Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memberikan hukuman kepada panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung akibat kerusuhan usai laga kontra Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Senin (23/9/2024).
Komdis PSSI menilai panitia pelaksana pertandingan Persib gagal dalam menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. Bukan hanya kerusuhan, Komdis PSSI juga menyoroti penyalaan flare dan beberapa pelanggaran lainnya.
Jenis pelanggaran terjadi penyalaan flare dalam jumlah banyak, pelemparan air mineral dalam botol dan plastik ke arah steward di pinggir lapangan, masuknya penonton ke area lapangan pertandingan yang mengakibatkan penganiayaan dan kerusuhan serta adanya korban luka-luka,” kata Komdis PSSI dikutip dari laman resmi pssi.org, Sabtu (5/10/2024).
Akibat insiden tersebut, Komdis PSSI memberikan denda dan sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah sampai separuh musim Kompetisi BRI Liga 1 Tahun 2024/2025.
“Dengan rincian yaitu penutupan seluruh stadion sebanyak 2 (dua) pertandingan secara berturut-turut berlaku pada pertandingan terdekat dan dilanjutkan penutupan sebagian stadion yaitu Tribun Utara dan Tribun Selatan sebanyak 3 (tiga) pertandingan secara berturut-turut; denda Rp.295.000.000,” lanjutnya.
Sanksi tersebut dijatuhkan Komdis PSSI merujuk kepada Pasal 69 ayat 2 jo Pasal 7 jo Pasal 70 ayat 1, ayat 2 dan lampiran 1 nomor 5 jo Pasal 141 jo Pasal 129 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Respons Persib soal Hukuman Komdis PSSI
Menanggapi hukuman Komdis PSSI, Vice President Operation PT PERSIB Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat menuturkan, Panitia Pelaksana Pertandingan Persib mengakui adanya pelanggaran dan kerusuhan usai laga kontra Persija beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, kejadian-kejadian seperti penyalaan flare, pelemparan botol, dan masuknya penonton ke area lapangan yang berakibat kerusuhan dan korban luka-luka merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Kami menerima surat dari Komdis PSSI yang memberikan sanksi larangan menyelenggarakan dua pertandingan kandang dengan penonton dan penutupan tribun utara dan selatan untuk tiga pertandingan berturut-turut, serta denda sebesar Rp.295.000.000,” katanya, dikutip dari laman resmi klub.
“Tentunya kami memahami memang harus ada sanksi atas pelanggaran peraturan yang jelas-jelas terjadi di pertandingan lawan Persija tersebut. Yang kami sangat sayangkan adalah insiden tersebut seharusnya tidak terjadi, bukan hanya sanksi ini merugikan PERSIB secara material dan immaterial, tetapi khususnya merugikan Bobotoh setia yang selama ini telah secara tertib menonton dan mendukung PERSIB di stadion,” tambahnya.
Andang berharap sanksi tersebut adalah yang terakhir. Pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang di masa mendatang. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh pihak yaitu panitia pelaksana, manajemen klub, dan Bobotoh -suporter Persib- untuk terus bergandeng tangan menjaga ketertiban dan keamanan.
“Kami berkomitmen untuk berusaha lebih keras menjaga keamanan dan ketertiban di setiap pertandingan. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian, panitia penyelenggara, dan komunitas suporter untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang,” tutur Andang.
Penulis: Mustami


