5 Miliar Penduduk Bumi Kekurangan Gizi

Date:

Para peneliti kesehatan mengungkap fakta mengejutkan tentang malnutrisi yang terjadi secara global. Miliaran penduduk bumi di seluruh dunia kurang gizi atau nutrisi. Mereka tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral penting dalam makanan mereka.

Melansir laman studyfinds.org, Senin (16/9/2024), ‘kelaparan tersembunyi’ melanda lebih dari dua pertiga penduduk dunia di mana beberapa nutrisi krusial bagi tubuh tidak terpenuhi. Hal ini dapat memicu berbagai penyakit serius menyerang tubuh.

Tim peneliti yang dipimpin para ahli dari Harvard TH Chan School of Public Health dan University of California-Santa Barbara, menganalisa data menu makanan dari 185 negara yang mencakup 99,3% populasi global. Para peneliti memotret fakta yang mengerikan tentang malnutrisi di seluruh dunia.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan, sebanyak lebih dari lima miliar penduduk dunia tidak mendapatkan cukup iodine, vitamin E, atau kalsium dari menu makannya.

Sementara itu, hampir lima miliar penduduk dunia tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup bagi tubuh. Sebagai tambahan, lebih dari 4 miliar orang kekurangan riboflavin, folat, dan vitamin C yang cukup.

Angka-angka ini mewakili proporsi yang mengejutkan dari populasi global. Sebanyak 68% dari penduduk bumi kekurangan yodium, 67% kekurangan vitamin E, dan 66% kekurangan kalsium. Sedangkan, kekurangan zat besi, yang mempengaruhi 65% orang di seluruh dunia, terbilang sangat memprihatinkan karena merupakan penyebab paling umum dari anemia, yang dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan gangguan fungsi kognitif.

Studi yang dipublikasikan The Lancet Global Health ini memberikan kisaran global pertama yang komprehensif mengenai konsumsi mikronutrien yang tidak memadai pada penduduk bumi. Mikronutrien, yang mencakup berbagai vitamin dan mineral, sangat penting untuk fungsi tubuh yang baik, kesehatan sistem kekebalan tubuh, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bahkan kekurangan kecil pun dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup. Para peneliti berharap penemuannya dapat menjadi ‘wake up call’ bagi para pemangku kebijakan dan lembaga-lembaga kesehatan terkait.

 

Penulis: Amelie Fabiola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...