Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur telah menetapkan jadwal penyelenggaraan debat Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 sebanyak tiga kali. Debat ini akan diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon) yang berlaga pada Pilgub Jatim.
“Tiga kali, yaitu pada 18 Oktober, 3 November, dan 23 November, tepat di hari terakhir masa tenang,” ungkap Nur Salam, Anggota KPU Jawa Timur Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Selasa (1/10).
KPU Jatim kini tengah mematangkan format debat, termasuk tema serta pemilihan panelis.
“Kami sedang menyiapkan tema debat pertama yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober,” lanjut Nur Salam.
Selain debat, setiap paslon akan menggelar kampanye akbar dua kali selama masa kampanye.
Jadwal Kampanye Akbar Masing-Masing Paslon
1. Pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (nomor urut 1) akan menggelar kampanye di Jombang pada 13 Oktober 2024 dan Gresik pada 10 November 2024.
2. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak (nomor urut 2) akan menggelar kampanye di Jember pada 10 November 2024 dan Surabaya pada 23 November 2024.
3. Pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (nomor urut 3) akan menggelar kampanye di Jember pada 27 Oktober 2024 dan Malang pada 10 November 2024.
Pertarungan Program dan Gagasan
Pengamat politik Universitas Airlangga, Fahrul Muzaqqi, menilai debat menjadi ajang penting untuk menampilkan perbedaan program antar paslon.
“Pertarungan gagasan akan semakin jelas terlihat di debat nanti, terutama bagaimana program-program itu dapat diwujudkan,” katanya, kemarin.
Fahrul juga mengingatkan bahwa masyarakat harus menilai apakah program yang ditawarkan realistis atau sekadar janji.
“Kalau ada yang menawarkan pendidikan gratis, masyarakat perlu melihat apakah itu benar-benar berbeda atau hanya melanjutkan yang sudah ada,” tegasnya.
Debat ini, akan menjadi ujian nyata bagi para calon untuk menunjukkan kapasitas mereka dalam menyusun dan menawarkan solusi konkret terhadap permasalahan di Jawa Timur.
Masyarakat diharapkan dapat menilai sejauh mana program-program tersebut berkesinambungan dan sesuai dengan realitas lapangan, sebelum membrikan pilihannya.
Penulis: Purba Handayanngrat


