Profil dan Kontroversi Omar Mohammed Al Ali, Wasit Timur Tengah yang ‘Bantu’ Bahrain Akan Pimpin Laga China vs Indonesia

Date:

Timnas Indonesia akan bertandang ke China untuk melakoni matchday keempat pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (15/10/2024) malam. Laga yang akan berlangsung di Qingdao Youth Football Stadium itu akan dipimpin wasit asal Uni Emirat Arab (UEA), Omar Mohamed Al Ali.

Terkait dengan sang pengadil, masyarakat Indonesia sedikit trauma dengan wasit Timur Tengah. Pasalnya, pada pertandingan sebelumnya kontra Bahrain, tim asuhan Shin Tae-yong dinilai telah dirugikan wasit Ahmed Abu Bakar Said Al Kaf. 

Pada laga melawan Bahrain, Timnas Indonesia nyaris menang dan mendapat tiga poin. Namun, wasit asal Oman itu belum juga meniup peluit panjang tanda laga berakhir, padahal pertambahan waktu enam menit sudah lewat tiga menit.

Seharusnya pertandingan berakhir pada menit 90+6, tapi Al Kaf masih meneruskan pertandingan seakan menunggu gol penyama kedudukan tercipta. Benar saja, pada menit 90+9 gol Mohamed Mahroon mencetak gol.

Lantas, apakah wasit Omar Mohammed Al Ali bakal kembali kontroversi di laga China vs Indonesia? Kendati sama-sama dari Timur Tengah, pada prinsipnya, warganet Indonesia berharap sang pengadil lapangan bersikap profesional.

Untuk mengenal wasit yang akan pimpin pertandingan China vs Indonesia, simak berikut profilnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Profil Omar Mohammed Al Ali

Omar Mohammed Al Ali lahir di Sharjah, UEA pada 1988. Dia memulai kariernya sebagai wasit pada 2009. Sejak awal menjadi pengadil lapangan, Omar memiliki hasrat besar menjadi wasit terkenal karena terinspirasi dari sosok-sosok wasit hebat.

“Saya menjalani perjalanan karier sebagai wasit mulai dari level usia muda, kemudian bergabung dengan tim utama, hingga berpartisipasi dalam kompetisi profesional,” kata Omar saat wawancara dengan Emarat Al Youm pada 2018.

Omar memilih menjadi wasit karena tantangannya menarik dan ia sangat menyukai setiap tantangan yang ada. Ambisinya sebagai wasit adalah meraih prestasi di tingkat internasional, mengikuti jejak wasit-wasit sebelumnya yang telah memberikan kontribusi besar dan menciptakan reputasi yang kuat bagi wasit UEA.

“Dalam setiap pertandingan yang saya pimpin, saya berusaha memperlakukan para pemain layaknya teman, karena kerja sama mereka sangat membantu dalam mengatur jalannya pertandingan. Terkadang, sebagai wasit, saya perlu tetap tenang untuk menenangkan pemain yang dalam keadaan tegang,” tuturnya.

Pengalaman Omar sebagai wasit mengajarkan dia arti kesabaran. Dalam karier profesionalnya sebagai pengadil lapangan, dia belajar untuk menerima kritik, bersabar, bekerja keras, serta menyelesaikan tugas dengan baik agar hasilnya dapat diterima oleh semua pihak.

“Selain itu, pengalaman sebagai wasit juga memperkuat karakter saya, yang memungkinkan saya untuk mengelola pekerjaan dengan lebih baik. Dari posisi ini, saya juga mendapatkan banyak pelajaran dari berbagai budaya yang saya temui,” tambahnya.

Kepala Divisi di Balai Kota Sharjah

Dalam wawancara tersebut, Omar juga mengungkapkan profesi lainnya selain wasit. Dia memiliki pekerjaan tetap sebagai Kepala Divisi di Balai Kota Sharjah, UEA.

“Saya menjabat sebagai kepala divisi di Balai Kota Sharjah, di mana tugas saya meliputi penyusunan rencana dan penetapan tujuan,” kata Omar.

“Selain itu, saya juga bertanggung jawab untuk memantau keuangan departemen saya. Pekerjaan ini mirip dengan tugas seorang wasit, karena memerlukan usaha, kesabaran, dan kepribadian yang tangguh,” tambahnya.

Kontroversi saat Pimpin Laga Bahrain vs Australia

Kendati Omar adalah wasit yang berpengalaman, tapi keputusan-keputusannya di lapangan tak lepas dari kontroversi. Salah satu kontroversi pada laga yang paling diingat dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia adalah saat dia memimpin pertandingan Bahrain vs Australia.

Dalam pertandingan tersebut, Australia mendominasi permainan dari babak pertama hingga pertengahan babak kedua. Pada menit 77, Omar memberikan kartu merah kepada Kusini Yengi dari Australia. Tentu saja keputusan itu memengaruhi gaya bermain kedua tim dan hasil akhir. Australia akhirnya kalah 0-1 dari Bahrain akibat gol bunuh diri Harry Souttar pada menit 89.

Penulis: Mustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...