Pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2024-2029 sempat diwarnai ketegangan antara dua tokoh penting, Sultan Bachtiar Najamudin dan La Nyalla Mattalitti.
Dalam rapat paripurna di Gedung DPD RI, Senayan (1/10/2024), suasana berubah panas ketika keduanya terlibat adu argumen sengit.
Awalnya, La Nyalla terlihat bergerak menuju pusat ruangan, namun tiba-tiba Sultan yang sedang emosi menghampirinya. “Jangan pernah main-main soal ini, La Nyalla!” seru Sultan sambil menunjuk La Nyalla dengan nada marah. Anggota DPD lainnya segera mendekat untuk melerai keduanya, mencegah bentrokan fisik.
Wakil Ketua MPR periode 2019-2024, Fadel Muhammad, berusaha menenangkan situasi dengan mendekati Sultan. “Sultan, tahan dulu emosimu. Ini bisa kita bicarakan baik-baik,” kata Fadel sambil meminta Sultan duduk kembali.
Insiden ini berawal dari ketidakpuasan beberapa senator terkait syarat dukungan 25% dari 38 wilayah untuk mencalonkan diri sebagai pimpinan DPD RI. Senator Angelius Wake Kako, dari Nusa Tenggara Timur, menyoroti aturan tersebut dalam interupsinya.
“Dukungan 25% dari 38 wilayah tidak merepresentasikan jumlah keseluruhan anggota. Ini jelas tidak adil dan merugikan kandidat lainnya,” katanya.
Namun, pimpinan sidang Ismeth Abdullah menegaskan bahwa aturan ini adalah bentuk validasi dukungan untuk memastikan setiap calon memiliki basis dukungan merata.
“Ini adalah mekanisme agar pemilihan berjalan adil dan transparan. Tidak ada yang dirugikan,” kata Ismeth menanggapi protes tersebut.
Meski demikian, kelompok pendukung La Nyalla tetap menolak aturan tersebut, sehingga suasana rapat semakin memanas.
Selama verifikasi dukungan, beberapa senator terus meneriakkan interupsi, memicu Ismeth dan Larasati Moriska, yang memimpin sidang, untuk menskors rapat selama 30 menit. Namun, skors tersebut malah mendapat reaksi keras dari para senator yang meminta agar rapat dilanjutkan. “Cabut skors, pimpinan!” teriak mereka, hingga akhirnya skors dicabut.
Komeng Mencairkan Suasana
Di tengah ketegangan, suasana sedikit mencair ketika salah satu anggota DPD yang juga komedian, Alfiansah Komeng, melontarkan candaan khasnya.
“Mana Komeng?” teriak beberapa senator, mencari keberadaan Komeng di tengah rapat. Komeng menjawab dengan jenaka, “Mik saya mati,” yang sontak disambut tawa oleh para senator.
Meski sempat diwarnai ketegangan dan canda tawa, pemilihan berlanjut hingga akhirnya diumumkan pemenangnya.
Susunan Pimpinan DPD RI 2024-2029
Setelah melalui proses voting, Sultan Bachtiar Najamudin bersama timnya berhasil memenangkan pemilihan pimpinan DPD RI periode 2024-2029. Sultan dan paketnya meraih 95 suara, sedangkan La Nyalla dan timnya hanya memperoleh 56 suara.
Berikut susunan pimpinan DPD RI yang terpilih:
Ketua: Sultan Bachtiar Najamudin
Wakil Ketua I: Ratu Hemas
Wakil Ketua II: Yorrys Raweyai
Wakil Ketua III: Tamsil Linrung
Dengan terpilihnya Sultan sebagai Ketua DPD, tantangan ke depan adalah bagaimana ia dapat memimpin lembaga ini di tengah persaingan politik yang keras dan menyatukan kembali para senator untuk bekerja sama memperjuangkan aspirasi daerah.
Penulis: Purba Handayaningrat


