Misteri Temuan Batu Bata Raksasa di Kalikudi: Candi atau Batas Kerajaan?

Date:

Temuan batu bata berukuran tak biasa menggegerkan Kalikudi, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada 2018 lalu. Bahkan, temuan struktur batu bata berukuran raksasa ini juga membuat banyak orang luar desa penasaran.

Struktur batu bata itu ditemukan di tengah sawah. Belakangan, ditemukan pula artefak batu berbentuk silinder dan persegi, mirip lingga.

Hingga kini, lokasi penemuan situs tumpukan batu bata itu masih terjaga. Pemilik tak menggarap bagian situs. Pun, batu bata yang disimpan warga masih dirawat baik-baik.

“Masih ada yang menyimpan,” kata Nakam Wimbo Prawiro, Ketua Paguyuban Resik Kubur Rasa Sejati (PRKRS) Kalikudi, Minggu (25/8/2024).

Perlu diketahui, Kalikudi merupakan desa yang sebagian masyarakatnya masih melestarikan adat dan tradisi Jawa. Ditilik dari beridirinya pada 1700-an, desa ini nyaris berusia tiga abad.

Kembali ke temuan batu bata kuno, Nakam menjelaskan hingga kini belum ada penjelasan mengenai muasal batu bata kuno tersebut. Dulu, kata dia, sudah dilakukan penelitian, namun hasilnya belum diketahui.

“Hasil penelitian belum ada konfirmasi sampai saat ini,” ucap Nakam, yang juga perangkat desa di Kalikudi.

Dugaan Keberadaan Batu Bata

Batu bata berukuran raksasa ditemukan di persawahan di Kalikudi, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa/Nakam)

Nakam mengungkapkan, orang-orang tua di Kalikudi meyakini bahwa batu bata berukuran 35×25 sentimeter itu merupakan bagian dari bangunan batas kerajaan. Namun, dia sendiri tak bisa merinci batas kerajaan apa.

Hanya saja, pada masa silam, Cilacap diduga merupakan wilayah kerajaan Pasundan bukan Mataram. Bisa jadi, Kalikudi menjadi wilayah tapal batas.

Ada juga dugaan bahwa batu bata tersebut merupakan bagian dari candi atau benteng. Sebab, pada masa lalu batu bata memang dibuat dengan ukuran raksasa, dua kali lipat lebih dibanding batu bata yang kita kenal hari ini.

Ada pula yang berspekulasi bahwa, bisa jadi, pada masa lalu, Kalikudi adalah pusat pembuatan batu bata untuk pembangunan kota lama dan benteng-benteng di Cilacap.

“Ada yang berpendapat, batu bata zaman dulu memang berukuran seperti itu,” ucap Nakam.

Penjelasan BPCB Jawa Tengah

Batu bata berukuran raksasa ditemukan di persawahan di Kalikudi, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa/Nakam)

Terkait dugaan candi, BPBCB Jawa Tengah menyatakan memang ada dua candi yang dibuat dengan batu bata merah. Dua candi itu adalah Candi Retno, Magelang, dan Candi Kayen, Pati.

Struktur bangunan klasik atau kuno yang berasal dari zaman kerajaan itu menggunakan batu bata merah berukuran besar. Namun, dua candi kuno itu tak bisa dijadikan patokan situs yang ditemukan di Kalikudi.
Namun, pada zaman yang lebih muda, masa kolonial, batu bata juga masih dibuat dengan ukuran besar. Misalnya pada zaman Belanda dan Jepang.

Kala itu, benteng, perkantoran, maupun perumahan yang dibangun dengan batu bata berukuran lebih besar dari batu bata zaman sekarang.

“Yang pasti di Jawa Tengah ada dua candi yang terbuat dari bata merah. Tapi itu tidak bisa jadi tolak ukur,” Staf BPCB Jateng, Harun Al Rasyid, pada 2018.

Harun mengungkapkan, hingga saat ini BPBC belum bisa menduga-duga struktur bangunan pada situs batu bata kuno berukuran raksasa di Cilacap ini. Bisa saja candi kuno, atau bisa pula lainnya.

Antara Zaman Klasik atau Kolonial

Batu bata berukuran raksasa ditemukan di persawahan di Kalikudi, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa/Nakam)

Harun juga meminta agar masyarakat dan seluruh pihak terkait mengamankan situs batu bata kuno ini. Patut diduga situs itu adalah cagar budaya yang bisa menyingkap sejarah, khususnya di Cilacap. Karenanya, situs ini mesti dijaga dari kerusakan atau vandalisme.

“Tidak boleh lagi ada penggalian,” dia menegaskan.

BPCB hingga saat ini juga masih meneliti muasal batu bata ini, apakah dari zaman klasik atau masa yang lebih muda, misalnya zaman kolonial.

Melihat situs secara keseluruhan adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan jika masih memungkinkan. Dari struktur yang terbentuk itu, bisa diduga struktur bangunan situs yang ditemukan.

BPCB juga masih meneliti batu bata kuno berukuran jumbo yang ditemukan di Kalikudi di laboratorium BPCB. Dari penelitian itu, diharapkan akan diketahui umur batu bata untuk mengetahui muasalnya.

Selain itu, tim peneliti BPCB juga menelusuri kesesuaian data yang mengarah pada terungkapnya situs batu bata kuno di Kalikudi ini.

Harun mengemukakan, BPCB juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap serta masyarakat Kalikudi untuk mengamankan situs ini. Caranya, yakni dengan tidak lagi menggali di sekitar lokasi.

Di lokasi penemuan situs utama yang sudah terbuka juga telah dipagar. Namun, ia tak melarang petani menggarap sawah di lokasi yang tak dipagar tersebut.

Terkait penemuan terbaru artefak berupa batu berbentuk kombinasi bulat dan persegi di situs itu, Harun juga belum berani berspekulasi. Tetapi, bisa jadi batu lonjong itu bukanlah lingga.

“Lingga berbeda. Tapi untuk mengetahui tentu harus diteliti lebih jauh lagi,” ujar Harun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...