Ir. Soekarno adalah presiden pertama Republik Indonesia. Dialah sang proklamator kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta pada 17 Agustus 1945 yang didampingi Mohammad Hatta.
Bung Karno dikenal dengan orasinya yang sangat membara. Dia mampu membangkitkan semangat rakyat di tengah perlawanan penjajah. Tidak heran jika dia dijuluki sebagai Singa Podium yang setiap perkataannya selalu berapi-api.
Hampir seluruh rakyat Indonesia tahu bahwa Soekarno adalah pejuang kemerdekaan sekaligus pahlawan nasional. Begitu banyak jasa yang pernah dikorbankan untuk Indonesia. Jejak perjuangannya menjadi teladan bagi generasi kini.
Namun demikian, masih ada yang belum tahu jika presiden pertama RI itu lahir di Surabaya. Selama ini banyak yang menganggap jika Bung Karno lahir di Blitar, namun dibantah oleh sejarawan.
Bung Karno juga mengoreksi atas tempat kelahirannya saat menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) Ilmu Sejarah dari Universitas Padjadjaran Bandung pada 23 Desember 1964. Ia mengatakan lahirnya bukan di Blitar, melainkan Surabaya.
“Lebih dahulu satu koreksi kecil kepada Rektor; ditulis dalam piagam yang tadi dibacakan, bahwa saya dilahirkan bertanggal 6 Juni 1901 di Blitar. Itu salah. Saya dilahirkan di Surabaya, jadi saya arek Suroboyo,” kata Bung Karno dikutip dari akun X resmi @unpad.
Lebih dahulu satu koreksi kecil kepada Rektor; ditulis dalam piagam yang tadi dibacakan, bahwa saya dilahirkan bertanggal 6 Juni 1901 di Blitar. Itu salah. Saya dilahirkan di Surabaya, jadi saya arek Suroboyo.
Soekarno
Saat menerima Doktor HC Ilmu Sejarah dari Unpad, 23 Des 1964 pic.twitter.com/yAgobDDENu— Universitas Padjadjaran (@unpad) June 6, 2023
Inilah Rumah Kelahiran Surabaya

Koesno yang merupakan nama kecil dari Soekarno lahir di Jalan Peneleh Gang Pandean IV, Nomor 40, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Rumah kelahiran Bung Karno terletak di sebuah kampung dengan gang kecil yang berada di pusat kota Surabaya.
Kelahiran Soekarno di Surabaya karena ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo dipindahtugaskan mengajar dari Singaraja, Bali ke Sekolah Rakyat Sulung Surabaya pada 1900. Saat pindah ke Kota Pahlawan, istri Soekemi, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben tengah mengandung Soekarno. Tahun berikutnya, Soekarno lahir dengan nama Koesno.
Rumah kelahiran Bung Karno masih berdiri kokoh hingga saat ini. Kini, rumah tersebut telah dibeli oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 17 Agustus 2020. Untuk menjaga nilai sejarahnya, rumah tersebut direvitalisasi menjadi bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Saat bertandang ke rumah Bung Karno di Surabaya, pengunjung akan disambut dengan tulisan “Di Sini Tempat Kelahiran Bapak Bangsa Dr Ir Soekarno”. Tulisan itu memperjelas bahwa presiden pertama lahir di Kota Pahlawan.
Ketika masuk ke dalam, pengunjung dapat melihat arsip-arsip sejarah, potret silsilah keluarga Presiden Soekarno, hingga memorabilia yang disusun menarik. Selain itu, terdapat audio visual dan film terkait dengan Bung Karno yang dapat menginspirasi pengunjung.
Lokasi rumah kelahiran Bung Karno tidak jauh dengan rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang berada di Jalan Peneleh VII Nomor 29-31 yang menjadi tempat kos Soekarno selama sekolah.
Setelah dijadikan cagar budaya, rumah kelahiran Bung Karno dapat dikunjungi oleh masyarakat umum dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Tiket berkunjung ke tempat kelahiran presiden pertama ini gratis dengan reservasi terlebih dahulu melalui laman tiketwisata.surabaya.go.id.
Penulis: Chairil Mustami


