Ribuan pager dan walkie-talkie milik anggota Hizbullah meledak secara bersamaan selama dua hari berturut-turut di Lebanon pekan ini. Ledakan pager yang pertama menewaskan sedikitnya 12 orang dan membuat ribuan orang terluka.
Melansir laman The Guardian, Jumat (20/9/2024), serangan lanjutan berupa ledakan walkie-talkie di hari berikutnya turut menewaskan 14 orang dan membuat 450-an orang mengalami luka. Ledakan bertubi-tubi tersebut merupakan pelanggaran keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Rumah sakit di seluruh Lebanon kewalahan dengan masuknya pasien setelah serangan pager Selasa pekan ini. Sebuah rumah sakit terbuka bahkan didirikan di lapangan kota Tirus untuk menampung korban luka.
Hizbullah menyalahkan Israel atas kejadian tersebut dan berjanji membalas serangan itu. Israel menolak berkomentar mengenai ledakan tersebut, meski serangan terjadi hanya beberapa jam setelah militer Israel mengumumkan akan memperluas tujuannya dalam perang yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober itu.
Israem menegaskan perjuangannya melawan Hizbullah di sepanjang perbatasan dengan Lebanon. Meski belum jelas siapa pelaku dari rangkaian ledakan tersebut, berikut tiga fakta mengenai ledakan pager dan walkie-talkie anggota Hizbullah:
1. Bagaimana pager dan walkie-talkie meledak?
Sejumlah bahan peledak ditanam di dalam 5 ribu pager baru yang dipesan oleh Hizbullah untuk para anggotanya. Badan intelijen Israel bertanggung jawab.
“Mossad menyuntikkan sesuatu berupa bahan peledak yang dapat menerima kode pada perangkat tersebut. Sangat sulit untuk mendeteksinya melalui cara apa pun. Bahkan dengan perangkat atau pemindai apa pun,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sumber keamanan lain mengatakan, bahan peledak seberat 3 gram telah disembunyikan di perangkat baru itu dan tidak terdeteksi oleh Hizbullah selama berbulan-bulan. Saat pager menerima kode tertentu, saat itulah bahan peledak di seluruh pager aktif dan meledak bersamaan.
Buktinya dapat dilihat melalui rekaman CCTV, para korban tengah mengecek pesan saat pager meledak.
2. Darimana pager berasal?
Hizbullah memesan 5.000 pager yang dipasarkan oleh perusahaan Gold Apollo yang berbasis di Taiwan dan perangkat baru inilah yang meledak. Sumber lain menyebutkan, pager ini sudah berbulan-bulan dibawa ke Lebanon.
Analis di kelompok intelijen Bellingcat juga mengidentifikasi pager tersebut berasal dari Gold Apollo. Sumber lain menyebutkan, pager yang meledak berkaitan dengan pengiriman yang baru-baru ini diimpor oleh Hizbullah dan tampaknya telah disabotase dari sumbernya.
Tidak ada indikasi Gold Apollo yang berbasis di Taiwan menyadari bahwa perangkatnya telah diretas. Pendiri perusahaan tersebut, Hsu Ching-kuang, mengatakan kepada wartawan, pager yang digunakan dalam serangan itu tidak diproduksi oleh Gold Apollo tetapi oleh BAC Consulting, sebuah perusahaan yang berbasis di Hungaria yang memiliki hak untuk menggunakan merek perusahaan Taiwan tersebut.
“Saya tidak membuat pager. Saya hanyalah perantara,” bantah Kepala Eksekutif BAC Cristiana Bársony-Arcidiacono.
3. Kenapa Hizbullah masih menggunakan pager?
Pager adalah perangkat nirkabel kecil yang dapat menerima dan mengirim pesan, tapi tidak dapat melakukan panggilan. Populer pada tahun 1980an dan 90an, penggunaannya dengan cepat menurun pada awal 2000an seiring dengan munculnya telepon seluler.
Hizbullah dikenal menggunakan perangkat berteknologi rendah untuk berkomunikasi karena, tidak seperti telepon seluler, perangkat tersebut dapat menghindari pelacakan lokasi dan pemantauan oleh intelijen Israel.


