Jumlah Harimau Sumatra yang mati di Medan Zoo, Sumatera Utara (Sumut) bertambah. Terbaru, harimau berjenis kelamin betina yang bernama Si Manis mati di kandangnya pada Jumat sore (20/9/2024).
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebut kematian Harimau Sumatra bernama Si Manis itu disebabkan karena faktor usia. Ia mengatakan, jika umur harimau semakin bertambah kondisi tubuhnya akan semakin menurun.
“Si Manis, salah satu Harimau Sumatra tertua di Medan Zoo berusia sekitar 23 tahun telah mati dikarenakan sudah berusia lanjut,” kata Bobby dalam keterangannya di Instagram, dikutip Rabu (25/9/2024).
Bobby mengatakan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut telah melakukan pembedahan terhadap bangkai harimau tersebut untuk mengetahui penyebab kematian atau gangguan pada anatomi tubuh hewan.
“Dari hasil nekropsi yang dilakukan oleh pihak BBKSDA Sumut, karena usianya yang sudah masuk ke titik maksimal harimau pada umumnya, menyebabkan Si Manis memiliki penyakit pada hati, jantung, dan ginjal,” tuturnya.
Petugas kesehatan hewan Medan Zoo, drh. Muhammad Syah menuturkan, komplikasi di bagian hati, jantung, dan ginjal yang diderita oleh Si Manis cukup parah
“Terjadi benjolan berisi cairan pada hatinya. Jantungnya juga mengalami penebalan, dan begitu juga pada ginjal,” kata Muhammad Syah, Minggu (22/9/2024).
Si Manis memang sudah dinyatakan sakit cukup parah pada Mei 2024. Harimau betina itu sempat bertahan hingga beberapa bulan setelah mendapat perawatan intensif.
“Beberapa hari di pekan ini Si Manis memang sudah tidak mau makan daging dan Jumat (20/9/2024) sore telah tiada,” terang Muhammad Syah.
Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Adrian Surbakti mengatakan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin dalam perawatan hewan di Medan Zoo, termasuk perbaikan manajemen, perawatan kandang, hingga lokasi Medan Zoo sudah dilakukan.
“Untuk kondisi harimau yang sudah tua tadi, sudah dijelaskan oleh dokter hewan,” imbuh Adrian.
Matinya Si Manis menambah jumlah Harimau Sumatra yang menghembuskan nafas terakhirnya di Medan Zoo. Selama dua tahun (2023-2024), total sudah enam Harimau Sumatra yang mati di kebun binatang milik Pemerintah Kota Medan tersebut. Kini, tersisa tujuh ekor harimau lagi.
Karut Marut Pengelolaan Medan Zoo
Kematian Harimau Sumatra dan beberapa hewan lainnya di Medan Zoo sempat dikaitkan dengan karut marutnya pengelolaan kebun binatang tersebut. Hal itu pernah disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah.
“Mengapa ini bisa terjadi (harimau mati)? Itu pasti menjadi pertanyaan dari teman-teman jurnalis, karena yang mengelola tidak profesional,” kata Rahmat dalam video yang diunggah akun Instagram @wildlifewhisperersumatra beberapa waktu lalu.
Menurutnya, ketidakprofesionalan tersebut disebabkan oleh pengelola yang kurang paham dan berpengalaman dalam menangani taman satwa. Ia menduga pengelola belum pernah berpengalaman di lembaga konservasi.
Kematian tiga Harimau Sumatra di Medan Zoo pada November-Desember 2023 juga disorot oleh Komisi III DPRD Medan. Anggota Komisi III DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution meminta pemkot serius dalam mengelola dan membenahi permasalahan di kebun binatang tersebut.
“Dalam rentang waktu dua bulan saja, yaitu November dan Desember 2023, ada tiga harimau mati di Medan Zoo. Ini pemandangan dan kabar yang sangat miris, harus ada keseriusan untuk membenahi kondisi Medan Zoo,” kata Mulia, Minggu (14/1/2024).
Beberapa bulan kemudian, Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Adrian Surbakti bertemu dengan Rahmat Shah untuk membahas Medan Zoo pada Rabu (5/6/2024).
Adrian mengatakan, dalam pertemuan tersebut Rahmat sebagai Ketum PKBSI meminta PUD Pembangunan memperbaiki Medan Zoo dengan sungguh-sungguh. Ia juga mendapat banyak arahan terkait pengelolaan kebun binatang.
“Tujuan bertemu ini untuk meminta arahan dari pak Rahmat untuk perbaikan Medan Zoo. Ada beberapa arahan yang diberikannya. Seperti pertukaran hewan, ataupun kolaborasi dengan berbagai pihak itu akan kita pertimbangkan,” ujarnya.
Penulis: Mustami


