Salah satu orang terkaya dunia, Bill Gates dilaporkan diam-diam menyumbang dana senilai USD 50 juta atau Rp 780,7 miliar untuk kampanye Kamala Harris. Meski tidak pernah mengumumkan dukungannya secara terbuka, Gates diketahui menyumbangkan dana tersebut ke sebuah organisasi nirlaba yang mendukung Kamala Harris dalam pemilihan presiden Amerika Serikat bulan depan.
Melansir laman the guardian, Jumat (25/10/2024), hal tersebut menunjukkan betapa berbedanya pemilihan presiden AS kali ini. Donasi seperti itu menandakan perubahan signifikan bagi pendiri Microsoft tersebut karena ia selama terkenal tidak pernah memihak pada calon manapun.
Sebuah sumber menyebutkan, dalam pembicaraan pribadi lewat sambungan telepon dengan teman-temannya, Gates mengungkapkan kekhawatirannya tentang seperti apa Donald Trump memimpin negara jika kembali terpilih menjadi presiden. Meski begitu, Gates juga tidak pernah terang-terangan mendukung Harris dalam kompetisi pemilihan presiden tahun ini.
Yayasan filantropi Bill & Melinda Gates diduga menyatakan kekhawatiran serius atas kemungkinan pengurangan program keluarga berencana dan kesehatan global jika Trump berhasil menjadi presiden.
Gates, yang saat ini diprediksi memiliki total kekayaan sebesar USD 162 miliar, dilaporkan menyumbangkan dana tersebut kepada Future Forward, kelompok utama penggalangan dana dari luar yang mendukung Harris. Kelompok ini biasanya tidak mengungkapkan nama donatur dan donasi apa pun tidak akan muncul dalam laporan terbuka.
Dalam sebuah pernyataan pada New York Times, Gates tidak secara eksplisit membahas donasi atau dukungannya pada Harris, tapi ia menekankan sikap bipartisannya, meski mengatakan, pemilu kali ini berbeda.
“Saya mendukung kandidat yang menunjukkan komitmen jelas untuk meningkatkan layanan kesehatan, mengurangi kemiskinan dan memerangi perubahan iklim di AS dan di seluruh dunia. Saya memiliki sejarah panjang dalam bekerja dengan para pemimpin dari berbagai spektrum politik, namun pemilu kali ini berbeda, dengan signifikansi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi warga AS dan masyarakat paling rentan di seluruh dunia,” papar Gates.
Gates dan sang mantan istri, Melinda French Gates telah lama bertahan untuk bersikap netral di dunia politik. Hal itu dilakukan guna menjaga kredibilitasnya di antara lingkungan partai Demokrat dan Republik, mengingat keduanya bekerja di bidang kemanusiaan internasional.
“Saya memilih untuk tidak berpartisipas dalam donasi politik yang legal.Ada kalanya saya mungkin tergoda untuk melakukannya, dan ada orang lain yang memilih untuk melakukannya, tapi saya tidak ingin mengambil langkah itu,” terangnya.
Sebaliknya, kedua anak Gates, Rory dan Phoebe Gates yang kini berusia 20-an tahun justru menunjukkan minat politiknya ke Demokrat. Keduanya meminta Gates untuk melakukan pendekatan politik yang lebih serius.


