Nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia tengah disorot publik usai raih gelar doktor dari Universitas Indonesia (UI). Bahlil jadi perbincangan karena dapat meraih menyelesaikan pendidikan S3 kurang dari dua tahun.
Di media sosial, warganet menduga disertasi Bahlil yang berjudul disertasi berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia” merupakan hasil plagiat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Turnitin yang dibagikan akun X @IbrahimNiar, disertasi Bahlil sebagai syarat meraih gelar doktor hampir sepenuhnya terindikasi plagiarisme. Kemiripan disertasi Bahlil dengan skripsi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di angka 95 persen.
“Mungkin teman-teman yang dari kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bisa bantu ngecek di perpustakaan. Adakah judul penelitian yang mirip-mirip? Btw ini turnitin udah filter exclude quote + biblio turn on ya,” cuit akun tersebut.
Selain itu, penyusunan disertasi Bahlil diduga dilakukan oleh orang ketiga alias joki. Hal ini diungkap oleh pengguna X lainnya yang mengecek metadata disertasi Menteri ESDM tersebut ada nama lain sebagai penulisnya.
“Metadata file Disertasi Bahlil. Di dalam metadata ada nama selain dia sebagai penulis. Berprasangka baik saja, bisa jadi si masnya cuma memindahkan file Word ke Pdf,” tulis akun X @ZakkiAmali yang dikenal Manajer Riset Trend Asia.
Iddb.id melakukan pengecekan terhadap file disertasi Bahlil yang tersebar di media sosial. Hasilnya, muncul nama penulis Alvian Cendy Yustian dalam metadata disertasi tersebut.
Respons UI usai Gelar Doktor Bahlil Tuai Kontroversi
Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Amelita Lusia menjelaskan bahwa Bahlil terdaftar sebagai mahasiswa program doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI mulai tahun akademik 2022/2023 semester 2 melalui jalur riset.
“Pak Bahlil tercatat sebagai mahasiswa program doktor pada SKSG UI mulai pada tahun akademik 2022/2023 term 2 hingga 2024/2025 term 1, jalur riset,” kata Amelita kepada wartawan, Rabu (16/10/2024).
Kendati kuliah S3 Bahlil disorot karena terlalu cepat, tapi Amelita mengatakan bahwa masa studi yang ditempuh Menteri ESDM tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Rektor UI Nomor 016 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Doktor di UI.
Dalam pasal 14 peraturan tersebut disebutkan bahwa program doktor dirancang untuk enam semester, dengan waktu tempuh minimum empat semester dan maksimum sepuluh semester.
Direktur SKSG UI Athor Subroto menjelaskan, mahasiswa dapat menempuh program doktor di UI melalui dua jalur, yakni jalur riset dan jalur course (kelas). Mahasiswa yang mengikuti jalur riset seperti Bahlil memang terkesan tidak kuliah, lantaran mereka langsung mengikuti bimbingan.
“Jalur riset. Tapi itu berat sebenarnya. Kalau (jalur) kelas kan terpantau terus ya,” ujarnya usai sidang terbuka promosi doktor di Gedung Makara Art Center UI, Rabu (16/10/2024).
“Kalau dia disiplin, cepat. Tapi kalau enggak, molor-molor,” lanjut pembimbing disertasi Bahlil itu.
Sebagai dosen pembimbing, Athor menilai Bahlil merupakan mahasiswa yang sangat aktif dalam mengerjakan tugas meski memiliki banyak tugas dan tanggung jawab sebagai Menteri ESDM.
Athor menyebut Bahlil tetap memprioritaskan akademiknya. Misalnya, ketika ada revisi tugas, dia segera memperbaikinya.
Athor menegaskan dia tidak memperlakukan khusus kepada Bahlil karena jabatannya sebagai menteri. “Enggak (bukan karena Bahlil menteri), kita sebenarnya memperlakukan semuanya sama kok. Enggak ada perbedaan apa-apa,” tegasnya.
Tanggapan Bahlil usai Gelar Doktornya jadi Bulan-bulanan di Media Sosial
Menteri ESDM Bahlil buka suara mengenai gelar doktor yang diraihnya. Ia mengaku tidak tahu menahu soal pendidikan S3 yang ditempuhnya terlalu cepat. Menurut dia, itu ranahnya kampus.
“Saya enggak tahu ya, itu urusan internal kampus, tanya aja UI,” katanya di Kementerian ESDM, Jumat (18/10).
Bahlil mengklaim dirinya telah mengikuti aturan dan menyelesaikan pendidikan doktornya sesuai dengan jadwal.
“Tapi saya kuliah itu aturannya mengatakan minimal S3 itu, karena saya kan by riset minimal 4 semester dan saya sudah 4 semester dan saya kuliah datang konsultasi seminar semua ya,” tandas Ketum Golkar ini.
Mengutip pernyataan resmi UI via laman esdm.go.id, sebelum sampai pada tahap Sidang Terbuka Promosi Doktor, Bahlil sebagai mahasiswa riset Program Studi Doktor Kajian Stratejik Global (SKSG) UI telah menempuh rangkaian tahapan ujian.
Yaitu Seminar I yang dilakukan pada 15 Juni 2023, Seminar 2 pada 26 Oktober 2023, Seminar 3 pada 22 Desember 2023, dan Ujian Proposal Riset pada 27 Januari 2024. Selanjutnya Bahlil Lahadalia menempuh Ujian Hasil Riset pada 19 Juni 2024, Ujian Seminar Hasil Riset I pada 10 Juli 2024, dan Ujian Hasil Riset 2 pada 27 September 2024.
Penulis: Mustami


