
Dalam khazanah Islam, ada yang disebut sebagai buah surga. Buah yang kini ada di dunia itu, kelak juga akan ditemui di Surga.
Pada hadis nabi dan Alquran, ada enam buah yang disebut buah surga, yakni kurma, delima, zaitun, anggur, pisang dan semangka.
Namun, kali ini kita akan membahas tentang anggur dan semangka. Ternyata dua buah surga ini bisa menjadi pengganti skincare lho.
Memang, akhir-akhir ini, tingkat konsumsi skincare di Indonesia melesat naik. Harganya pun bermacam-macam, dari yang murah sampai mahal. Skincare kini sudah menjadi kebutuhan, sekaligus gaya hidup.
Berikut ini adalah ulasan anggur dan semangka sebagai pengganti skincare:
1. Anggur
Melansir laman Kementerian Kesehatan, selain sebagai sumber vitamin dan mineral, sayur dan buah-buahan juga sumber antioksidan yang melindungi, mencegah, dan memperbaiki sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas seperti polusi dan sinar ultraviolet.
Kenali beberapa jenis buah yang mengandung zat gizi baik dalam menjaga kesehatan kulit dan bisa menjadi alternatif pengganti skincare di rumah. Kamu bisa langsung mengonsumsinya atau menghancurkannya menjadi jus.
Buah anggur dikenal kaya akan antioksidan dan vitamin C. Antioksidan berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit karena berperan penting dalam melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang bisa menimbulkan beragam penyakit.
Menurut The George Mateljan Foundation, tiap 100 gram anggur mengandung 25 komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin C, vitamin A, kalium, kalsium, dan lainnya, sehingga dapat dikatakan buah anggur memiliki nilai gizi yang luar biasa.
Buah anggur terbukti memiliki senyawa fitokimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti flavonoid, fenolat, dan resveratrol. Senyawa tersebut berperan dalam mencegah kerusakan akibat radikal bebas seperti penuaan dengan menghasilkan radikal yang lebih stabil.
Anggur Disebut 11 Kali dalam Alquran
Allah SWT menyebutkan buah anggur Alquran sebanyak 11 kali sebagai bagian dari penjelasan tentang penghitungan nikmat yang dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya di dunia dan di akhirat.
Buah anggur di antaranya disebutkan dalam Surat Yasin ayat 34, dan An Naba ayat 31-32. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS Yasin ayat 34-35)
Dalam surat lain, anggur juga disebutkan sebagai sebuah hadiah kemenangan bagi mereka yang bertakwa. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur.” (QS An Naba ayat 31-32)
Anggur Disebut sebagai Buah Surga
Buah anggur adalah buah yang tumbuh di sejumlah varietas anggur, yang biasanya dimakan segar atau diolah menjadi jus, anggur kering, atau anggur menjadi minuman beralkohol seperti anggur.
Buah anggur memiliki manfaat yang sangat dihargai dalam Islam.
Salah satunya adalah sebagai makanan yang disukai oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau sering mengonsumsi buah anggur dan menyarankan umat Islam untuk melakukannya juga.
Melansir situs umsu.ac.id, selain itu, dalam Al-Qur’an, buah anggur juga disebutkan sebagai salah satu buah-buahan surga, yang menjadi bukti kebaikan dan kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang-orang yang beriman.
Hal ini sesuai dengan yang tertulis di Surat Al Mu’minun 3 ayat: 19-20, Al-Qur’an yang mengatakan bahwa : “Dengan air itu kami tumbuhkan bagimu kebun-kebun kurma dan anggur, yang di dalamnya terdapat buah-buahan yang banyak, dan darinya kamu boleh makan.”
2. Semangka
Semangka dikenal memiliki banyak kandungan air sehingga dapat membantu mencukupi suplai cairan bagi tubuh. Tubuh yang asupan cairannya tercukupi memberikan efek baik bagi kesehatan kulit seperti kulit akan terasa lebih kenyal, segar, dan lembap.
Nutrisi dalam buah semangka bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jaringan kulit, menunda penuaan, memperbaiki tekstur kulit, dan melindungi kulit dari bahaya radikal bebas. Nutrisi tersebut di antaranya adalah vitamin A, B1, B6, C, dan lycopene yang terhitung cukup tinggi.
Semangka juga terbilang cukup ramah bagi Anda yang sedang menjalani program diet, sebab semangka tidak mengandung lemak dan juga rendah gula.
Semangka Buah Surga Kesukaan Rasulullah
Mengutip tebuireng.co, keutamaan buah semangka menurut hadis dapat dilihat dari hadis riwayat Tirmidzi. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya yang berjudul Ath-Thibb An-Nabawi menjelaskan, hadis mengenai nabi memakan semangka dan ruthab ini ada beberapa. Namun, yang sahih hanya hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi.
Kecintaan Nabi Muhammad dengan buah semangka ini pernah dijelaskan dalam beberapa hadis. Salah satunya sebagaimana yang dijelaskan oleh sang istri, Aisyah Ra:
“Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw sering makan semangka disertai ruthab (kurma muda),”. (HR At-Tirmidzy Nomor 1843, dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih At-Tirmidzy Nomor 1843).
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari pernah menemukan riwayat hadis yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam Al-Ausath, bahwa Rasulullah memakan buah semangka dengan dicampur kurma. Meskipun sanad ini lemah, tapi setidaknya ada riwayat yang menjelaskan tata cara nabi memakan buah semangka.
Dalam At-Tadzkiroh Imam Al-Qurtubi menuliskan lebih rinci tentang keutamaan buah semangka, yang artinya:
“Ulama ahli hadis terkemuka Abul Hasan Ali bin Khalaf Al-Khufi dari Abul Qasim Abdullah, dari Abil Faraj Muhammad bin Abu Hatim Mahmud bin Husain Al-Qazwaini dari Abu Ja’far Muhammad bin Zaid Al-Ja’fari dari ayahnya, dari Yahya bin Husain dari Aqil bin Samurah dari Ali bin Hammad Al-Ghazi dari Abbas bin Ahmad dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishak, dari Ashim bin dhamurah dari Aly RA, bahwa Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Yaa Aly, rajinlah memakan buah semangka karena airnya dari surga, dan rasa manisnya adalah rasa manis surga, setiap hamba yang memakan satu suap saja buah ini, Allah memasukkan ke dalam perutnya 70 macam obat dan mengeluarkan dari perutnya 70 macam penyakit, untuk satu suap Allah mencatat untuknya 10 kebajikan dan menghapus darinya 10 keburukan(kejahatan) dan mengangkat(nya) 10 derajat”.
Penulis: Mikail Dzan


