Kisruh Kadin Berakhir, Bahlil Lahadalia Mediasi Konflik Antara Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie
Kisruh internal yang melanda Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) akhirnya menemui titik terang setelah terjadi pertemuan antara Ketua Umum Kadin 2021-2026 Arsjad Rasjid, dengan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin (Ketua Umum Kadin versi Musyawarah Luar Biasa) Anindya Bakrie.
Pertemuan ini difasilitasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang selama ini dikenal sebagai tokoh pencetus istilah “Raja Jawa” di dunia politik.
Pada Jumat (27/9/2024), Bahlil menginisiasi pertemuan strategis yang menjadi langkah besar dalam meredakan konflik dualisme pimpinan dan kepengurusan di Kadin.
Hasil dari pertemuan itu disambut positif oleh kedua belah pihak. Arsjad dan Anindya menyepakati untuk menjaga integritas organisasi dan tetap merujuk pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin sebagai landasan penyelesaian.
Solusi Berdasarkan AD/ART
Dalam rilis pers yang diterima pada Sabtu (28/9/2024), Humas Kadin, Steven Polhaupesy, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bertujuan untuk menghindari perpecahan dan memastikan Kadin terus berfungsi sebagai organisasi yang solid.
“Kesepakatan ini didasarkan pada musyawarah yang penuh semangat kebersamaan, untuk menyelesaikan dinamika yang ada dan menjaga sinergi Kadin dengan pemerintah, pelaku usaha, buruh, dan profesional,” ujarnya.
Arsjad Rasjid, sebagai Ketua Umum Kadin, menegaskan bahwa organisasi tersebut tetap berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Kadin akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Mediasi oleh Bahlil Lahadalia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, memegang peran penting dalam meredakan tensi antara Arsjad dan Anindya. Melalui akun Instagram pribadinya, Bahlil membagikan momen pertemuan tersebut, menggambarkan suasana akrab di mana kedua tokoh Kadin berjabat tangan.
“Alhamdulillah, sore tadi saya mempertemukan dua sahabat baik saya, Pak Arsjad Rasjid dan Pak Anindya Bakrie. Insyaallah kami berkomitmen untuk menjaga Kadin Indonesia tetap satu, utuh dan solid,” tulis Bahlil di Instagram pribadinya.
Dalam unggahan akun Instagram @melangkahdaritimur.id, Bahlil terlihat berdiri di tengah dan merangkul keduanya, mengungkapkan rasa syukurnya atas rekonsiliasi yang terjadi. Gambar yang sama juga ada di akun instagram pribadi @ArsjadRasjid.
“Hari ini saya bertemu dengan dua sahabat saya, Pak Arsjad dan Pak Anin, dan dua-duanya sudah insaf untuk menjalankan organisasi (Kadin) yang baik,” kata Bahlil dalam video tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa keduanya telah saling memaafkan dan berkomitmen untuk menjaga hubungan baik demi kemajuan Kadin.
Dinamika Kadin dan Masa Depan Ekonomi Indonesia
Konflik dualisme di internal Kadin sempat menjadi perhatian berbagai pihak, terutama karena organisasi ini memiliki peran vital dalam mendukung kebijakan ekonomi nasional. Berbagai spekulasi muncul terkait dampak dari perpecahan ini terhadap efektivitas Kadin dalam menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah.
Namun, dengan adanya pertemuan ini, banyak pihak berharap Kadin dapat kembali fokus pada tujuan utamanya, yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Anindya Bakrie, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan harapannya agar Kadin dapat semakin maju. “Saya berterima kasih kepada Pak Bahlil dan Pak Arsjad. Semoga Kadin ke depan semakin kuat dan lebih baik,” ujar Bahlil.
Kesepakatan antara Arsjad dan Anindya menunjukkan bahwa permasalahan internal Kadin dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Dengan visi “Satu Kadin, Satu Indonesia,” keduanya bertekad untuk menjalankan organisasi dengan semangat kebersamaan demi kemajuan ekonomi nasional.
Kadin diharapkan tetap menjadi wadah yang inklusif bagi semua pelaku usaha di Indonesia, serta berperan aktif dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.
Penulis: Purba Handayaningrat


