Tensi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2024 makin meningkat seturut dekatnya masa penetapan pasangan calon. Terlebih, kini muncul tagar “Jateng Butuh Rambo Bukan Sambo” telah menjadi sorotan utama di media sosial.
Tagar ini muncul seiring dengan persaingan ketat antara dua pasangan calon gubernur: Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).
Di platform media sosial X, misalnya, akun @ch_chotimah2 menunjukkan dukungannya dengan cuitan berisi, “Maaf permisi lagi, mas Rambo mau lewat, Sambo minggir dulu. Karena Jateng butuh Rambo bkn Sambo. Bersama Andika-Hendi Jateng perkasa.“.
Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa Andika Perkasa, yang dikenal sebagai figur kuat dan berkarakter diasosiasikan seperti Rambo, dianggap lebih cocok untuk memimpin dibandingkan Ahmad Luthfi yang dikaitkan dengan Sambo—sebutan untuk Ferdy Sambo, yang dianggap kurang sesuai dengan ekspektasi publik.
Tak kalah menarik, akun @WagimanDeep212_ menambahkan video yang menunjukkan pertemuan antara Jokowi dan Ahmad Luthfi di sebuah warung, disertai kepsyen, “Pura-pura wawancara media, pura-pura ketemu di warung. Segala macam settingan seperti ini rakyat susah hapal.. Jateng tetep Rambo bukan Sambo!”
Cuitan akun lain, @Aryprasetyo85, juga ikut berkomentar dengan menulis, “Kami butuh sosok Rambo bukan sosok Sambo. Kami lebih percaya TNI daripada Polisi! Kita Butuh Komandan Korea Untuk Memenangkan Pertarungan Di Pilkada Jateng “.
Tampaknya akun-akun tersebut berusaha memengaruhi preferensi publik terhadap sosok yang dianggap lebih berwibawa dalam kontestasi ini.
Padahal asosiasi ke salah satu pihak, terlebih negatif, sebenarnya tak diperkenankan secara etik politik maupun kampanye.
Respons Komunitas Santri
Ketua Umum Barisan Santri Indonesia (BSI), Ahmad Mudlor Ihsan, menanggapi perdebatan ini dengan mengimbau masyarakat, khususnya para santri dan pondok pesantren, untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang.
“Jangan ikut-ikutan memprovokasi dengan isu-isu yang berkembang, terutama soal perang Rambo melawan Sambo,” ujarnya saat menghadiri acara di GOR Manunggal Jati Semarang, baru-baru ini.
Gus Mudlor juga menyatakan bahwa mengaitkan Ahmad Luthfi dengan Fredy Sambo adalah hal yang aneh dan tidak relevan.
“Tidak ada perang jenderal. Tidak ada Sambo, Pak Luthfi ya Pak Luthfi bukan Sambo,” tegasnya.
Pertarungan kata-kata ini menunjukkan betapa dinamisnya politik menjelang Pilgub Jateng, dengan berbagai pihak berusaha mempengaruhi opini publik menjelang pemilihan yang semakin mendekat.
Penulis: Purba Handayaningrat


