Misteri Pendaki Everest yang Sudah Hilang 100 Tahun, Potongan Kaki Berhasil Ditemukan

Date:

Mendaki Gunung Everest bukanlah hal mudah, apalagi dengan perubahan suhu dan cuaca yang drastis, ditambah ketinggian esktrim di mana oksigen di udara berkurang dan membuat para pendakinya dapat kesulitan bernafas. Ratusan pendaki yang tewas saat berusaha mencapai puncak Everest bahkan tak bisa dibawa pulang lantaran medan yang terlalu curam.

Pekan lalu, tim dokumenter National Geographic bahkan mengumumkan menemukan potongan kaki manusia yang diyakini merupakan milik dari seorang pendaki yang hilang 100 tahun lalu. Sepatu boot berisikan potongan kaki yang memakai kaos kaki dipercaya sebagai bagian tubuh dari Andrew Irvine, pendaki yang hilang saat mendaki Everest pada 1924.

Melansir laman people.com, Selasa (15/10/2024), bulan lalu, salah satu tim dokumenter National Geographic menemukan sebuah sepatu boot saat mendaki Central Rongbuk Glacier, yang terletak di bawah sisi utara Gunung Everest. Setelah melakukan inspeksi lebih jauh, tim tersebut menemukan potongan kaki yang masih berada di dalam boot bersama kaos kakinya.

“Saya mengangkat kaos kaki tersebut dan ada label merah dengan tulisan A.C.IRVINE terjahit pada kaos kaki itu,” terang Jimmy Chin, sutradara sekaligus fotografer tim tersebut.

Saat melihat kaos kaki tersebut, tim dokumenter langsung mengenali Irvine yang telah hilang selama 100 tahun.

Pada 1924, pendaki asal Inggris, Andrew Irvine dan rekannya George Malloy dinyatakan hilang saat mencoba menjadi orang pertama yang mencapai puncak Everest. Meskipun Malloy akhirnya ditemukan pada 1999, apa yang terjadi pada Irvine masih menjadi misteri.

Maka hal lain yang tak kalah penting dari penemuan tersebut adalah, apakah Malloy dan Irvine berhasil sampai ke puncak Everest pada saat itu. Chin membutuhkan lebih banyak ahli untuk menjawab salah satu pertanyaan paling penting dalam sejarah itu.

Saat ini, Edmund Hillary dan Tenzing Norgay masih tercatat sebagai pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Everst pada 1953.

Chin juga berharap penemuan ini dapat menemukan kerabat Irvine yang masih hidup. Saat ini, cucu Irvine, Julie Summers dapat menjadi narasumber karena ia pernah menuliskan buku tentang Irvine.

“Saat Jimmy memberitahuku bahwa ia melihat nama A.C. Irvine di label kaos kaki dalam sebuah boot, saya langsung menangis, hal ini luar biasa dan sangat mengharukan,” kisah Summers.

Chin yakin di luar sana masih banyak bukti yang dapat ditemukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dua pendaki asal Inggris itu seabad yang lalu.

Mengenai di mana jenazah itu ditemukan, Chin mengatakan tidak akan membocorkan informasi tersebut. Chin juga mengatakan bahwa dia mendapat izin dari Asosiasi Pendaki Gunung China-Tibet (CTMA) untuk memindahkan sepatu bot tersebut dari gunung agar tidak terganggu. Tim tersebut juga mengambil sampel DNA untuk membuktikan temuannya secara valid.

Menurut CBS News, sejak ekspedisi Everest dimulai pada tahun 1920-an, lebih dari 300 orang telah tewas dan ratusan diantaranya tetap berada di atas gunung tersebut karena sulitnya medan untuk menurunkannya.

Amelie Fabiola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...