Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada dua zona megathrust di Indonesia yang belum melepas energinya. Kini, tinggal menunggu waktu kedua megathrust itu ‘pecah’ dan berpotensi memicu gempa besar.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan, ledua zona tersebut yakni, megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Potensi seismic gap megathrust Selat Sunda mencapai 8,7 magnitudo dan megathrust Mentawai-Siberut 8,9 magnitudo.
Kedua zona megathrust ini masih menjadi ancaman yang paling besar bagi Indonesia,karena kedua segmen tersebut sudah ratusan tahun tidak melepas energinya dengan gempa besar. Oleh karena itu, kedua zona ini bisa melepaskan energi dan menjadi ancaman besar sewaktu-waktu.
Mitigasi
Daryono menjelaskan, menyadari potensi yang ada, selain memaksimalkan fungsi pada sistem pemantauan, BMKG terus menggencarkan edukasi, pelatihan mitigasi, evakuasi, dan berbasis pemodelan tsunami kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Edukasi dan pelatihan tersebut dikemas dalam kegiatan sekolah lapang gempa bumi dan tsunami (SLG), pembentukan masyarakat siaga tsunami, hingga mengajar ke sekolah-sekolah (BMKG Goes to School/BGTS).
Dalam berbagai kesempatan, BMKG juga terus menyosialisasikan mengenai kebutuhan beralih menggunakan rumah yang tahan gempa. Bahkan, mewajibkan pemerintah daerah dan masyarakat di daerah yang rawan seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Beberapa tahun terakhir megathrust selalu menjadi topik menarik. Lantas, sebenarnya apa itu megathrust dan seberapa besar ancamannya di Indonesia?
Apa itu Megathrust?
Merangkum berbagai sumber, megathrust adalah daerah pertemuan antar lempeng tektonik bumi yang berpotensi memicu gempa kuat dan tsunami yang dahsyat.
Menurut Buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 Pusgen ada 16 megathrust yang mengelilingi Indonesia. Megathrust bisa ‘pecah’ secara berulang dengan jeda hingga ratusan tahun.
Sejak tahun 1995, segmentasi megathrust terus diperbaharui melalui data GPS yang tersebar di Indonesia. Perkembangan yang cukup masif terjadi setelah tahun 2010 di Pulau Jawa.
Zona Megathrust di Indonesia
Dari analisis perhitungan regangan dan data seismisitas, diketahui ada 12 megathrust yang membentang dari barat Sumatera hingga selatan Nusa Tenggara Timur. Namun, beberapa megathrust sudah pecah dan membentuk segmen yang baru.
Selanjutnya, megathrust itu dihitung nilai magnitude maksimumnya bila nantinya bertabrakan. Untuk dicatat, perhitungan ini diperoleh dengan asumsi return periode selama 400 tahun.
Jadi apa saja megathrust yang ada di Indonesia? Berikut ini daftar selengkapnya melalui data Peta Gempa Nasional 2017.
16 Megathrust di Indonesia Indonesia
Megathrust Aceh-Andaman
Potensi Magnitude: 9,2
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Nias-Simeulue
Potensi Magnitude: 8,9
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Batu
Potensi Magnitude: 8,2
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Mentawai-Siberut
Potensi Magnitude: 8,7
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Mentawai-Pagai
Potensi Magnitude: 8,9
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Enggano
Potensi Magnitude: 8,8
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Selat Sunda-Banten
Potensi Magnitude: 8,8
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Jawa Barat
Potensi Magnitude: 8,8
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Jateng-Jatim
Potensi Magnitude: 8,9
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust Bali
Potensi Magnitude: 9,0
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust NTB
Potensi Magnitude: 8,9
Pergeseran/tahun: 4 cm
Megathrust NTT
Potensi Magnitude: 8,7
Pergeseran/tahun: 2 cm
Megathrust Laut Banda Selatan
Potensi Magnitude: 7,4
Megathrust Laut Banda Utara
Potensi Magnitude: 7,9
Megathrust Sulawesi Utara
Potensi Magnitude: 8,5
Megathrust Filipina
Potensi Magnitude: 8,2
Penulis: Mikail Dzan


