Khodam dan Ancaman Ketidakpastian Masa Depan

Date:

Ilustrasi Supranatural (Fotor)

Lagi heboh soal khodam di Tiktok dan Youtube akhir-akhir ini. Banyak sekali akun-akun di Tiktok yang memberikan layanan cek khodam secara live. Ada yang gratis ada yang berbayar dengan “coin”, mata uang di Tiktok. Biasanya para “spiritualis” yang menjadi nara sumber tidak memperlihatkan batang hidungnya.

Mereka berlindung di balik gambar-gambar mitologi yang selama ini sudah dikenal masyarakat. Gambar perempuan cantik berkostum ala putri raja dengan warna yang serba hijau. Identik dengan sosok yang selama ini dipersepsikan sakti dan menguasai laut Selatan.

Atau sosok laki-laki tua yang memakai ikat kepala warna hitam dengan kostum bergaya masa lampau dengan jubah yang melambai-lambai.

Mengherankan. Setiap ada akun Tiktok live yang membahas soal khodam, penontonnya ratusan atau bahkan ribuan orang. Mereka semua menanyakan khodam apa yang dipunyai dengan menyebutkan nama atau tanggal lahir.

Dan “spiritualis” yang menjadi nara sumber pun detik itu juga langsung bisa menjawab dengan cepat. Si Mawar kodamnya, keris emas. Si B tidak ada, Si C kuda putih dan seterusnya. Tak sebatas itu, ada beragam nama-nama unik lain yang mengejutkan. Mulai dari Nyi blorong, Jin rawa rontek, Kucing Israel, Capung gila, Tumis kangkung, Jam Dinding Rusak, dan Ular Sepu dan sederet nama lainnya. Dari mana mereka punya ide menciptakan nama-nama seunik itu?

Mereka live di Tiktok bisa berlangsung berjam-jam. Kebanyakan live dilakukan saat suasana hening, nyaris tengah malam. Bukan hanya orang-orang dewasa penonton yang begitu menggilai acara ini, namun juga ada anak-anak usia 12 tahun.

Selain bisa bertanya saat live di Tiktok, ada juga layanan cek khodam dalam bentuk aplikasi. Salah satu aplikasi yang menawarkan jasa itu misalnya cek khodam Indonesia, chek kodam dengan nama, cek khodam viral dan khodam master.

Sebenarnya selain cek khodam, banyak praktek yang berhubungan dengan sosok gaib ini juga marak di aplikasi lain. Di lapak-lapak online ramai penjualan benda-benda pusaka, mantra rahasia yang diyakini punya kekuatan dahsyat yang bisa mendatangkan rejeki yang melimpah ruah, jodoh yang cakep, pintar, kaya, baik dan beriman dan kekuatan-kekuatan lainnya.

Harganya? (Di dunia per”klenik-an ini tidak biasa menyebut harga, tapi mahar. ) Ada yang harganya biasa-biasa saja, ada juga yang sangat fantastis, seharga mobil listrik. Jika membeli salah satu benda atau mantra, sudah disertakan juga SOP-nya agar hasilnya maksimal.
Kenapa para penonton begitu antusias dengan acara live seperti itu?

Sebenarnya sejak beratus-ratus tahun lalu khodam sudah diyakini para penganut animisme. (Khodam adalah “sosok” gaib yang dipercaya mendampingi dan melindungi seseorang. Konon khodam bisa diperintah oleh tuannya. Keyakinan soal khodam ini ada di berbagai literatur budaya, Jawa, Sunda dan Kalimantan.
Ketertarikan pada sosok gaib yang sering dikaitkan dengan leluhur ini juga diyakini bisa meningkatkan kepercayaan diri, menguatkan motivasi saat merencanakan target-target, menambah keberanian, juga affirmasi diri untuk selalu berpikiran positif.

Dengan teknologi digital, keyakinan itu makin menyebar luas dengan cepat. Karena setiap orang bisa mengakses melalui media sosial, forum, website, podcast. Sehingga beberapa orang yang sebelumnya acuh atau belum tahu mulai mencoba mencari info dan belajar.

Kegiatan itu didukung oleh banyak komunitas online, dimana para “praktisi spiritual” saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ini akan memudahkan orang-orang yang berminat sama bisa saling berinteraksi dan diskusi.

Meskipun keberadaanya tidak bisa dibuktikan secara ilmiah khodam memberikan manfaat positif bagi orang-orang yang meyakini.
Kamu termasuk yang percaya atau tidak?

Khodam bagi yang meyakini selain memberi pengaruh baik, juga ada ancaman yang perlu diwaspadai. Karena itu penting untuk tetap berpikir kritis. Jangan sampai terobsesi untuk memiliki khodam dan menjadi sasaran para pencoleng yang mengklaim bisa menyediakan kodam sesuai yang diinginkan.

Contoh bentuk “penipuan” ini misalnya di salah satu akun Tiktok yang sedang live, kalau kita jeli, akun tersebut hanya menayangkan ulang rekaman yang pernah dilakukan. Ini tampak dari tidak adanya percakapan selama live. Penonton yang telah mengirimkan nama untuk dicek diabaikan.

Begitu juga di salah satu aplikasi cek khodam. Ketika kita penasaran pengen tahu khodamnya apa, jawabnya selalu berbeda-beda. Karena memang aplikasi ini diciptakan hanya untuk sekadar hiburan.

Bisa jadi tren cek khodam ini adalah bentuk ke-insecure-an warganet dalam menghadapi ketidakpastian masa depan: teknologi baru yang terus bermunculan dengan cepat, tren media sosial bergeser dalam hitungan hari, dan model bisnis yang bisa berubah dalam sekejap.

Tempat kerja kita yang dulu bonafid bisa tiba-tiba menghadapi pesaing baru yang inovatif, dan platform yang sebelumnya populer bisa kehilangan relevansinya dalam sekejap. Kita harus mampu belajar, berinovasi, dan menyesuaikan strategi mereka dengan cepat untuk tetap bertahan. Jika tidak bisa beradaptasi mereka akan tersingkir dan mati.

Ketidakpastian ini dapat memicu kegelisahan yang berlarut-larut. Kalau tak menemukan solusi yang tepat, akibatnya fatal. PHK menghantui.

Dunia digital bagaikan hutan belantara yang nyaris tak ada batasnya. Informasi dan peluang membanjiri ponsel kita tanpa diminta. Di balik itu dunia digital menyimpan kompleksitas yang luar biasa. Perlu pemahaman menyeluruh bagi kita agar bisa berpartisipasi di dalamnya, bukan hanya menjadi penonton saja.

Banyak informasi di dunia digital bersifat ambigu dan tidak jelas. Maksud dari posting media sosial bisa jadi samar-samar, data bisa jadi tidak lengkap atau menyesatkan, dan tren yang muncul bisa jadi memiliki interpretasi yang berbeda-beda.

Ambiguitas ini dapat menyebabkan kebingungan dan membuat pengambilan keputusan menjadi sulit. Para pelaku digital harus belajar untuk berpikir kritis, mengevaluasi informasi secara hati-hati, dan mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum mengambil tindakan.

Menghadapi di dunia digital diperlukan mindset baru dan adaptif. Beberapa Langkah yang diperlukan adalah mengembangkan wawasan berorientasi Masa depan dengan melakukan riset dan analisis tren yang sedang berkembang, teknologi baru apa saja yang muncul, dan potensi lain skenario masa depan.

Dan yang juga tak kalah mendesaknya adalah fokus pada kemampuan digital, menginvestasikan keterampilan digital dan literasi dengan cara belajar atau mengambil sertifiksai. Banyak layanan yang tersedia, tinggal mencari mana yang dianggap ccok.

Penting juga membangun networking ( jaringan) yang kuat dengan para anggota komunitas lain untuk berbagi informasi dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan bersama.

Kita juga harus tahan banting untuk menghadapi kondisi darurat yang kemungkinan bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Jika mengalami kegagalan, tidak menyerah tapi bangkit lagi dengan strategi yang berbeda.

Lepas dari percaya atau tidak terhadap adanya khodam, untuk menghadapi tantangan di era digital yang makin sulit diprediksi dan dimengerti ini kita perlu belajar meningkatkan kompetensi diri bukan malah merespon dengan mencari khodam untuk menenangkan diri.

Penulis: Karmin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...