Cerita Kopi-Kopi Juara dari Banjarnegara

Date:

Kopi merupakan salah satu komoditas penting dan paling populer di dunia. Kopi umumnya dinikmati dalam bentuk minuman.

Kopi bukan sekadar penangkal kantuk. Kopi nan nikmat adalah bagian dari gaya hidup.

Saat ini menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) Indonesia Menjadi Negara nomor tiga sebagai pengekspor kopi di Dunia setelah Vietnam dan Brazil. Wilayah tersebut berpusat di Sumatera Selatan sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia, yaitu 212,4 ribu ton.

Meski begitu, bukan berarti wilayah lain tak memiliki kopi unggulan. Salah satunya adalah Banjarnegara, Jawa Tengah. Banjarnegara menjadi salah satu wilayah pengembangan kopi Arabica mengingat sebagian wilayah merupakan dataran tinggi.

Memang, kopi asal Banjarnegara belum setenar kopi-kopi populer dari wilayah yang secara tradisional menghasilkan kopi unggulan. Semisal Kopi Raung Ijen, Toraja, dan nama-nama besar lainnya di khazanah kopi arabika.

Namun, secara perlahan kopi Banjarnegara menggeliat. Ini ada kaitannya dengan momen kopi Arabica Kalibening juara Festival Kopi Nusantara 2017 di Bondowoso. Kopi Banjarnegara, khususnya arabika Kalibening mendadak tenar dan menjadi buruan para penikmat kopi dari seluruh Indonesia.

Kopi ini menjadi kopi arabika terbaik setelah menyisihkan sembilan kopi arabika terbaik dari berbagai penjuru tanah air, yakni kopi Arabika Toraja, Samboga Bandung, Prigen Pasuruan, Kledung Temanggung, Ijen Raung Bondowoso, Flores Bajawa Ngada, Bumiaji Batu, Bowongso Wonosobo, dan kopi arabika Bandung.

Keunggulan Kopi Banjarnegara

Kopi Arabika Kalibening unggul dalam bermacam kategori, yakni aroma (fragrance), cita rasa (flavor), kekentalan (body), keasaman (acidity), dan cita rasa yang melekat di kerongkongan usai kopi diteguk (aftertaste).

Lantas, bagaimana kopi dari negeri antah berantah ini bisa melesat menjuarai ajang bergengsi itu?

Adalah, Galih Febianto (29) yang melakukannya. Pemuda asli Wanadadi, Banjarnegara itu adalah orang di balik kemenangan kopi arabika Kalibening menjadi pemenang Festival Kopi Nusantara 2017.

Tentu saja, kisah kemenangannya tak semudah membalikkan daun jati. Sebab, ia memulainya jauh hari sebelum ‘Kids Jaman Now’ mengerti kopi. Tahun 2008 adalah awal perkenalannya dengan kopi, saat menjadi distributor kopi Bali.

Ketika tahu daerahnya menghasilkan kopi, ia mulai menjadi semacam pengepul kopi dari dataran tinggi Karangkobar. Kopi itu lantas dijual lagi kepada pedagang besar. Saat itu, ketertarikannya hanya sebatas berbisnis kopi daerah.

Selain kopi Arabika, Banjarnegara juga punya kopi Robusta unggulan. Dari berbagai kontes nasional, Kopi Banjarnegara selalu menjadi jajaran Kopi yang berkualitas. Salah satunya, kopi robusta yang dibudidayakan Kelompok Tani Gondoarum Karangkobar, tahun 2012 juara nasional untuk uji rasa.

Tapi daerah Banjarnegara belum mengekspor kopi. Sebab, Banjarnegara baru dapat menghasilkan 2.110,86 ton Kopi. Angka tersebut masih dapat diserap di Pasar Indonesia.

“Menurut data BPS tahun 2022, luas tanam kopi di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2021 adalah 3.103,83 hektar. padahal lahan non sawah di Daerah banjarnegara mencapai 72.140 hektar. Artinya, Banjarnegara baru menggunakan 4,30% total lahan yang ditanami Kopi,” demikian dikutip dari upland.psp.pertanian.go.id.

Dengan Kualitas yang sudah sangat baik, Kopi Banjarnegara sangat berpotensi untuk memasuki pasar Internasional jika mampu memanfaatkan lahan produktif untuk menanam kopi di sana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...