Mulai pekan depan sebuah fenomena langka akan terjadi di mana dari permukaan bumi akan terlihat dua bulan. Ya, bulan kedua akan muncul dari 25 September hingga 25 November tahun ini.
Melansir laman Times of India, Kamis (26/9/2024), para astronom berhasil menghitung waktu kemunculan 2024 PT5, sebuah objek ruang angkasa yang diyakini sebagai asteroid tapi mendapat julukan sebagai ‘mini-moon’ (bulan kecil). Para astronom mempediksi asteroid dengan kode 2024 PT5 itu akan mengorbit pada bumi hingga akhir November dan menjadikannya nampak sebagai bulan kembar dengan ukuran jauh lebih kecil.
Nantinya, asteroid tersebut diprediksi akan terlepas dengan sendirinya dari tarikan gravitasi bumi. Sayangnya, ukurannya terbilang kecil dengan diameter 10 meter saja. Dengan begitu, penampakan bulan kembar itu akan sulit dilihat dari bumi.
Asteroid 2024 PT5 ini pertama kali ditemukan NASA pada 7 Agustus lalu dan berasal dari sabuk asteroid Arjuna. Asteroid tersebut diprediksi akan kembali ke tempat asalnya setelah meninggalkan orbit bumi.
“Bumi dapat menangkap sejumlah asteroid dari populasi Objek Dekat Bumi (NEO) dan menariknya masuk ke orbit bumi, membuatnya menjadi mini-moon,” ungkap Carlos de la Fuente Marcos and Raúl de la Fuente Marcos, para peneliti yang mempublikasikan penelitian tentang fenomena tersebut.
Mengacu pada penjelasan NASA, NEO adalah komet dan asteroid atau benda lain yang terdorong gaya gravitasi planet-planet terdekat, hingga memungkinkan benda-benda itu memasuki wilayah sekitar Bumi. NASA diketahui memiliki program sendiri yang bekerja melacak berbagai lokasi dan orbit dari sekitar 28 ribuan asteroid dengan data dari tiap NEO, termasuk parameter orbitnya.
Direktur Centre for Near Earth Object Studies di NASA Paul Chodas menyebut bahwa 2024 PT5 mungkin merupakan pecahan dari bulan, yang artinya mini-moon tersebut bisa jadi merupakan bagian dari bulan itu sendiri.
Penulis: Amelie Fabiola


