Indonesia kedatangan pemimpin Gereja Katolik dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus pada 3-6 September 2024. Kunjungan Paus ke negara mayoritas muslim terbesar kedua di dunia ini termasuk dalam agenda perjalanan apostolik ke Asia Pasific. Selain Indonesia, dia berkunjung ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Paus ke-266 itu akan melakukan sejumlah agenda di Jakarta. Diawali dengan pertemuan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), pertemuan dengan para tokoh antaragama di Masjid Istiqlal Jakarta, hingga memimpin Misa Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang bakal diikuti puluhan ribu umat Katolik.
Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia membawa misi perdamaian dan persaudaraan. Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, mengatakan bahwa persaudaraan lintas agama di Indonesia menjadi perhatian Paus Fransiskus. Kunjungannya ke Tanah Air untuk menghargai sekaligus mendorong agar persaudaraan antarumat beragama terjaga.
“Saya sering mendengar cerita mengenai ini, Paus ingin menghargai negara bangsa kita dan tentu saja komunitas lintas agama menghargai dan mendorong supaya persaudaraan seperti ini terus dirawat dan dikembangkan,” kata Ignatius Suharyo di gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2024).
Di samping itu, Ignatius mengungkapkan Vatikan ingin mempelajari Islam di Indonesia. Terlebih mayoritas penduduknya beragama Islam dan menjadi salah satu negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia.
“Secara khusus Vatikan ingin belajar banyak mengenai Islam di Indonesia. Oleh karena itu, sering kali kalau ada acara di Vatikan pemimpin-pemimpin Islam Indonesia banyak diundang dan diharapkan berbicara,” tuturnya.
Menurut Ignatius, dalam kacamata negara-negara Eropa termasuk Vatikan, Islam di Indonesia berbeda dengan Islam lainnya di negara-negara Timur Tengah. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor menarik Paus Fransiskus melawat ke Tanah Air.
“Karena Islam di Indonesia itu berbeda dibandingkan dengan Islam yang di Pakistan, atau yang di Timur Tengah. Jadi itu menarik untuk saudara kita di Eropa, khususnya untuk Vatikan, yang mempunyai perhatian yang istimewa kepada komunitas agama,” lanjutnya.
Simbol Persahabatan dan Dialog Umat Beragama
Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas menilai kunjungan Paus Fransiskus ke Tanah Air sebagai simbol persahabatan dan dialog antarumat beragama di Indonesia.
“Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dianggap sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Vatikan dan menjadikan Indonesia sebagai barometer kehidupan beragama yang rukun dan damai,” katanya Yaqut, Jumat (19/7/2024) lalu, dikutip dari kemenag.go.id.
Yaqut berharap kedatangan pemimpin Gereja Katolik dunia itu bisa menginspirasi semua pihak bahwa setiap agama mengajarkan kasih sayang. Tak hanya umat Katolik, tapi juga umat agama lainnya di Indonesia yakni Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Penulis: Chairil Mustami


