Polemik Pemasangan Chattra di Candi Borobudur

Date:

Rencana pemerintah untuk memasang Chattra di Candi Borobudur, yang awalnya dijadwalkan pada 18 September 2024, kini menuai banyak kritik dan jadi polemik. Tagar #PrayForBorobudur mendominasi media sosial, dengan banyak pegiat dan komunitas sejarah di Indonesia mengekspresikan kekhawatiran mereka.

Untuk diketahui, Chattra merupakan ornamen berbentuk payung bertingkat, direncanakan akan dipasang di puncak stupa utama Candi Borobudur sebagai bagian dari upaya untuk mengoptimalkan destinasi pariwisata super prioritas dan memperkuat sisi spiritual candi tersebut.

Menurut Supriyadi, Direktur Jenderal Bimas Buddha Kemenag, pihaknya sedang menyusun Dokumen Rencana Detail Engineering Design (DED) untuk pemasangan Chattra.

“Setidaknya pada tanggal 1 September sudah bisa dilakukan studi teknis atas chattra di lokasi, dimana batu-batu atau bahan material yang akan digunakan dapat disepakati bentuk dan materialnya oleh umat Buddha Indonesia,” ujarnya, awal september lalu.

Menteri Agama Yaqut Cholil Coumas adalah pengusul awal pemasangan Chattra. Dalam pernyataannya, Yaqut menekankan bahwa pemasangan Chattra bertujuan untuk memperkuat sisi spiritual Candi Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha.

“Pemasangan Chattra ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan penghormatan yang lebih pada nilai-nilai spiritual Candi Borobudur. Kami percaya bahwa ini akan memperkaya pengalaman spiritual pengunjung,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Tanggapan Menparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengakui adanya berbagai aspirasi dan kritik terhadap rencana pemasangan Chattra.

“Saya sudah menerima aspirasi dari masyarakat. Semua aspirasi harus didengar. Hari ini akan rapat yang dipimpin Menko Marves, Pak Luhut, untuk membahas itu semua,” kata Sandiaga di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Selasa (11/9).

Sandiaga juga menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek spiritualitas dalam pengembangan Candi Borobudur. Ia menargetkan 42% umat Buddha di Asia Tenggara bisa berkunjung ke Candi Borobudur setiap tahunnya.

Kritikan dari Kalangan Akademisi dan Arkeolog

Candi Borobudur (Foto: Ant)
Candi Borobudur (Foto: Ant)

Beberapa akademisi dan arkeolog mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait pemasangan Chattra di Candi Borobudur. Mereka menilai bahwa pemasangan ornamen tersebut mungkin tidak sesuai dengan prinsip konservasi cagar budaya yang ada.

Tagar #PrayForBorobudur yang viral di media sosial mencerminkan ketidaksetujuan publik dan kalangan ilmiah.

Dr Rina Arifin, seorang arkeolog dari Universitas Gadjah Mada, mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana pemasangan Chattra tersebut.

“Pemasangan Chattra di Candi Borobudur berpotensi merusak keaslian struktur candi. Chattra tidak hanya harus diperiksa dari segi teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap integritas arkeologis candi tersebut,” ujar Dr Rina Senin (9/09)
.
Sementara itu, Prof. Agus Prabowo, seorang ahli cagar budaya dari Institut Teknologi Bandung, menyatakan bahwa Candi Borobudur adalah situs warisan dunia yang sangat bernilai.

Setiap perubahan yang dilakukan harus melalui kajian mendalam dan mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak, termasuk UNESCO.

“Kita tidak boleh sembarangan menambahkan elemen yang mungkin tidak sesuai dengan karakteristik asli candi,” kata Prof Agus.

Penundaan dan Kajian Teknis

Juru Bicara Kemenag RI, Sunanto, mengumumkan bahwa pemasangan Chattra ditunda untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai autentisitas dan kelayakan material. Sunanto menjelaskan:

“Berdasarkan hasil kajian teknis yang komprehensif, ditemukan bahwa kondisi material chattra ada yang tidak utuh. Kami memerlukan tahapan yang harus dikoordinasikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Kamis (12/09).

Kemenag RI menetapkan tujuh langkah strategis untuk mengatasi penundaan ini. Langkah-langkah tersebut meliputi penyusunan dokumen rencana kegiatan adaptasi, komunikasi dengan pemangku kepentingan, dan permohonan izin adaptasi dari UNESCO serta Kemendikbudristek.

Sunanto menambahkan bahwa langkah-langkah ini ditargetkan untuk diselesaikan dalam satu tahun ke depan agar pemasangan Chattra dapat dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis:Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...