Fakta-Fakta soal Bendera Pusaka Merah Putih yang Duplikatnya Dikirim ke IKN

Date:

Duplikat bendera merah putih diarak sebelum diterbangkan ke Kalimantan, Sabtu (10/8/2024).

Acara ini dimulai dari Monumen Nasional (Monas) pada pukul 08.00 WIB, seperti yang disampaikan oleh Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, Rabu (7/8/2024) di Cawang.

Ini pertama dalam sejarah Indonesia. Biasanya, rute kirab berakhir di Istana Merdeka, Jakarta, namun tahun ini rutenya berbeda.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, M Yusuf Permana, mengungkapkan bahwa bendera tidak akan menuju Istana Merdeka, melainkan diterbangkan dari Monas langsung menuju IKN. Perubahan ini menandai cara baru dalam mengenang sejarah Indonesia.

Pukul 12.04 Wita, duplikat bendera pusaka itupun tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sejarah Bendera Pusaka

Dijahit Fatmawati, Terinspirasi Bendera Majapahit

Dikutip dari berbagai sumber, Bendera Pusaka ini punya cerita menarik, lho. Dijahit langsung oleh Fatmawati, istri Ir Sukarno, bendera ini terinspirasi dari bendera Majapahit abad ke-13, yang terdiri dari sembilan garis merah dan putih yang bergantian.

Bendera pusaka pertama kali dikibarkan di rumah Sukarno di Jalan Pengangsaan Timur 56, Jakarta, tepat setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan.

Momen bersejarah ini dipimpin oleh Paskibraka di bawah komando Kapten Latief Hendraningrat, diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh semangat.

Punya Perjalanan Dramatis

Bendera Pusaka punya perjalanan yang cukup dramatis selama Revolusi Nasional Indonesia. Setelah Belanda menguasai Jakarta pada 1946, bendera ini dibawa ke Yogyakarta oleh Sukarno dalam sebuah koper.

Saat Operatie Kraai, bendera ini dipotong dua oleh Husein Mutahar untuk diamankan. Meskipun sempat ditangkap dan melarikan diri, Mutahar berhasil membawa kembali bendera ini ke Jakarta, menjahitnya kembali, dan menyerahkannya kepada Soedjono, yang kemudian membawanya ke Sukarno di Bangka.

Setelah perang usai, Bendera Pusaka terus dikibarkan setiap Hari Kemerdekaan di depan Istana Negara. Tapi karena sudah mulai rapuh, sejak 1968, bendera yang dikibarkan di Istana adalah replika dari sutra.

Replika pertama ini dipakai sampai 1984, lalu diganti dengan replika kedua hingga 2014, dan sekarang, replika ketiga yang dikibarkan.

Rasio Bendera

Merah di atas dan putih di bawah dengan rasio 2:3. Merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian. Ada juga yang bilang, merah itu gula aren dan putih itu nasi, dua bahan penting dalam masakan Indonesia.

Pasukan Khusus ‘Paskibraka’

Ngomong-ngomong, Bendera Pusaka ini juga jadi nama pasukan yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera setiap Hari Kemerdekaan, yaitu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Organisasi ini didirikan oleh Husein Mutahar pada tahun 1968 dan punya tugas penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sejarah Bendera Pusaka memang penuh dengan perjuangan dan makna, bikin kita makin bangga jadi bagian dari Indonesia!

Soal Duplikat Bendera Pusaka

Mengutip laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih selalu menggunakan Bendera Pusaka asli sejak 17 Agustus 1945. Tapi, karena usianya yang semakin rapuh, sejak tahun 1969, bendera yang digunakan di Istana Merdeka adalah duplikatnya.

Duplikasi bendera ini dibuat dari benang sutra asli dengan pewarna dan alat tenun tradisional. Namun, pewarna merah yang digunakan ternyata tidak cocok, sehingga akhirnya diganti dengan kain wol Inggris.

Tim Pembuat Duplikat Bendera Pusaka di Jakarta pun menjahit dan mewarnai bendera ini, dan Sang Merah Putih berkibar selama 15 tahun hingga 1984.

Setelah duplikat pertama mulai usang, Mutahar kembali meminta izin kepada Presiden Soeharto untuk membuat duplikasi kedua.

Presiden Soeharto pun setuju, dan duplikat kedua ini berkibar di Istana Merdeka selama 30 tahun, dari 1985 hingga 2014. Kemudian, pada tahun 2015, duplikat ketiga mulai digunakan hingga sekarang.

Aturan Penggunaan Bendera

Sebagai simbol negara, penggunaan Bendera Merah Putih diatur oleh UU Nomor 24 Tahun 2009. Bendera ini bukan cuma kain yang dijahit, tapi simbol negara yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Sang Merah Putih adalah simbol kedaulatan dan kehormatan negara yang telah diperjuangkan dengan darah dan nyawa.

Pemindahan Bendera Pusaka ke Monas

Saat ini, Bendera Pusaka hasil jahitan Ibu Fatmawati masih tersimpan di Istana Merdeka.

Dalam rangka Bulan Kemerdekaan pada Agustus 2017, pihak Istana bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta merencanakan pemindahan Bendera Pusaka ke Monumen Nasional (Monas).

Bendera ini ditempatkan di Ruang Kemerdekaan Monas, bersama dengan naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lambang negara Garuda Pancasila, dan peta kepulauan NKRI.

Keamanan bendera akan dijaga ketat oleh TNI, dan ruangan penyimpanan akan dijaga 24 jam penuh. Bendera Pusaka akan dibentangkan dalam vitrin atau lemari pajang yang terbuat dari kaca antipeluru.

Penyimpanan ini dilengkapi dengan kaca antipeluru setebal 12 sentimeter dan pengatur suhu untuk menjaga kelembapan. Tempat penyimpanan ini juga menggunakan tenaga hidrolik sehingga bisa naik dan turun secara otomatis.

Dengan cara penyimpanan ini, Bendera Pusaka akan tetap terjaga dengan baik, menjadi saksi bisu sejarah panjang bangsa Indonesia. Jadi, mari kita jaga dan hormati Sang Merah Putih, simbol perjuangan dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...