Kritik untuk Jokowi dan Peringatan Terakhir Faisal Basri ke Pemerintahan Prabowo

Date:

Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada Kamis, 5 September 2024 pukul 03.50 WIB. Faisal Basri mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan dalam usia 65 tahun.

Semasa hidupnya, Faisal Basri tak segan mengkritisi kebijakan-kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, menjelang tutup usianya pun ia masih memberikan kritik kepada Jokowi dan peringatan untuk pemerintahan baru yang akan dipimpin Prabowo Subianto. 

Dalam wawancaranya terakhir bersama peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Salsabila Azkia, Faisal Basri menyorot beberapa permasalahan di era Jokowi dan mewanti-wanti krisis di pemerintahan Prabowo.

Kritik Pemerintahan Jokowi soal Utang hingga Infrastruktur

Pertama, ia mengkritisi utang di era pemerintahan Jokowi yang semakin bertambah. Ia mengatakan, utang Indonesia naik 3,3 dari akhir 2014.

“3,3 kali lipat itu terdahsyat setelah krisis,” kata Faisal dikutip dari YouTube INDEF, Kamis (5/9/2024).

Menurut Faisal, tidak benar utang Indonesia semakin bertambah karena pembangunan infrastruktur. Ia mengungkapkan, alokasi APBN terbesar pada 10 tahun terakhir adalah belanja membayar utang.

Bahkan, tahun depan bunganya mencapai rekor baru melampaui sekitar Rp500 triliun, mengalahkan pos pengeluaran lainnya.

“Tidak benar kalau utang itu untuk infrastruktur. Terbukti dari primary balance pendapatan negara dikurangi belanja di luar bayar bunga. Primary balance hanya sekali di era jokowi positif 2023, selebihnya minus terus, tekor. Artinya, buat bayar bunga pun pemerintah harus berutang. Jadi sudah separah itu,” kata ekonom senior ini.

Faisal juga mengkritisi pembangunan infrastruktur yang awalnya bertujuan untuk mengurangi logistic cost dan meningkatkan mobilitas. Akan tetapi, faktanya logistic performance index Indonesia di era Jokowi terjun bebas dari 40 rangking ke 60-an.

“Saya tidak anti infrastruktur, tapi jangan ditiru China, Amerika, Eropa, mereka negara kontinental. Infrastruktur yang dibutuhkan berbeda dengan negara maritim. Harusnya yang jadi tumpuan adalah transportasi laut, tapi kalau Anda lihat persentase laut terhadap PDB di era jokowi justru turun, jadi jargon saja,” ujarnya.

Peringatan untuk Pemerintahan Prabowo

Menurut Faisal, pembangunan ugal-ugalan di era Jokowi harus dihentikan. Kata dia, sebaiknya Prabowo tidak melanjutkan program pembangunan infrastruktur Jokowi. Ia memberi peringatan Indonesia akan krisis jika gaya pemerintahan Prabowo mirip dengan Jokowi. 

“Tapi kalau Pak Prabowo bilang saya akan melanjutkan program Jokowi, insya Allah 2029 kita akan kritis. Utangnya tambah gila-gilaan. Bangun infrastruktur gak karu-karuan. KPK-nya semakin diperlemah. DPR-nya digembosi. Tidak ada oposisi, tidak ada check and balances. Siap-siap (mengalami kritis),” ungkapnya.

Selain utang, Faisal berharap Prabowo tidak menguras kekayaan alam sebagaimana di era Jokowi. Ia menyebut produksi batu bara setiap tahunnya meningkat, terutama dalam dua tahun terakhir. Bahkan pada 2024-2026 sudah direncanakan produksi batu bara dipatok mendekati 1 miliar ton.

“Cukuplah Indonesia punya visi (pemimpin) yang keruh dan tidak terukur. Ini pembelajaran kita,” kata Faisal. 

Sebelum tutup usia, Faisal memberi pesan terakhirnya untuk generasi muda agar berani bicara lebih lantang kepada pemerintah. Sebab, utang akan membebani kehidupan generasi muda di tahun-tahun yang akan datang dari kebijakan dan pembangunan pemerintahan sekarang. 

Penulis: Mustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...