
Embun Es Dieng (Ig)
Komplek Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng (Dieng), Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali diselimuti embun es, Jumat pagi (12/7/2024). Sebelumnya, fenomena yang oleh warga lokal disebut ‘bun upas’ ini juga sempat muncul pada Juni lalu.
Sontak kemunculan embun es ini membuat Dieng digeruduk wisatawan lokal maupun luar daerah. Mereka ingin menyaksikan keindahan ‘salju Dieng’.
Tapi, tentu saja tak semua beruntung bisa menyaksikan sajian unik Dieng ini. Sebab, embun es tidak setiap hari muncul. Ada berbagai faktor yang membuat embun es bisa terbentuk di Dieng.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang membuat embun es muncul di Dieng, mengutip laman BMKG, Sabtu (13/7/2024):
- Suhu Dingin
Fenomena embun es muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.
- Periode Terbatas (Kemarau)
Fenomena embun es berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat musim kemarau (Juni – Oktober). Walaupun Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat (warm climate), frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa kondisi cuaca terpenuhi.
- Fenomena Iklim Global
Fluktuasi kejadian fenomena embun es Dieng ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh adanya fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina serta adanya perubahan iklim.
- Pola Kelembapan
Pola kelembabab udara harian di Dieng dapat menjadi jenuh (terkondensasi) menjelang pagi hari, uap air di udara berubah menjadi titik-titik air, di saat yang bersamaan suhu udara harian juga menuju pada titik minimumnya mencapai 0ºC atau bahkan minus.
- Pengkristalan
Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air (embun) yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es (embun upas).
- Meleleh saat Matahari Terbit
Embun upas akan bertahan ketika suhunya masih berada pada kisaran titik beku, seiring matahari mulai terbit, embun upas perlahan mencair dan sebagian menjadi uap air lagi.
Penulis: Mikail Dzan AB


