Kasus dugaan pembunuhan Vina dan Eky Cirebon, yang menghebohkan publik pada 2016, masih menyisakan kontroversi hingga kini.
Bahkan kasus Vina Cirebon ini menuai perhatian sejumlah jenderal purnawirawan untuk turut dalam panggung kontroversial ini. Dua di antaranya Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mantan Kabareskrim dan ada Irjen Pol (Purn) Ricky Herbert Parulian Sitohang, mantan Kepala Biro Provos Polri.
Menariknya, alih-alih membahas kasus Vina Cirebon, dua jenderal purnawirawan poliri ini justru ‘cekcok’ hal yang tak terkait kasus secara langsung.
Semula, Susno mengkritik penanganan kasus Vina Cirebon. Menurut dia, penyidik hingga hakim perlu dikritisi saat penangan kasus yang terjadi pada 2016 ini.
Keterlibatan mereka menunjukkan betapa tinggi intensitas dan kepentingan yang terlibat dalam kasus ini.
Kritik Pedas Irjen Pol Purn Ricky Sitohang
Irjen Pol Purn Ricky Herbert Parulian Sitohang, mantan Kepala Biro Provos Polri, melontarkan kritik tajam terhadap Susno Duadji.
Ricky menilai bahwa kritik Susno justru merugikan institusi Polri dan tidak memberikan solusi yang konstruktif.
“Kritik yang dilontarkan Susno Duadji malah memperburuk citra Polri. Pendapatnya tidak memberikan solusi konstruktif,” ujar Ricky, menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap kritik yang dianggapnya merusak reputasi Polri.
“Jika tidak ada jalan keluar konkret, lebih baik diam daripada membuat Polri semakin dicemooh,” kata Ricky baru-baru ini sepert dikutip dari berbagai sumber.
Kritik ini mencerminkan ketegangan antara mantan pejabat kepolisian yang berbeda pandangan tentang penanganan kasus Vina Cirebon.
Respons Duadji: Saya nggak Kenal
Menanggapi kritik dari Ricky, Komjen Pol Purn Susno Duadji menunjukkan sikap yang tenang.
Dalam sebuah pernyataan di media sosialnya, Susno mengungkapkan bahwa ia tidak mengenal Ricky secara pribadi dan tidak merasa terpengaruh oleh komentarnya.
“Seratus persen enggak kenal, kalau ketemu pun saya enggak tahu. Saya ini orang desa, ya begini-gini saja lah,” jelas Susno, mengungkapkan ketidakpeduliannya terhadap kritik yang dilontarkan Ricky.
Susno juga menambahkan, “Ya mungkin dia punya nama besar, dia yang dikenal masyarakat, dia punya wewenang untuk mengomentari seorang profesor. Kalau saya, maklum saja, saya ini petani. Mungkin banyak dia daftar tunggunya (panggilan tampil di TV), saya enggak ada apa-apanya dibanding dengan dia.”
Susno menjelaskan bahwa kritiknya terhadap kasus ini bertujuan untuk mendorong transparansi dan reformasi dalam sistem hukum.
Pembelaan Terhadap Institusi Polri
Susno membela diri dengan menyatakan bahwa kritiknya bukan untuk merusak nama baik Polri, tetapi untuk mengungkap kejanggalan yang ada.
“Saya selalu ingat bahwa Polri adalah almamater saya, dan itu harus dicintai,” ujar Susno, menunjukkan rasa hormatnya terhadap institusi tersebut meskipun mengkritik penanganan kasus.
Susno menekankan bahwa masalah dalam Polri lebih disebabkan oleh oknum yang menyimpang dari tugas, bukan oleh kritik yang dilontarkannya.
“Jadi kalau saya dianggap memorakporandakan institusi tentunya saya sudah ditegur oleh Kapolri dan para petinggi lainnya,” katanya, menegaskan bahwa kritiknya bertujuan untuk perbaikan.
Pesohor di Panggung Publik, Pengaruh dan Peran Mereka
Kasus Vina Cirebon juga menarik perhatian berbagai pesohor dari kalangan jenderal yang memberikan pandangan mereka. Keterlibatan mereka tidak hanya memperluas cakupan diskusi tetapi juga memperkaya perspektif publik tentang kasus ini.
Para pensiunan jenderal ini, melalui komentar dan pandangan mereka di media sosial dan acara publik, mempengaruhi opini masyarakat dan menambah dimensi baru dalam perdebatan.
Meskipun keterlibatan mereka bisa memperumit situasi, hal ini menunjukkan betapa pentingnya integritas dan transparansi dalam menangani kasus-kasus besar.
Menilai Kembali Integritas dan Keterbukaan
Hal yang disorot dalam Kasus Vina Cirebon adalah pentingnya integritas dan keterbukaan dalam penanganan kasus besar.
Diskusi antara pensiunan jenderal dan keterlibatan pesohor lainnya menggarisbawahi betapa pentingnya transparansi dalam sistem hukum.
Meskipun perbedaan pendapat sering kali memicu ketegangan, perdebatan yang sehat adalah bagian penting dari proses untuk memastikan bahwa institusi hukum berfungsi dengan baik dan bertanggung jawab.
Penulis: Purba Handayaningrat


