Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat pada 19-22 September 2024. Sepanjang acara berlangsung, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus presiden RI terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto tidak hadir.
Desas-desus bahwa PKS mulai disingkirkan dari koalisi meruap dengan ketidakhadiran Prabowo. Namun, petinggi PKS membantah.
Pelaksana Harian (Plh) Presiden PKS, Ahmad Heryawan buka suara mengenai absennya Prabowo di acara partainya. Pria yang akrab disapa Aher itu membantah jika ketidakhadiran Prabowo sebagai tanda mulai disingkirkan dari koalisi.
“Nggak lah, nggak ditinggal. Insya Allah komunikasi saya katakan kan dari kemarin berjalan terus,” kata Aher usai acara penutupan Rakernas PKS di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2024).
Aher menyebut komunikasi yang terus dijalin soal kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, ia tak membeberkan secara rinci soal berapa jumlah pos kementerian untuk PKS.
“Ya, yang berikutnya adalah ya kita terus berkomunikasi, kita serahkan ke presiden terpilih untuk menentukan siapa dari PKS,” ujar Aher.
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu menegaskan partainya bakal mendukung pemerintahan berikutnya yang dipimpin oleh Prabowo-Gibran. Sebab, PKS sudah gabung ke koalisi pemerintahan termasuk juga bekerja sama dengan partai-partai KIM Plus di sejumlah daerah untuk pilkada.
“Ya, artinya kita tetap akan menjadi bagian dari KIM Plus dan sudah menjadi bagian ya di daerah. Di (Pilkada) Jakarta kita masuk KIM Plus dan di tempat-tempat yang lain, begitu pula di pusat,” imbuhnya.
Prabowo Memang Tidak Diundang
Rupanya, ketidakhadiran Prabowo di acara Rakernas PKS memang tidak diundang. Hal ini diungkapkan oleh Aher pada Jumat (20/9/2024).
Selain Prabowo, Aher menyebut partainya juga tidak mengundang pimpinan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Alasannya, rakernas tersebut adalah agenda internal.
“Rakernas ini adalah agenda internal PKS. Biasanya kalau ada undangan, itu hanya untuk acara pembukaan. Namun, dalam kesempatan ini, kami hanya mengundang seluruh pimpinan pusat dan pimpinan wilayah tingkat provinsi dari kader PKS,” jelas Aher.
Aher menuturkan, poin utama yang ditekankan dalam Rakernas PKS tersebut adalah memperkuat konsolidasi internal, membangun kolaborasi untuk kepentingan bangsa, serta mempersiapkan kader dalam menghadapi Pilkada 2024.
“Tentu, kami akan bekerja sama dengan partai-partai koalisi lainnya di pilkada. Koalisi yang terbentuk akan beragam di setiap daerah, dengan warna yang berbeda-beda,” ujarnya.
Aher menyebut target PKS di Pilkada 2024 adalah meraih kemenangan sebesar 60% secara nasional, terutama di Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara yang calon gubernurnya merupakan kader PKS.
“Target kami adalah menang di keempat provinsi tersebut. Kalau maju, tentu tujuannya untuk menang. Selain itu, kami juga mengusung kader sebagai calon wakil gubernur di tiga provinsi, yaitu Jakarta, Banten, dan Riau,” kata Aher.
Penulis: Mustami


