Pilkada DKI Jakarta memasuki babak baru. Tiga pasangan calon kepala daerah DKI Jakarta mengikuti debat perdana pada Minggu (6/10/2024).
Debat paslon merupakan salah satu instrumen penting dalam pemilu. Sebab, isi debat paslon dapat menjadi pertimbangan masyarakat dalam menetapkan pilihan. Melalui debat, masyarakat tahu visi misi dan rencana para paslon lima tahun ke depan dalam membangun dan mengatasi masalah di DKI Jakarta.
Salah satu warga Pesing, Jakarta Barat, Mita, mengaku belum menetapkan pilihan. Dia tengah mempelajari dan menimbang visi misi para paslon melalui debat.
“Saya ingin visi dan misi napak bumi. Yang terperinci, relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mobil psikolog suruh ngeliling… apa bisa efektif?” ujar Mita ketika berbincang dengan IDDB, Senin (7/10/2024).
Debat semalam mengusung tema ‘Penguatan Sumber Daya Manusia dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global’. Ketiga paslon Pilkada Jakarta 2024 yakni nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno, bergantian memaparkan visi misinya.
Visi Misi RIDO
RIDO mengusung tema visi Jakarta Baru, Jakarta Maju. Mereka ingin membawa Jakarta baru usai Ibu Kota pindah ke Kalimantan, hingga Jakarta maju.
Program keduanya antara lain melestarikan budaya Betawi. Juga mendukung daya saing sumber daya manusia (SDM) agar siap menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. Dia pun berjanji akan bersama-sama dengan gen Z dalam kesulitan dan harapan tentang pekerjaan ekspresi budaya.
Perlindungan terhadap perempuan dan anak serta penyandang disabilitas juga masuk dalam visi misinya. Soal transportasi publik, mereka memastikan bakal menyeluruh dan memberikan rasa aman serta nyaman.
RIDO janji memberikan layanan responsif dan adaptif guna membangun rasa percaya warga.
Visi Misi Dharma-Kun
Dharma Pongrekun-Kun Wardana memiliki mimpi besar untuk Jakarta yang dituangkannya dalam visi dan misi.
Pertama, dia menyisipkan soal adab. “Penguatan sumber daya manusia Jakarta sebagai kota global berkeadilan, tanpa adab maka keadilan tidak ada,” kata Dharma.
Dalam visinya, Dharma-Kun ingin menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan global yang aman dengan melalui reformasi jati diri, untuk mewujudkan rakyat yang beradab agar menjadi makmur.
Keduanya telah menetapkan tujuh misi jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Salah satunya, mewujudkan transformasi Jakarta sebagai pusat keunggulan pada tatanan nasional, regional dan global yang aman dan beradab.
Juga menjadikan Jakarta reformasi regulasi dan tata kelola Jakarta dengan mengutamakan pemeliharaan kesehatan melalui pengobatan preventif.
Ketiga mewujudkan inovasi perbaikan desain tata ruang Jakarta sebagai kota global untuk mengatasi kemacetan melalui pengarusutamaan penelitian dan pengembangan.
Keempat, mewujudkan akselerasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional yang terintegrasi secara nasional, regional dan global dalam simpul pariwisata, ekonomi, kreatif, dan budaya melalui penguatan UMKM pemberdayaan masyarakat.
Kelima, mewujudkan akselerasi ketahanan dan keberlangsungan lingkungan Jakarta sebagai pusat transit regional dan global.
Keenam, mewujudkan penguatan konektivitas informasi melalui transformasi Jakarta sebagai pusat keunggulan sumber daya manusia yang fokus pada adab kesetaraan sosial profesional yang terampil praktis dan kreatif.
Terakhir, mewujudkan reformasi teknologi yang tepat guna dan hemat untuk mendukung strategi samudera biru dan strategi bioekonomi sebagai kontributor utama perekonomian Indonesia.
Visi Misi Pram-Doel
Sementara, paslon Pram-Doel mengusung visi-misi dan program kerja Jakarta Menyala.
Pram-Doel berjanji menggelar bursa kerja setiap tiga bulan sekali di kecamatan, pelatihan bersertifikat, lowongan kerja terintegrasi di JAKI, bekerja di manapun (work from anywhere/WFA) untuk ASN, BUMD dan swasta.
Mereka bakal menyediakan layanan penitipan anak (day care) di wilayah kerja dan pusat perkantoran.
Visi misinya juga menyasar pada isu pendidikan. Mereka menyoroti data anak putus sekolah dan ketimpangan penghasilan guru honorer.
Sejumlah solusi ditawarkan, antara lain wajib belajar 12 tahun tuntas dan pelatihan guru penyandang disabilitas serta beasiswa S2 S3 untuk guru dan dosen.
Di bidang transportasi, Pram-Rano akan mengintegrasi JAKI.
Di bidang kesehatan, Pram-Doel akan menyediakan saluran langsung (hotline center) 24 jam layanan psikolog, mempersingkat waktu antrean BPJS, menambah fasilitas kesehatan dan menyediakan RS Apung, kapal ambulan, dan helikopter ambulans di Kepulauan Seribu.
Mereka juga akan memberikan insentif RT RW, menyediakan kamera pengawas (CCTV) 24 jam di setiap RT, membangun balai rakyat dan pengembalian pembebasan PBB-P2 untuk di bawah Rp2 miliar.
Di bidang investasi, Jakarta Collaboration Fund akan disediakan untuk pengelolaan dana investasi bagi pembangunan warga Jakarta.
Sementara, soal budaya, Rano menyinggung sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Dia menilai sinetron ini mampu mempertahankan budaya Indonesia terutama budaya Betawi.
“Saya memberikan judul ‘Si Doel Anak Sekolahan’ karena yang namanya sekolah bukan hanya di sekolahan namun di tempat ini kita belajar dan kuliah,” kata Rano.
Lalu, apakah visi misi mereka napak bumi dan mengena di hati?


