Pesawat Qantas terjun bebas sejauh 6.400 meter hanya dalam enam menit saat tengah mengudara dari Townsville menuju Brisbane pada Selasa (16/9/2024). Beruntung, pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat di bandara terdekat.
Melansir laman 9news.com, Kamis (19/9/2024), pesawat itu awalnya terbang dengan aman selama 20 menit sebelum pilot kemudian mengetahui indikasi adanya gangguan pada penerbangan tersebut.
Sang pilot lalu menurunkan pesawat hingga ketinggian 10 ribu kaki atau setara 3.048 meter dan meminta prioritas pendaratan di bandara terdekat. Pesawat tersebut lantas terjun bebas sejauh 21 ribu kaki atau 6.400 meter hanya dalam enam menit saja.
“Sebagai informasi, saat melewati ketinggian 29 ribu kaki, kami kehilangan tekanan udara,” terdengar sang pilot berbicara dari dalam kabin pesawat dengan nomor penerbangan QF1871 itu.
Juru bicara Qantas mengonfirmasi masalah depresurisasi pada pesawat tersebut. Pesawat terpaksa mendarat di Bandara Rockhampton. Pilot juga menerangkan tak bisa melanjutkan penerbangan tersebut.
“Pada ketinggian ini, kami tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Brisbane karena kami tidak memiliki bahan bakar yang diperlukan. Itu lantaran saat menurunkan ketinggian pesawat, kami cenderung membakar lebih banyak bahan bakar,” terang sang pilot.
Pilot mewakili Qantas memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Tapi menurutnya, keselamatan adalah yang terpenting. Seluruh penumpang yang berjumlah 94 orang itu kemudian dialihkan ke dua penerbangan Qantas berikutnya.
Sementara itu, para penumpang masih mengingat momen menegangkan saat pesawat yang ditumpanginya terjun bebas ribuan meter dalam hitungan menit saja.
“Dia (pilot) hanya mengatakan penurunan darurat, dan pesawat mulai terjun bebas. Cukup menakutkan, karena perut Anda terasa sangat mual,” kisah seorang penumpang bernama Naomi Lynch.
Penulis: Amelie Fabiola


