Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk keempat kalinya mangkir dari rapat bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas evaluasi penyelenggaraan haji 2024.
Sedianya Yaqut hadir rapat pada Jumat (27/9/2024), namun dia absen karena tak dapat tiket pesawat pulang ke Tanah Air setelah beberapa hari berada di Eropa.
“Tapi tadi saya dibicarakan Pak Sekjen karena beliau tidak mendapatkan tiket pesawat kembali ke tanah air,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid saat rapat di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Wahid mengatakan, ketidakhadiran Yaqut untuk kesekian kalinya dalam rapat evaluasi haji menjadi catatan untuk pemerintahan ke depan. Padahal, rapat tersebut akan menjadi tolak ukur penyelenggaraan haji tahun depan.
“Jadi saya mohon ini bapak-bapak nanti yang akan melanjutkan di pemerintahan yang akan datang. Karena terus terang ini akan kita evaluasi akan menjadi satu tolak ukur pelaksanaan haji 2025,” ujarnya.
Ketidakhadiran adik Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf itu juga menuai kecaman dari Anggota Komisi VIII DPR RI lainnya. Selly Andriany Gantina, dari Fraksi PDIP, menyayangkan absennya Yaqut di rapat penting tersebut.
“Maka tenggat waktu Komisi VIII yang hanya menghitung hari, saya sangat menyayangkan atas ketidakhadiran menteri agama,” kata Selly.
Selly mengatakan, sesuai aturan yang berlaku, Menag Yaqut harus hadir dalam rapat tersebut. Namun karena beberapa kali mangkir, ia mengusulkan agar rapat langsung mengambil kesimpulan.
“Jadi catatan saya mohon kedepan pemerintah dapat betul-betul figur menteri agama yang dianggap kompeten dan bisa lebih mengakomodir penyelenggaraan haji lebih yang baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Endang Maria Astuti dari Fraksi Golkar menilai ketidakhadiran Yaqut menunjukkan tak punya itikad baik, seakan-akan dia lepas dari tanggung jawabnya.
“Sebagai pimpinan seharusnya gentle ini menjadi evaluasi ke depan jangan sampai pertanggungjawaban ini lepas begitu saja. Golkar menyampaikan bahwa rapat ini ditunda saja dan tidak perlu dilaksanakan,” tandasnya.
Sudah empat kali mangkir, apa saja alasan Menag Yaqut absen dari rapat evaluasi haji selain tak dapat tiket pesawat?
Alasan Menag Yaqut Absen Rapat Evaluasi Haji
Juru Bicara Kemenag, Sunanto membantah tuduhan bahwa Menag Yaqut mangkir dari panggilan Pansus Angket Haji DPR RI terkait rapat evaluasi haji. Ia mengatakan, saat mendapat undangan, Yaqut tengah menjalankan tugas negara di luar negeri.
“Menag tidak mangkir dari undangan Pansus Angket Haji. Menag saat menerima undangan sedang berada di luar negeri untuk menjalankan tugas negara. Hal ini juga sudah dijelaskan Menag secara tertulis kepada Pansus Angket Haji DPR,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nanto itu, Senin (23/9/2024).
Menag Yaqut melakukan serangkaian kunjungan kerja ke sejumlah negara beberapa hari lalu saat dipanggil Pansus Haji. Menag mengawali kunjungan kerjanya ke Arab Saudi untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haj 1446 H/2025 M bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah.
Dari Arab Saudi, Menag bertolak ke Milan-Italia, pada 18 September 2024 untuk menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Jaminan Produk Halal (JPH) dengan Halal Italia.
Dari Milan, Menag menuju ke Prancis untuk melaksanakan amanat dari Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Internasional untuk Perdamaian (International Meeting for Peace) ke-38 yang diselenggarakan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Pertemuan tersebut berlangsung di Paris, Prancis, 22-24 September 2024. Akibatnya, pada pemanggilan ketiga tanggal 23 September 2024 Menag Yaqut tak dapat hadir di rapat evaluasi haji bersama Komisi VIII DPR RI.
Pada pemanggilan berikutnya, Jumat (27/9/2024), pihak Menag Yaqut memberi opsi menghadiri rapat secara online. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh Pansus Haji.
“Tentu tidak bisa. Tentu kalau online tidak bisa,” tegas Wakil Ketua Pansus Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marwan Dasopang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2024).
“Karena ini hal yang harus mendalam kan. Kita tidak bisa menatap layar terus-menerus, panjang sekali,” lanjutnya.
Penulis: Mustami


