Eks-Dubes Polandia Galau Timnas Penuh Pemain Naturalisasi, Warganet hingga Arya Sinulingga Malah Bilang Begini

Date:

Pengusaha dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter Gontha mengunggah kegalauan hatinya melihat Tim Nasional (Timnas) Indonesia di akun Instagram pribadinya, @petergontha. Kegalauan itu merujuk pada line up ketika Timnas melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Australia.

Dari 11 pemain starter, terdapat sembilan pemain naturalisasi dan menyisakan dua orang yang memang asli ber-KTP Indonesia.

Untuk membantu ingatan, dalam laga versus Australia Starting XI Indonesia adalah: Maarten Paes, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner; Sandy Walsh, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk; Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Marselino Ferdinan.

Susunan line up ini pula yang diunggahnya di postingan lainnya, dilengkapi dengan foto para pemain.

“Saya sungguh Galau, saya akan posting status yang akan membuat follower saya marah, tapi tidak apa saya ambil risiko ini, karena saya mau menjaga martabat bangsa saya,” tulis Peter, dikutip Kamis (12/9/2024).

Unggahan ini disusul dengan sejumlah pertanyaan retoris yang tampaknya mewakili kegundahan hatinya.

1. Apakah anda cinta PSSI? (saya cinta)
2. Apakah anda cinta bangsa? (saya cinta)
3. Apakah anda tidak malu lihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? (Saya malu).
4. Apakah kita bangsa besar? (saya rasa demikian)
5. Apakah anda tau bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor, nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka?(saya tau)
6. Apakah mereka mau membuang tunjangan sosial mereka dinegara nya begitu saja? (saya rasa tidak).
7. Apakah menurut anda tidak lebih baik membina pemain kita dari muda (SD s/d Dewasa)?( saya rasa demikian)
8. Apakah tidak lebih baik kalah dengan terhormat dari pada Menang atau seri dengan cara yang merendahkan martabat bangsa?(saya malu).

“Saya marah karena di ejek oleh seorang teman asing saya, yang saya usir dari kantor saya karena mencemoohkan PSSI!

Semoga saya mendapat tanggapan yang baik, tidak emisional, marilah kita tidak dibohongi atau
Membohongi diri kita sendiri dengan keadaan PERSEPAKBOLAAN kita yang palsu.

Salam, MERDEKA. Semoga pemerintahan pak Prabowo dapat menghilangkan kebohongan dan kepalauan ini!!!,” demikian ditulis Peter Gontha.

Respons Warganet

Unggahan Peter Gontha di IG tentang kegalauannya dengan wajah timnas. (Foto: Tangkapan Layar IG @petergontha)

Unggahan Peter Gontha ini lantas viral dan diunggah ulang oleh sejumlah akun lainnya. Salah satunya di media sosial X. Semisal @Indostransfer.

Unggahan @Indotransfer menuai perhatian warganet. Netizen terbagi menjadi dua kubu, yang tak sependapat dengan Peter Gontha dan merasakan kekhawatiran serupa.

Beberapa akun lainnya lebih mengambil jalan aman dengan menilai meningkatnya prestasi timnas, alih-alih memperhatikan susunan line up.

Otomatis. Saya lebih malu pemain lokal kita mentok AFF puluhan tahun,” tulis @0xprtma

Ngapain harus malu di saat elit elit ga punya malu, selama hal itu pantas, dan plis stop kasian mereka yang udah rela milih membela indo tapi di anggap asing. caper kon***,” respons @hailoenih.

layak dikatain caper, karena pas era kegelapan dia ga pernah komentar apa2 tentang grassroot. kalau sekedar berkomentar yg mudah aja ga dia lakuin, apalagi mau menjalankan aksi nyata (bikin SSB, akademi, dan semacamnya),” kata @gasolineee14.

Di luar yang kontra dengan Peter Gontha, ada pula yang sependapat dan sepertinya merasakan keresahan yang sama.

Bener juga si keresahaan nya. Kita sebenernya juga harus fokus ke pembinaan pemain usia muda target berjangka pssi. Program abroad blue print masa depan. Terus sembri naturalisasi pemain jadi tambah komplit. Dari pemain lokal tambah bagus ditambah naturalisasi, pasti tambah gacor,” tulis @ruditattara.

Ada pula akun @brjdOfficial yang menganggap kekhawatiran Peter Gontha cukup beralasan. “Ini kekhawatiran yg berdasar kok… Kita tentu sangat boleh untuk melakukan naturalisasi diaspora… Tapi kita gatau kan sampai kapan pool diaspora bakal terus ada… Mau nyuruh orang sini rame2 nikah ama bule? Emang pas mereka punya anak bakal jadi pemain bola semua? Kan kagak,” tulis dia.

Respons Arya Sinulingga

Arya Sinulingga dengan dua pemain timnas naturalisasi, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. (IG @arya.m.sinulingga)

Anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga turut menjawab pernyataan kontroversial yang dikeluarkan oleh Peter Gontha. Arya mengaku bingung dengan respons orang-orang yang tak mendukung.

“Kita ini bingung ya ketika timnas kita berjuang hasilnya baik, membawa merah putih, semuanya bersatu rakyatnya mendukung, bisa dilihat tuh antusias rakyat juga besar karena Timnas merah putih kita bisa berkibar , rasa kebangsana kita juga besar. Eh ada aja orang yang berusaha untuk menggembosinya gitu dan dengan isu yang kadang-kadang tidak jelas, kok bisa seperti itu terjadi,” kata Arya Sinulingga, yang juga Stafsus Menteri BUMN, Erick Thohir.

Soal pemain naturalisasi, Arya Sinulingga menjelaskan bahwa mereka mempunyai darah Indonesia. Mereka juga sudah melalui proses naturalisasi dan mendaftarkan ke FIFA untuk perpindahan federasi dari negara sebelumnya. Ia pun bingung ada yang mempertanyakan soal pemain naturalisasi.

“Saya jelaskan nih yang pasti pemain diaspora tuh mereka itu punya darah Indonesia, bahkan ada bapak atau Ibunya itu orang Indonesia asli kok bisa-bisa mempertanyakan mereka gitu dan kebangsaan mereka. Mereka sudah kita urus sesuai dengan hukum kita, mereka mendapatkan kewarganegaraan kemudian mereka juga kita bawa nih ke FIFA pindah federasi dari negara asalnya menjadi federasi Indonesia,” ujar Arya.

Soal paspor yang jadi pertanyaan, Arya memastikan bahwa para pemain naturalisasi hanya mempunyai satu paspor yaitu Indonesia.

Sedangkan soal generasi pemain Timnas Indonesia, Arya juga menyinggung pembinaan Timnas kelompok usia Indonesia yang sudah berjalan dengan baik dan banyak menorah prestasi.

“Ada tadi tanya paspornya? dan yang pasti ketika masih Indonesia mereka pakai paspor Indonesia dan ketika keluar mereka juga pakai paspor Indonesia. Sudahlah, tidak usah bawa kontroversi yang tidak benar gitu,” ujar Arya.

“Kalau dibilang bahwa masalah pembinaan usia dini, hei lihat Timnas U-16 kita itu gimana kemarin di Bandung, kemudian U-19 kita jura AFF. Artinya ini rekreasinya bagus, U-23 kita itu pun sampai ke semifinal bahkan sampai main ke Paris untuk play off Olimpiade,”

“Pastinya tahapan muda sampai senior ini berjalan. Jadi tolong ayo kita bangga dengan timnas kita, bangga dengan merah putih, jangan cari alasan dan mengaburkan sesuatu yang sudah baik bagi bangsa kita,” kata Arya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...