Terungkap, dr Aulia Risma dan Mahasiswa PPDS Undip Diduga Diperas hingga Rp40 Juta per Bulan

Date:

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini mengungkap bukti baru terkait dugaan perundungan dan pemerasan yang dialami dr Aulia Risma Lestari, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Kasus ini menarik perhatian publik setelah dr Aulia ditemukan meninggal di kamar kosnya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Temuan dari tim investigasi Kemenkes menunjukkan adanya dugaan pungutan liar atau pemerasan uang dari para peserta didik di PPDS Undip.

Berdasar data yang dihimpun, besaran iuran tidak resmi yang diminta kepada dr Aulia dan rekan-rekannya berkisar antara Rp20 juta hingga Rp40 juta per bulan.

Juru Bicara Kemkes, Mohammad Syahril, menjelaskan bahwa permintaan uang tersebut merupakan bentuk pemerasan oleh oknum-oknum senior di program pendidikan tersebut.

“Permintaan uang ini berkisar antara Rp20 juta hingga Rp40 juta per bulan,” ujar Syahril baru-baru ini.

Hal ini menambah tekanan mental yang sudah dialami dr Aulia, yang juga diduga mengalami perundungan berat dari senior-seniornya.

Rekaman Suara Korban

Dugaan pemerasan ini meruap dengan adanya rekaman suara yang diduga berasal dari dr Aulia. Dalam rekaman tersebut, dr. Aulia mengungkapkan ketidakmampuannya untuk menghadapi tekanan yang dialaminya selama menjalani pendidikan kedokteran di UNDIP.

Rekaman ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi mental dr Aulia serta situasi yang dihadapinya sehari-hari.

“Setiap aku bangun tidur badannya sakit semua. Mau minum itu susah, kalau mau minum itu nitip ke customer service karena aku tidak boleh ke kantin, ke minimarket sama sekali,” ujar dr Aulia dalam rekaman tersebut.

Pendalaman Kasus oleh Kepolisian
Kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dugaan perundungan dan pemerasan yang melibatkan korban dr Aulia.

Selain mengumpulkan barang bukti, aparat kepolisian telah memeriksa lebih dari 10 saksi untuk memperkuat penyelidikan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, mengungkapkan, “Kami telah menggelar pertemuan dengan Kementerian Kesehatan terkait kasus dugaan perundungan di balik meninggalnya mahasiswi dokter spesialis Universitas Diponegoro.”

Penyelidikan ini juga mencakup uji laboratorium terhadap barang bukti dan rekaman suara yang diperoleh dari gawai korban.

Jungkir Balik Rektor

Sebagai tindak lanjut dari kasus ini, kegiatan klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro telah dihentikan sementara. Surat pemberhentian ini dikeluarkan oleh Direktur Utama RS Kariadi, dr. Agus Akhmadi, dan dikonfirmasi oleh Dekan FK Undip, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko.

“Betul, surat tersebut saya terima Jumat siang sekitar pukul 11.30,” jelas Dekan FK Undip. Penghentian aktivitas klinis ini merupakan langkah awal dalam menangani masalah yang terjadi di lingkungan pendidikan kedokteran tersebut.

Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, menyatakan kesulitan dalam menghadapi krisis ini. Ia mengungkapkan, “Saya sampai jungkir balik menghadapi masalah dugaan perundungan terjadi di PPDS Undip ini, setelah Kementerian Kesehatan melakukan sejumlah kebijakan terkait dengan Fakultas Kedokteran Undip.”

Rektor juga menyebutkan bahwa tuduhan perundungan yang muncul sebelum hasil penyelidikan resmi telah memperburuk citra Undip.

Langkah Pencegahan ke Depan

Kasus ini menyoroti pentingnya reformasi dalam sistem pendidikan kedokteran di Indonesia. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan termasuk meningkatkan kesadaran di kalangan senior untuk menghentikan praktik pemerasan dan perundungan, serta menyediakan layanan pengaduan yang efektif di perguruan tinggi.

Kemenkes juga diharapkan dapat mengeluarkan peraturan tegas untuk menangani kasus-kasus serupa di masa depan.

Kasus pemerasan dan perundungan yang mengakibatkan kematian dr Aulia Risma Lestari membuka tabir gelap dalam sistem pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro.

Dengan adanya penyelidikan oleh Kemenkes dan kepolisian, diharapkan masalah ini dapat segera terpecahkan dan langkah-langkah perbaikan dapat diterapkan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...