Pesan Penting Pak Bas untuk Menteri PUPR yang Baru

Date:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang kerap disapa Pak Bas, memberikan pesan berharga bagi calon penggantinya yang akan memimpin Kementerian PUPR setelah ia selesai menjalankan tugasnya.

Setelah lebih dari satu dekade mengabdi, Pak Bas menekankan pentingnya menjaga prinsip-prinsip dasar kementerian dalam menjalankan proyek infrastruktur nasional.

“Pakem di Kementerian PUPR adalah SIDLACOM,” ujar Basuki, merujuk pada proses yang meliputi survei, investigasi, desain, pembebasan lahan, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan.

Menurutnya, prinsip ini sudah mendarah daging dalam budaya kerja kementerian dan harus terus dilanjutkan oleh penggantinya.

Meskipun Basuki enggan mengungkap identitas calon penggantinya secara langsung, ia menunjukkan keyakinannya bahwa sang calon menteri PUPR telah akrab dengan prinsip-prinsip teknis yang berlaku di kementeriannya.

“Beliau sangat paham pakem SIDLACOM, jadi saya tidak khawatir,” ucap Basuki.

Pak Bas, yang telah berkarier di Kementerian PUPR selama 45 tahun, juga mengisyaratkan bahwa calon menteri ini bukanlah dari kalangan politisi. Hal ini memicu spekulasi bahwa calon pengganti Basuki adalah seseorang dengan latar belakang teknis yang kuat, bukan dari partai politik.

Pengamat, Menteri dari Politisi Timbulkan Resistensi

Nirwono Joga, seorang pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, menilai bahwa calon menteri dari kalangan politisi bisa menimbulkan resistensi di internal Kementerian PUPR.

“Kalau menteri berasal dari partai politik, apalagi yang tidak pernah bersentuhan dengan infrastruktur, resistensinya akan tinggi,” jelas Nirwono, baru-baru ini.

Nirwono menambahkan bahwa pengelolaan infrastruktur memerlukan pengetahuan mendalam dan pengalaman teknis, sehingga penggantian menteri dari kalangan politisi dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan di kementerian tersebut.

Kementerian PUPR dikenal sebagai salah satu kementerian dengan anggaran terbesar, setelah Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertahanan. Nirwono menilai, kementerian ini menjadi target menarik bagi partai politik karena anggaran besar yang dikelola.

“Kementerian PUPR ini ladang yang sangat menarik bagi parpol,” tambah Nirwono.

Posisi strategis Kementerian PUPR dalam pembangunan infrastruktur nasional menjadikan setiap pergantian menteri penting, terutama untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek besar seperti jalan tol, bendungan, dan pembangunan perumahan.

Fakta Unik Pak Bas yang Dijuluki ‘Daendels Baru’

Seiring berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo, Menteri Basuki juga akan mengakhiri masa baktinya di Kementerian PUPR. Setelah mengabdi selama 10 tahun di bawah pemerintahan Jokowi, Basuki memastikan bahwa ia tidak akan melanjutkan jabatannya di kabinet baru.

Ketika ditanya mengenai rencana pasca-purna tugas, Basuki hanya menjawab singkat, “Belum tahu,” sambil tersenyum dan meninggalkan kerumunan wartawan. Spekulasi tentang siapa yang akan menggantikannya terus berkembang, namun hingga kini belum ada pengumuman resmi.

Basuki Hadimuljono kerap disebut sebagai “Daendels Baru” oleh Presiden Jokowi. Julukan ini merujuk pada peran pentingnya dalam membangun infrastruktur jalan di Indonesia, mirip dengan peran Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, yang membangun jalan Anyer-Panarukan.

Di bawah kepemimpinan Basuki, pembangunan jalan tol dari Merak hingga Banyuwangi berhasil diselesaikan. “Kalau dulu Daendels dari Anyer ke Panarukan, sekarang Pak Bas dari Merak ke Banyuwangi,” kata Jokowi.

HP Jadul
Selain dikenal karena dedikasinya di bidang infrastruktur, Basuki juga dikenal memiliki kebiasaan unik. Salah satunya adalah tetap setia menggunakan ponsel jadul bermerek Nokia, yang menjadi viral saat nadanya berbunyi dalam sebuah acara di IKN. Basuki mengakui bahwa ia tidak terlalu tertarik dengan teknologi smartphone, meskipun memahami pentingnya perangkat digital.

Selain itu, Basuki juga dikenal gemar bermain drum. Beberapa kali ia terlihat menabuh drum di acara-acara kementerian maupun saat menerima gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Rumah Pribadi Tergusur Proyek
Ironisnya, proyek infrastruktur yang digagas Basuki turut menggusur rumah pribadinya di Bekasi. Rumahnya menjadi bagian dari proyek Tol Becakayu, dan ia rela merelakan rumahnya demi kemajuan infrastruktur nasional.

Basuki mengaku rumahnya hanya berjarak 15 meter dari jalur tol, namun dalam kenyataannya, proyek tersebut memerlukan lahan lebih luas dari yang diperkirakan. Keikhlasannya ini menjadi simbol dedikasi total untuk pembangunan.

Menyambut Menteri PUPR Baru
Meskipun masa tugas Basuki segera berakhir, harapan akan keberlanjutan proyek-proyek besar Kementerian PUPR tetap tinggi. Pesan Basuki kepada calon penggantinya menjadi penekanan penting bagi masa depan infrastruktur Indonesia.

Siapapun yang akan memimpin kementerian ini, diharapkan dapat melanjutkan prestasi yang telah dicapai Basuki dan tetap berpegang pada pakem SIDLACOM yang menjadi fondasi keberhasilan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...