Lubang Besar Telan Turis Wanita dan Mobil, Apa Itu Sinkhole dan Apakah Terjadi di Indonesia?

Date:

Beberapa waktu lalu, kemunculan sinkhole atau lubang besar di Kuala Lumpur, Malaysia menjadi perhatian publik. Bagaimana tidak, sinkhole tersebut menelan seorang turis wanita asal India, Vijayalakhsmi (48).

Dalam video yang beredar, turis itu sedang berjalan bersama rekannya sesama warga India area jalan masjid India di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, tiba-tiba jalan amblas dan langsung membuanya jatuh ke lubang, Jumat (23/9/2024).

Anehnya, turis India itu belum ditemukan dalam pencarian selama sepekan. Akhirnya pencarian dihentikan oleh SAR Malaysia pada 31 Agustus 2024.

Di lokasi yang sama, hanya berjarak sekitar 50 meter dari titik sinkhole pertama, muncul lagi lubang amblas pada 28 Agustus 2024. Kemunculan dua sinkhole itupun menjadi topik hangat bahkan hingga beberapa waktu kemudian.

Terlebih, pada 29 Agustus kembali muncul sinkhole lebih besar. Kali ini sinkhole menelan sebuah mobil berpenumpang dua orang, di Seoul, Korea Selatan.

Beruntung, kedua penumpang yang sudah lanjut usia itu selamat. Hanya saja, keduanya mengalami luka-luka.

Fenomena sinkhole sebenarnya bukan hal baru. Namun, sebagian besar masyarakat minim dengan pengetahuan tentang fenomena alam yang dianggap janggal ini.

Pertanyaannya kemudian, apa itu sinkhole dan apakah terjadi di Indonesia?

Apa itu Sinkhole?

Sinkhole di Seoul yang menelan mobil. (X.com @MothershipSg)

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Yogi Adi Prasetya,ST,.,M.Sc menjelaskan, Sinkhole adalah fenomena geologi berupa lubang besar yang tiba-tiba muncul di permukaan tanah akibat tanah yang runtuh ke dalam rongga bawah tanah.

Sinkhole bisa muncul secara alami atau dipicu oleh aktivitas manusia. Fenomena ini sering terjadi di daerah dengan lapisan batuan yang larut oleh air, seperti batu gamping atau dolomit (CaCo3)

“Proses pelarutan batuan oleh air tanah menyebabkan terbentuknya rongga bawah tanah yang lambat laun membesar, hingga akhirnya tanah di atasnya tak lagi mampu menahan beban dan runtuh,” jelasnya, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (10/9/2024).

Penyebab Terjadinya Sinkhole
Yogi yang juga ahli Gunung Api dari Fakultas Teknik Unsoed menjelaskan bahwa secara umum, sinkhole terjadi akibat erosi bawah tanah yang menggerus lapisan batuan hingga terbentuk rongga.

Beberapa penyebab utama sinkhole adalah pelarutan batu gamping, dolomit, atau batu kapur oleh air yang bersifat asam. Di daerah karst, air hujan yang meresap ke dalam tanah membawa partikel asam karbonat yang menyebabkan batuan di bawah permukaan larut secara bertahap.

“Pelarutan ini membentuk gua atau rongga, dan seiring waktu, tanah di atas rongga tersebut dapat ambruk,” jelas alumni S2 di Kyushu University, Fukuoka, Jepang, ini.

Aktivitas manusia seperti penambangan, pengeboran, atau konstruksi bangunan juga dapat memicu terbentuknya sinkhole jika merusak struktur bawah tanah. Di samping faktor geologi, perubahan iklim, dan cuaca ekstrem seperti hujan lebat berkepanjangan dapat mempercepat proses terbentuknya sinkhole.

“Peningkatan volume air yang masuk ke tanah bisa mempercepat pelarutan batuan dan memperlemah struktur tanah, sehingga tanah runtuh lebih cepat,” ujarnya,

Apakah Sinkhole Terjadi di Indonesia?

Sinkhole di Kuala Lumpur, Malaysia yang menelan turis wanita India. (X.COM @NeelimaEaty

Yogi yang juga Anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia mengatakan, Indonesia memiliki beberapa daerah yang rentan terhadap pembentukan sinkhole, terutama di kawasan karst.

Salah satu contoh yang terkenal adalah kawasan Karst Gunung Kidul, Yogyakarta. Di sini, tanah terdiri dari batuan gamping yang rentan larut oleh air tanah.

Pada tahun 2017, sebuah sinkhole besar muncul di dekat permukiman penduduk di Gunung Kidul, menyebabkan tanah amblas hingga beberapa meter dalamnya.

Kasus sinkhole juga pernah dilaporkan di daerah lain seperti Pacitan, Jawa Timur, yang juga memiliki karakteristik geologi karst.

Antisipasi Jika Terjadi Sinkhole
Dengan mencegah terbentuknya sinkhole secara alami memang sulit, namun ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk meminimalisir risiko dan dampaknya:

Pertama, pemetaan geologi sangat penting untuk mengetahui daerah-daerah rawan sinkhole. Daerah yang berpotensi tinggi harus diwaspadai dan penggunaan lahan di atasnya sebaiknya diatur dengan cermat.

Kedua , perbaikan sistem drainase bisa mencegah erosi bawah tanah yang terlalu cepat. Ketiga, masyarakat juga perlu diberi pemahaman tentang tanda-tanda awal terbentuknya sinkhole, seperti retakan di tanah atau bangunan, perubahan pada permukaan tanah, dan pohon atau tiang yang tampak miring.

“Jika tanda-tanda ini muncul, segera laporkan kepada pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut,” kata Yogi.

Yogi menjelaskan, fenomena sinkhole merupakan ancaman alam yang tak bisa diremehkan, terutama di daerah dengan batuan karst seperti Indonesia.

Yogi berharap, dengan pengetahuan yang tepat dan langkah antisipatif, dampak buruk dari sinkhole dapat diminimalisir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...