Jagat maya dibikin heboh oleh rumor pernikahan diam-diam Raline Shah dengan pengusaha asal Amerika Serikat, Brian Armstrong. Kabar ini berembus kencang di X (Twitter).
Banyak akun yang mengunggah foto Raline Shah dengan Brian Armstrong. Dalam foto itu, Brian dan Raline tampak berdua, namun dalam pose yang tak begitu intim. Tampaknya mereka berdua tengah menghadiri sebuah acara penting.
Salah satu yang mengunggah foto disertai kepsyen provokatif adalah @exitValhalla. “Semua orang lupa bahwa si kepala plontos ini menceraikan istri Asia pertamanya tahun lalu,” tulis akun X @exitValhalla, Dikutip Kamis (10/2024).
Hingga Kamis siang, unggahan tersebut pun telah mendapatkan hampir dua ribu kutipan, lebih dari 20 ribu suka, dan lebih dari 2 juta tayangan, 3.000 retweet dan lebih dari 500 komentar.
Belakangan, kabar ini dibantah. Brian membuat unggahan terbaru dan membantah kabar bahwa dirinya pernah menikah. “Melihat beberapa informasi yang salah di luar sana. Saya belum pernah menikah sebelumnya. Tapi terima kasih atas minat Anda,” tulis Brian dalam unggahan di akun X pribadinya.
Dalam unggahan lainnya, Brian juga menulis “Saya menikah akhir pekan lalu dengan pasangan dan sahabat saya, Angela Meng! Tidak sabar untuk membangun kehidupan bersama,”.
Sosok Brian Amstrongpun lantas mencuri perhatian. Banyak yang mencari profil pebisnis muda berkepala plontos ini.
Profil Brian Armstrong

Merangkum berbagai sumber, Brain Armstrong adalah tokoh berpengaruh, eksekutif bisnis, investor, dan pengusaha miliarder dalam industri kripto. Dia adalah CEO Coinbase Global, bursa mata uang kripto terbesar di Amerika Serikat. Kekayaannya saat ini senilai US$ 7,3 miliar.
Dia pun masuk dalam daftar orang terkaya di dunia ke-414 versi Forbes Real Time Billionaires per Kamis, 10 Oktober 2024.
Pengusaha asal Amerika Serikat ini lahir di San Jose, California pada 25 Januari 1983. Berusia 41 tahun, Brian adalah anak dari orang tua yang bekerja sebagai insinyur. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya, Brian kuliah di Rice University dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dan Ilmu Komputer pada 2005.
Kemudian, ia menyelesaikan gelar master dalam Ilmu Komputer pada tahun 2006 dan bekerja pada bisnis perangkat lunak yang mencocokkan siswa dengan tutor. Kariernya dimulai di IBM sebagai pengembang perangkat lunak dan kemudian bekerja di Deloitte sebagai konsultan.
Brian lalu bergabung dengan Airbnb sebagai insinyur perangkat lunak dan bekerja pada sistem pembayaran di perusahaan tersebut. Selama periode yang sama, Armstrong mengetahui tentang whitepaper Bitcoin dan berpikir bahwa ia dapat memecahkan masalah pembayaran di negara-negara seperti Afrika Selatan dengan Bitcoin.
Brian bekerja keras, selama akhir pekan dan malam hari untuk mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan pembelian dan penyimpanan mata uang kripto. Dengan ide ini, Brian mencoba akselerator startup bergengsi, Y Combinator dan menerima investasi awal sebesar $150.000. Ide kecil untuk memecahkan masalah pembayaran ini kemudian menjadi salah satu platform pertukaran mata uang kripto terkemuka saat ini.
Mendirikan Coinbase
Pada 2012, Brain Armstrong akhirnya mendirikan Coinbase bersama Fred Ehrsam. Platform ini dibangun dengan ambisi untuk memungkinkan perdagangan Bitcoin dan mata uang digital. Kini, Coinbase pun telah menjadi platform bursa kripto teratas di dunia, dengan jutaan pengguna. Coinbase tidak hanya memungkinkan pengguna untuk mengakses mata uang kripto, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendorong adopsi mata uang kripto.
Coinbase Global kemudian go public dalam penawaran langsung di Nasdaq pada 14 April 2021. Perusahan dengan kode emiten COIN ini melantai di bursa dengan harga US$ 381 per lembar dan sempat mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 100 miliar. Peristiwa ini juga menjadikan Coinbase sebagai perusahaan kripto pertama yang melantai di bursa saham Nasdaq.


