Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Nomor Urut 1, Bobby Nasution, memulai kampanye perdananya pada Rabu (25/9) di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam kesempatan tersebut, ia dengan tegas menyebut dirinya sebagai ‘pecatan PDIP’ dan mengucapkan terima kasih kepada Partai Gerindra yang mengusungnya untuk bertarung di Pilgub Sumut 2024.
Bobby, yang juga merupakan mantu Presiden Jokowi, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kepemimpinan Prabowo Subianto atas dukungan partai tersebut.
“Sebelum saya masuk Gerindra, pasti sudah tahu semua. Saya pecatan PDI Perjuangan. Hari ini kami berterima kasih pada Partai Gerindra untuk mengusung kami,” katanya di depan para relawan.
Dalam kampanyenya, Bobby juga memperkenalkan Calon Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin, yang merupakan kader Gerindra dan akan berpasangan dengan Calon Wali Kota Rico Waas.
“Bang Zaki ini calon Wakil Wali Kota Medan berdampingan dengan Bang Riko. Kami satu partai dari Gerindra,” ujar Bobby.
Dari PDIP ke Gerindra
Seperti diketahui, Bobby Nasution sudah tidak lagi menjadi kader PDI Perjuangan setelah dipecat oleh partai tersebut. Pada pertengahan November 2023, Bobby dipecat oleh DPC PDIP Kota Medan karena dianggap tidak memenuhi syarat sebagai anggota partai.
Bobby mengaku baru menerima surat pemecatan pada 14 November 2023, dan meskipun kecewa, ia mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang selama ini mendukungnya dalam menjalankan tugas sebagai Wali Kota Medan.
Dia menekankan pentingnya kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik pribadi.
Surat pemecatan tersebut, yang tertuang dalam Pemberitahuan Nomor: 217 /IN/DPC-29.B-26.B/XI/202, menyatakan bahwa Bobby terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan disiplin partai dengan mendukung calon presiden dari partai lain.
Dalam surat tersebut, dituliskan, “Menyatakan Muhammad Bobby Afif Nasution tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota PDI Perjuangan.”
Kala itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap alasan PDIP memecat Bobby Nasution dari kader partai. Hasto menegaskan, Bobby dipecat PDIP karena menyalahi aturan dengan mendukung Prabowo-Gibran.
“Mas Bobby memberikan dukungan (Prabowo-Gibran), konstitusi yang melarang itu. Sehingga otomatis keanggotaannya di PDI Perjuangan dengan statusnya itu gugur secara otomatis. Jadi itu yang terjadi,” ungkap Hasto di Nusa Dua, Bali, Rabu (22/11/2023).
Kampanye Modal Relawan
Sementara, di masa kampanye Pilkada ini, Bobby banyak mengandalkan relawan dengan beragam latar belakang. Bobby berharap para relawan dapat membantu memenangkan Pilgub Sumut.
“Relawan bisa langsung menyentuh akar rumput. Mereka dapat berinteraksi dan menyerap permasalahan masyarakat,” ungkap Bobby, menekankan pentingnya peran relawan dalam memperkuat dukungan untuknya.
Bobby menegaskan bahwa keberhasilannya dalam Pilgub Sumut bergantung pada dukungan masyarakat dan strategi yang tepat.
Ia mengajak semua relawan untuk bekerja keras dalam menjangkau pemilih dan menjelaskan program-program mereka kepada masyarakat.
Penulis: Purba Handayaningrat


