemerintah akibat tewasnya para tawanan.

“Saya meminta maaf karena tidak berhasil membawa mereka kembali hidup-hidup. Kami hampir saja bisa melakukannya, tapi ternyata tidak berhasil,” ujarnya mengarah pada keluarga para tawanan.

Keenam tawanan tersebut adalah Hersh Goldberg-Polin (23), Ori Danino (25), Alex Lobanov (32), Carmel Gat (40), Eden Yerushalmi (24), dan Almog Sarusi (27). Seluruh tawanan tersebut diyakini ditembaki hingga meninggal sekitar dua atau tiga hari sebelum tubuhnya ditemukan oleh militer Israel.

Lima dari enam tahanan tersebut ditangkap di festival musik Nova saat serangan Hamas terjadi.

Permintaan maaf yang terbilang langka tersebut muncul setelah demonstrasi terbesar di negara tersebut terjadi. Aksi protes keras dilayangkan pada Netanyahu atas kegagalannya mencapai kesepakatan untuk menyelamatkan para tawanan.

Pada Senin waktu setempat Netanyahu menyatakan, dirinya terus berupaya mencari jalan keluar terbaik untuk mengembalikan seluruh warga Israel yang masih menjadi tawanan.

“Saya bersikeras mengembalikan jumlah maksimum sandera yang masih hidup,” tegasnya.

Mengutip Jerusalem Post, saat ini masih ada sekitar 66 warga yang menjadi sandera Hamas.

Dalam penjelasannya juga dibahas mengenai Koridor Philadelphi yang strategis, sebuah jalur sempit yang membentang sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir sepanjang 14,6 mil. Netanyahu menekankan, bahwa koridor tersebut tidak ada di atas meja perundingan dengan Hamas.

Israel sebenarnya telah menguasai wilayah tersebut pada  Mei. Koridor tersebut, yang lebarnya hanya sekitar 100 meter di beberapa tempat, dikenal dengan terowongan penyelundupan yang membentang antara Mesir dan Jalur Gaza yang digunakan Hamas untuk membangun persenjataannya sebelum melancarkan serangannya ke Israel tahun lalu.

“Saat Hamas memahami bahwa Israel tidak akan meninggalkan koridor tersebut, maka kita akan mencapai kesepakatan,” tegas Netanyahu.

 

Penulis: Amelie Fabiola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...