Bambang Wuryanto, yang dikenal dengan julukan ‘Bambang Pacul’ memperkenalkan istilah ‘korea-korea’ untuk menggambarkan individu dengan semangat dan tekad luar biasa untuk melenting dari kondisi sosial-ekonomi yang kurang menguntungkan menuju posisi yang lebih tinggi.
Dalam sebuah tulisannya, Bambang Pacul pernah mengisahkan, istilah ini awalnya merujuk pada pasukan Jepang dari Korea yang dikenal karena militansi mereka meskipun tidak memiliki fisik yang mengesankan.
Dalam konteks politik Bambang Pacul, ‘korea-korea’ mengacu pada orang-orang yang memiliki strategi dan keberanian untuk mencapai tujuan sosial dan politik mereka.
Masih dalam tulisannya, menurut dia, para ‘korea’ memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan preman. Sementara preman sering kali menggunakan kekuatan fisik dan intimidasi untuk mendapatkan kekuasaan, ‘korea’ mengandalkan strategi, pengalaman, dan jaringan dukungan untuk melenting ke atas. Mereka membangun kenyamanan dan dukungan di sekitar mereka, serta menggunakan pengetahuan praktis untuk mencapai posisi sosial yang lebih tinggi.
Bambang Pacul sebagai Ketua Tim Pemenangan Andika Perkasa-Hendi
Dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah 2024, dua pasangan calon mencuri perhatian, Ahmad Luthfi-Taj Yasin dan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi). Di kubu Andika-Hendi, Bambang Pacul yang menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, telah ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan.
Menurut Juru Bicara PDI Perjuangan, Chico Hakim, penunjukan Bambang Pacul sebagai Ketua Tim Pemenangan bertujuan untuk memanfaatkan kedekatannya dengan masyarakat Jawa Tengah. Hal ini diharapkan dapat memudahkan dalam menjaring pemilih. Chico juga menyebutkan bahwa Pacul dipilih untuk mempermudah koordinasi dengan seluruh kader di bawah.
Chico menambahkan bahwa PDI Perjuangan akan memaksimalkan seluruh infrastruktur partai untuk mendukung kemenangan Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi di Pilgub Jawa Tengah.
“Karena kedua kandidat kita adalah kader partai, maka kita akan memanfaatkan semua sumber daya partai untuk meraih kemenangan,” ujar Chico di Jakarta pada Selasa, 10 September 2024.
Posisi ini memanfaatkan pengalaman dan filosofi ‘korea-korea’ Pacul dalam mengelola kampanye politik. Sebagai Ketua Tim, Pacul fokus pada pengorganisasian yang efektif, memanfaatkan jaringan luas dan pengalaman politiknya untuk mengoordinasikan berbagai elemen tim pemenangan. Pendekatan ini mencakup mobilisasi dukungan yang strategis dan pengambilan risiko yang berani.
Dengan menghadapi koalisi lawan yang kuat seperti pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin yang didukung oleh sejumlah partai besar, Pacul menerapkan strategi berani dan inovatif.
Dia seharusnya berusaha memaksimalkan kekuatan PDIP dengan pendekatan yang adaptif dan proaktif. Mampukah berbekal filosofi ‘korea’ yang diterapkan membantu dalam memperkuat posisi Andika-Hendi, memungkinkan tim pemenangan untuk menghadapi tantangan politik dengan lebih efektif.
Dampak dan Implikasi dalam Pilgub
Penerapan filosofi ‘korea-korea’ oleh Bambang Pacul bisa jadi memiliki dampak signifikan dalam Pilgub Jawa Tengah. Strategi yang diterapkan membantu dalam memperkuat posisi pasangan Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi di tengah persaingan ketat. Filosofi ini mempengaruhi cara tim pemenangan menarik dukungan pemilih dan merancang strategi kampanye.
Istilah ‘korea-korea’ yang dipopulerkan oleh Bambang Pacul menawarkan wawasan mendalam tentang strategi politik dan filosofi yang diterapkan dalam Pilgub Jawa Tengah 2024. Dalam perannya sebagai Ketua Tim Pemenangan, Pacul setidaknya bakal menerapkan prinsip-prinsip ini untuk menghadapi tantangan politik dan memaksimalkan kekuatan PDIP.
Filosofi ini mencerminkan dinamika politik modern di Indonesia, di mana strategi, keberanian, dan jaringan dukungan memainkan peran kunci dalam mencapai kesuksesan.
Penulis: Purba Handayaningrat


