Industri teknologi penting Taiwan tanpa disadari telah ikut terseret ke dalam politik Timur Tengah setelah terungkap bahwa ribuan pager yang digunakan untuk membunuh anggota kelompok Hizbullah diproduksi dengan menggunakan merek perusahaan Taiwan. Meski begitu, perusahaan teknologi Taiwan Gold Apollo membantah pihaknya yang memproduksi pager model AR-924 yang meledak secara massal di Lebanon.
Melansir laman Al Jazeera, Kamis (19/9/2024), perusahaan tersebut mengatakan, pager tersebut dibuat oleh perusahaan Eropa bernama BAC melalui sebuah kesepakatan lisensi.
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan tersebut menjelaskan, sesuai perjanjian, Gold Apollo memberi wewenang kepada BAC untuk menggunakan merek dagangnya untuk penjualan produk di wilayah tertentu. Namun desain dan pembuatan produk tersebut sepenuhnya ditangani oleh BAC.
“Kami hanya memberikan otorisasi merek dagang dan tidak terlibat dalam pembuatan desain produk ini,” tambah perusahaan tersebut.
Kementerian Bidang Perekonomian Taiwan mengatakan pihaknya tidak memiliki catatan ekspor langsung perangkat tersebut ke Lebanon dan pager tersebut mungkin telah dimodifikasi setelah produksi. Kementerian Luar Negeri Taiwan tidak segera menanggapi permintaan komentar atas ledakan pager yang telah melukai ribuan orang di Lebanon itu.
Tak berbeda, Israel juga menolak berkomentar meski Hizbullah menuding negaranya yang menjadi dalang dibalik serangan tersebut. Para analis di Taiwan menyatakan ragu jika pemerintah Taiwan atau Gold Apollo bersedia berpartisipasi dalam serangan tersebut.
Namun, insiden ini tetap mengundang perhatian yang tidak menyenangkan bagi Taiwan dan industri teknologinya yang terkenal secara global. Taiwan dikenal sebagai produsen sebagian besar semikonduktor yang digunakan untuk menggerakkan hampir semua perangkat elektronik di seluruh dunia.
Seorang profesor di Universitas Sains dan Teknologi Nasional Taiwan Jhy-Chern Liu, mengaku sangat terkejut mendengar berita tersebut dan penduduk di pulau tersebut khawatir.
“Meskipun Taiwan sangat dekat dengan AS dalam segala aspek, saya tidak yakin ada perusahaan di Taiwan yang terlibat dalam plot mematikan seperti ini, mengingat Taiwan adalah masyarakat terbuka dengan demokrasi penuh. Ide seperti ini tidak mungkin dan tidak akan pernah terpikirkan,” bantah Liu.
Ia juga yakin perusahaan Gold Apollo akan menjadi sangat tidak profesional jika memang terlibat.
Profesor hukum teknologi di National Taiwan Ocean University Yachi Chiang menyatakan hal serupa. Meskipun Taiwan kemungkinan besar tidak terlibat langsung, insiden ini tetap menimbulkan pertanyaan yang tidak menyenangkan bagi industri teknologi Taiwan di masa depan, mengingat pentingnya hal ini bagi rantai pasokan global.
“Insiden ini merupakan pelajaran besar dan penting untuk industri teknologi Taiwan,” katanya.
Pengungkapan ini juga membawa dampak perang di Gaza hingga ke Taiwan. Padahal selama ini, Taiwan biasanya menjaga jarak dari konflik global dan kontroversi geopolitik kecuali dalam kasus yang melibatkan China.
Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, Taiwan tetap bungkam mengenai jumlah kematian warga Palestina, meskipun ikut mengecam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,namun keduanya memiliki hubungan dekat dengan AS.
Meskipun Taipei adalah salah satu negara yang paling terisolasi secara diplomatis di dunia dan hanya memiliki 12 sekutu resmi, pengaruh globalnya sangat besar berkat industri teknologinya yang kuat.
Penulis: Amelie Fabiola


