Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden usai digelar kemarin pada 20 Oktober 2024 di Gedung MPR, Senayan, Jakarta Pusat, bukan hanya sebuah prosesi formalitas.
Ini merupakan momen bersejarah yang mencerminkan harapan baru bagi Indonesia. Acara ini dipenuhi dengan berbagai kejadian unik yang menambah keistimewaan pelantikan, berikut adalah enam sorotan menarik dari peristiwa tersebut.
- Sorakan terhadap Keluarga Wapres
Salah satu momen paling mencolok selama pelantikan adalah saat kamera menyorot anak dan menantu mantan Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu, dan Bobby Nasution.
Adik kandung dan adik ipar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini disoraki oleh hadirin dengan teriakan “huuu” yang menggantikan tepuk tangan, menciptakan suasana yang penuh dinamika.
Bisa saja, reaksi ini menggambarkan bagaimana masyarakat merespons wajah baru dalam pemerintahan, sekaligus menunjukkan perubahan nuansa politik di Indonesia.
2. Mobil Maung Garuda, Simbol Keamanan dan Kemandirian Nasional
Setelah mengucapkan sumpah jabatan, Prabowo meninggalkan lokasi pelantikan dengan mengendarai Maung Garuda, sebuah SUV putih berplat “Indonesia 1”. Kendaraan yang diproduksi oleh PT Pindad ini merupakan simbol dari kemandirian Indonesia dalam industri pertahanan.
Dilengkapi dengan armor yang tahan peluru, Maung Garuda bukan sekadar kendaraan dinas, melainkan juga representasi dari upaya pemerintah untuk menggunakan produk lokal demi menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
3. Titiek Soeharto Menyaksikan Pelantikan
Kehadiran Titiek Soeharto, mantan istri Presiden RI Prabowo, memberikan sentuhan emosional tersendiri. Saat Prabowo dilantik, Titiek terlihat terharu, menunjukkan bahwa meskipun hubungan mereka telah berakhir, dukungan dan rasa hormat tetap ada.
Momen ini mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang penting di tengah dunia politik yang sering kali dipenuhi dengan persaingan dan ketegangan.
4. Ketidakhadiran Megawati
Tidak semua tokoh penting hadir dalam pelantikan ini. Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum PDIP, absen, yang dijelaskan oleh Ahmad Basarah sebagai ketidakhadiran yang bukan penolakan.
Kesehatan Megawati menjadi alasan utama, dan pesan tersebut disampaikan melalui Sekjen Partai Gerindra. Hal ini menegaskan pentingnya komunikasi antara partai-partai dalam menjaga hubungan politik di tengah perubahan kepemimpinan.
5. Pesta Rakyat, Hiburan untuk Merayakan Pergantian Kepemimpinan
Acara pelantikan diwarnai dengan pesta rakyat yang diadakan setelah prosesi formal. Sebanyak 13 panggung hiburan disediakan di berbagai titik di Jakarta, berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Kehadiran hiburan ini bukan hanya untuk merayakan pergantian kepemimpinan, tetapi juga untuk membangun rasa kebersamaan di kalangan masyarakat. Dengan melibatkan ribuan personel keamanan, acara ini berhasil menciptakan suasana yang aman dan meriah.
6. Pakaian Adat Betawi, Menghargai Budaya Lokal dalam Momen Resmi
Salah satu elemen paling mencolok dari pelantikan adalah pemakaian pakaian adat Betawi oleh Prabowo, Gibran, dan Jokowi. Dengan mengenakan pakaian Ujung Serong, ketiga pemimpin ini menunjukkan komitmen untuk menghargai budaya lokal.
Pengamat mode, Lisa Fitria, menekankan bahwa langkah ini sangat berarti karena menunjukkan kesadaran untuk merawat dan mempertahankan identitas budaya Indonesia dalam konteks kenegaraan.
Tradisi dan Harapan Baru dalam Kepemimpinan
Secara keseluruhan, pelantikan Prabowo dan Gibran menjadi lebih dari sekadar serah terima jabatan; ini adalah peristiwa yang kaya akan simbolisme, tradisi, dan harapan baru.
Dengan berbagai momen unik yang terukir dalam pelantikan ini, ikatan emosional antara pemimpin dan rakyat semakin kuat. Masyarakat Indonesia kini menantikan langkah-langkah konkret dari pemerintahan baru ini dalam mewujudkan harapan dan cita-cita bersama menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis: Purba Handayaningrat


