Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dianggap tidak cukup berusaha mencapai kesepakatan pembebasan sandera dengan Hamas. Kritik tersebut dilontarkan setelah aksi protes besar-besaran terjadi di berbagai kota di Israel.
Melansir laman NBC News, Kamis (5/9/2024), Biden menyampaikan pernyataannya setelah enam jenazah sandera Hamas ditemukan di sebuah terowongan bawah tanah di Gaza. Salah satu di antara korban tewas adalah pria keturunan Amerika – Israel berusia 23 tahun, Hersh Goldberg-Polin.
Kedua orangtua Hersh secara terbuka memohon sang anak agar dipulangkan ke AS. Keduanya melayangkan permohonan tersebut pada Konvensi Nasional Demokrat yang disambut riuh seluruh peserta konvensi.
Secepatnya pekan ini, Biden akan menawarkan kesepakatan terakhir pada Israel dan Hamas agar segera mencapai persetujuan gencatan senjata. Penasehat keamanan Gedung Putih Jake Sullivan menyarankan langkah tersebut saat sedang berbicara dalam pertemuan virtual dengan keluarga sandera dari AS.
Penemuan jenazah enam sandera pekan lalu memicu aksi protes terbesar sejak perang Gaza dimulai. Ratusan ribu orang turun ke jalan menuding Netanyahu gagal mencapai kesepakatan pembebasan para tahanan.
Para demonstran bahkan mengancam melumpuhkan ekonomi negara jika pemerintah tidak kunjung bersikap proaktif dalam pembebasan para sandera. Melihat situasi tersebut, para wartawan bertanya apakah Biden merasa Netanyahu sudah cukup berusaha mencapai kesepakatan.
“Belum,” jawabnya.
Pemerintah Biden telah berulang kali menuding Hamas menunda kesepakatan. Tapi baru-baru ini Amerika Serikat dan para pejabat asing mengatakan, syarat-syarat dari Netanyahu juga mengganggu upaya-upaya yang telah ada.
Netanyahu dan Kedutaan Besar Israel diketahui tidak sesegera mungkin merespon komentar dari Biden tersebut.
Pada Senin pekan ini, Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris bertemu dengan tim negosiasi pembebasan sandera AS di Gedung Putih. Direktur CIA William Burns, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan kordinator AS – Timur Tengah Brett McGurk juga hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, semuanya telah beberapa kali terlibat dalam negosiasi gencatan senjata Israel.
Dari Halaman Selatan Gedung Putih, Biden mengatakan dia sudah sangat dekat dengan kesepakatan akhir penyanderaan pekan ini. Namun dalam perang yang telah berlangsung selama satu tahun, Biden tidak dapat secara yakin mengatakan kesepakatan tersebut dapat diterima semua pihak.
“Harapan pasti akan selalu ada,” katanya.
Biden menambahkan, dirinya juga telah berbicara dengan keluarga para sandera.
“Saya berbicara dengan ibu dan ayahnya (para sandera), dan kami tidak akan menyerah. Kami akan terus berusaha sekuat tenaga,” ujarnya.
Penulis: Amelie Fabiola


